Melihat Proses Produksi Pensil dan Marker Faber Castell

Melihat Proses Produksi Pensil dan Marker Faber Castell

  Kamis, 17 November 2016 09:30

Berita Terkait

Produsen Tertua, Pertahankan Konsep Ramah Lingkungan

Merek Faber Castell telah menjadi salah satu rujukan bagi masyarakat, karena dianggap sebagai sebuah produk yang memiliki standar kualitas tinggi dan aman. Diantara produknya, pensil, crayon, pulpen, penghapus, spidol, stabilo, connector pens, dan beberapa produk lainnya.

Marsita Riandini, Bekasi

PENSIL menjadi salah satu alat tulis yang akrab bagi para pelajar. Menghasilkan satu buah pensil, membutuhkan proses cukup panjang. Mulai dari pengumpulan bahan baku, pembuatan, , pengecekan kualitas pensil, hingga pengemasan.

Proses inilah yang sempat diabadikan puluhan wartawan dari berbagai daerah saat mengunjungi dua pabrik Faber Castell Indonesia, yakni pabrik marker dan pabrik pensil yang berada kawasan kota industri, Bekasi, Senin (14/11).

Faber Castell merupakan salah satu produsen alat tulis tertua di dunia sejak tahun 1761. Faber Castell Indonesia mulai hadir sejak tahun 1990-an. Sekitar 2000 karyawan yang membantu proses pengolahannya. Saat ini ada 6 kantor perwakilan cabang dan 25 jaringan distribusi di seluruh Indonesia.

Lebih dari 60 persen hasil produksi diekspor ke berbagai negara di dunia meliputi kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika. Tidak mudah awalnya bagi Faber Castell Indonesia untuk meyakinkan pasar international. Tapi dengan tetap mempertahankan kualitas produk, kini bisa diterima secara meluas ke berbagai negara.

Managing Director PT Faber Castell International Indonesia, Yandramin Halim mengatakan  dalam proses pengolahan, Faber Castell tetap mempertahankan konsep ramah lingkungan sebagai salah satu dari tradisi bisnis perusahaan yang masuk ke generasi sembilan ini.

Proses pembuatannya menggunakan kayu bersertifikat, serta menggunakan tinta yang aman untuk anak-anak.  “Jika pensil dikulum anak-anak tidak beracun. Berani bahkan tintanya saya minum. Meskipun demikian sisa tintanya tetap diolah agar aman saat dibuang,” ungkap dia.

Pabrik marker menjadi pabrik pertama yang dikunjungi sejumlah awak media. Pabrik ini berada di kawasan Industri MM2100 Blok oo-3, Cikarang Barat. Kondisi pabrik sudah mengalami perluasan dan bersih. Sebagian sudah dipenuhi dengan alat-alat produksi yang canggih dilengkapi dengan sistem keamanan dalam proses pengoperasiannya. Dipabrik inilah pulpen, dan connector pens diproduksi yang menggunakan bahan baku biji plastik.

Wartawan juga diajak mengunjungi pabrik pensil yang berada di Jalan Raya Nagorong Pangkalan 1B, Bantargebang. Ada berbagai jenis pensil dengan berbagai ukuran yang diproduksi di tempat ini. Selain didatangkan dari Sumatera, kayu ada pula kayu impor yang digunakan untuk membuat pensil.

Meski dilengkapi peralatan serba canggih, pihak Faber Castell masih mempekerjakan tenaga manusia dan mesin manual. Bahkan, ada beberapa pekerja yang mengaku sudah bekerja di pabrik ini selama 20 tahun. Salah satu pekerja wanita pun menjadi pusat perhatian, karena kecepatannya dalam mengemas pensil 2B sebanyak 12 batang ke dalam kotak tanpa perlu menghitungnya.

Sebelum dikemas, terlebih dahulu dilakukan proses pengujian. Setiap kali produksi, sebanyak 20 pensil dijadikan sampel. Uniknya, proses pengujian menggunakan bantuan timbangan. Cara ini untuk menguji ketahanan pensil, agar tidak mudah patah saat ditekan. Faber Castell pun terus berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas produksi produknya. **

Berita Terkait