Melihat Tradisi Nangguk Ikan di Danau Sekemeh

Melihat Tradisi Nangguk Ikan di Danau Sekemeh

  Selasa, 7 Agustus 2018 10:00
DAPAT IKAN. Seorang ibu yang ikut dalam acara nangguk ikan menunjukkan ikan hasil tangkapannya. DINA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Ratusan Patin Jadi Rebutan, Terbanyak Ada Hadiah

Selain melestarikan budaya, acara nangguk ikan yang dilaksanakan di Danau Sekameh, Sekadau juga menyediakan hadiah bagi warga yang menangguk ikan paling banyak semua jenis baik itu ikan sepat, gabus, kolikatau (sejenis lele), baung, toman hingga belut.

SUGENG & DINA, Sekadau

IKAN-ikan yang berada di Danau Sekameh dipersilahkan untuk ditangkap. Bahkan panitia melepas 200 ekor ikan patin di danau tersebut untuk menambah jumlah ikan yang bisa ditangkap oleh warga.

Khusus ikan patin yang dilepas, panitia memberikan tanda khusus. Bagi yang mendapatkan ikan dengan tanda tersebut akan diberikan hadiah sebagai penghargaan atas jerih payah yang dilakukan para penangguk ikan.

Waktu yang diberikan untuk menangguk ikan bersama tersebut adalah satu setengah jam baik bagi anak-anak maupun dewasa. Semua membaur, tanpa ragu terjun ke Danau Sekameh untuk menangguk ikan.

Aturannya, warga yang menangkap ikan tidak diperbolehkan menggunakan jala. Warga hanya boleh menangkap ikan menggunakan tangguk dan sauk. Menariknya, tak hanya membawa pulang ikan, warga yang menangkap ikan terbanyak juga mendapatkan hadiah.

Inilah keunikan sekaligus kebahagiaan masyarakat setempat sekaligus sebagai ajang melestarikan budaya yang turun temurun dilakukan sejak nenek moyang mereka.

Iwan Supardi selaku Kasi Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Sekadau mengatakan nangguk ikan bersama tersebut sebagai upaya menjaga kearifan lokal masyarakat khususnya di Kabupaten Sekadau.

Guna mendukung kearifan lokal serta menambah jumlah ikan di Danau Sekameh Pemda Kabupaten Sekadau berencana akan menebar benih ikan sebanyak 20 ribu ekor. Kedepan, diharapkan kegiatan rutin setiap musim kemarau tersebut tetap berlangsung dan jauh lebih meriah.

 “Tebar benih ikan ke danau-danau, sungai atau anak sungai yang ada di Kabupaten Sekadau secara menyeluruh akan dilakukan secara bertahap. Paling cepat di musim penghujan mendatang,” ungkapnya kemarin.

 “Sambil kami sosialisasikan kepada masyarakat dan perangkat desa setempat dan mendorong biar ada perdes tentang larangan menangkap ikan dengan racun,” tambahnya.

Dia juga menginformasikan bahwa di Sekadau sudah ada desa yang menerapkan larangan menangkap ikan menggunakan racun, yaitu di Desa Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman. Pihaknya juga telah menebar 50 ribu benih ikan di sungai daerah tersebut.  

 “Kami berharap desa-desa lain bisa melakukan hal yang sama. Sehingga, kelangsungan dan perkembangbiakan ikan yang ada dapat terjaga dengan baik dan masyarakat tetap dapat makan ikan lebih banyak,” katanya. (*)

Berita Terkait