Melihat Upacara Adat Beremah warga Amboyo Selatan

Melihat Upacara Adat Beremah warga Amboyo Selatan

  Jumat, 23 March 2018 11:00
GOTONG ROYONG: Warga Dusun Sebua, Desa Amboyo Selatan bergotong royong menyiapkan syarat untuk menjalankan upacara adat Beremah di salah satu rumah warga, Kamis (22/3) lalu. MIFTAHULKHAIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Perwujudan Syukur Warga Saat Panen Melimpah

Menyambut Naik Dango, masyarakat Dusun Sebua, Desa Amboyo Selatan menggelar pesta syukuran. Lewat Upacara Adat Beremah, kemakmuran diharap dapat menimpa setiap warga dusun.

MIFTAHUL KHAIR, Ngabang

MASYARAKAT Dusun Sebua, Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang beramai-ramai mendatangi salah seorang warga. Mereka berbondong-bondong membawa beras ketan, telur, daging babi, daging ayam, dan kue-kue lainnya. Mereka tengah bersiap untuk melaksanakan Upacara Adat Beremah yang dilaksanakan tiap tahun menjelang Naik Dango.

Masing-masing warga memiliki tugasnya masing-masing. Memotong kayu bakar, menghidupkan api, menanak nasi, hingga memanggang daging babi. Mereka terlihat bersuka untuk menyambut pesta tahunan di dusun tersebut. Setelah masakan selesai, tetua adat setempat lalu memulai upacara syukuran tersebut.

Kepala Dusun Sebua, Adilim, ditemui Pontianak Post seusai acara menerangkan acara tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat setempat untuk menutup masa panen sebelum naik dango. Upacara Adat tersebut dimaksudkan untuk mengharapkan kesuksesan untuk semua usaha milik warga dusun. Baik usahanya dalam perkebunan, pertanian maupun usaha lainnya. “Upacara adat ini juga dilakukan untuk meminta keselamatan kepada kampung kami ini,” jelas Adilim, Kamis (22/3) lalu.

Satu lagi yang harus dilakukan, kata dia, yakni makan beras baru. Beberapa warga yang sudah memanen padinya biasa menyediakan nasi baru dan tamu yang datang tak boleh menolak tawaran makan. Tamu-tamu dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan hingga perwakilan perusahaan-perusahaan sekitar Dusun pun kebagian makanan pada acara ini.

Adilim menceritakan, warga masakan-masakan tersebut memang dikhususkan untuk tamu-tamu pada upacara adat tersebut. Selebihnya, daging-daging babi akan dibagikan kepada warga sekitar. “Semua warga akan mendapatkan daging. Yang datang atau tidak datang. Tiap kepala keluarga akan kita bagikan,” katanya.

Selain melaksanakan upacara adat, kegiatan tahunan ini juga diisi dengan beberapa turnamen antar kampung. Seperti turnamen bola voli dan sepak bola. “Setiap Maret ini kita programkan agar terlaksana setiap tahun. Untuk menjaga kedekatan dengan kampung sekitarnya juga,” katanya. (*)

Berita Terkait