Melihat Perayaan Ulang Tahun Dewa Bumi Raya Pemangkat

Melihat Perayaan Ulang Tahun Dewa Bumi Raya Pemangkat

  Sabtu, 21 July 2018 10:00
KERAPU: Ikan kerapu seberat 142 kilogram yang menjadi pusat perhatian undangan saat perayaan Ulang Tahun kelenteng Dewa Bumi Raya Pemangkat. FAHROZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Perlihatkan Ikan Kerapu 142 kg Jadi Primadona

Vihara Tri Dharma Bumi Raya di Jalan Gedung Nasional Pemangkat, Jumat (20/7) atau Imlek 6-6-2569, dipenuhi masyarakat. Baik dari Sambas, Singkawang serta daerah lainnya. Hari itu Ulang Tahun Dewa Bumi Raya Pemangkat 2018. Acara paling diminati adalah lelang. Dua buah jeruk bali terjual Rp11 juta. Wali Kota Singkawang pun beli pisang Rp1,2 juta.

FAHROZI - Sambas

BUPATI Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, Walikota Singkawang, Tjai Chui Mie, Danyon 641 Beruang, Komandan Brigif,  Kapolres Sambas, Kapolres Singkawang, Anggota DPRD Kabupaten Sambas berkumpul di halaman Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat. Para kepala daerah, pimpinan kepolisian dan TNI, Jumat (20/7) merupakan tamu kehormatan diantara ribuan warga yang juga hadir dalam ulang tahun Dewa Bumi Raya Pemangkat.

Diawali dengan persembahan atraksi Barongsai dari Singkawang. Acara Ulang Tahun dimulai. 

"Ini adalah acara puncak, sebelumnya ada rangkaian kegiatan yakni bakti Sosial ke Panti Asuhan, Ritual Kebaktian menyambut uang tahun dewa bumi raya," kata 

Ketua Panitia, Siat Cin Cung alias Atong.

"Dari tamu yang hadir, disiapkan hadiah utama, yakni sepeda motor, dan hadiah hiburan lainnya, Panitia menyampaikan terimakasih atas bantuan dan kerja sama semua pihak, baik Bupati Sambas, Kapolres Sambas, Dandim SKW, Danyon, serta semua pihak yang mendukung kegiatan ini dan kepada masyarakat pada umumnya," katanya.

Naryoto, Kasi Bimas Buddha Kemenag Provinsi Kalbar mengatakan tempat ibadah, seperti vihara sangat terkait dengan umatnya. 

"Vihara ini megah, sehingga umatnya luar biasa. Sehingga ke depannya tempat ibadah ini terus digunakan sebagai tempat ibadah, agar semakin maju dan berkembang," katanya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, mengatakan kegiatan ini sangat luar biasa, dihadiri dua kepala daerah, dua kapolres, dari unsur TNI. "Kalau TNI dan polisi sudah hadir acara akan lancar," kata Bupati Sambas.

Sebagai masyarakat beragama, berbudaya, miliki peradaban. Harus selalu kompak dan saling hormat menghormati. "Semua unsur masyarakat Sambas sudah bersatu. Kekompakan ini, harus dipupuk dan dijaga demi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Sambas," katanya.

Acara selanjutnya adalah show ikan kerapuh 142 Kilogram. Ikan ini dipajang di vihara, kemudian sejumlah warga pun berfoto diikan ukuran besar ini.

Berikutnya acara yang paling seru, yakni Lelang barang amal yang sudah diberkati Dewa Bumi Raya. Dewa yang sesuai keyakinan umat Buddha, Tao dan konghucu adalah dewa tertua yang paling diagungkan. Sehingga setiap tahun atau tepatnya pada tanggal 6 Bulan 6 kalender Imlek diperingati. 

Pelaksanaan Lelang, barang lelang pertama adalah dua buah jeruk bali, setelah banyaknya penawaran, akhirnya harga sekitar Rp11 juta menjadi harga terakhir.

Barang lelang berikutnya adalah Kue bulan, kue ini dihargai Rp660 ribu. Dua batang tebu, pemenang lelang yang membayar Rp6.890.000. 

Harga cukup fantastis untuk barang lelang berupa Emas berlogo naga. Barang ini didapatkan Siat Cin Ket dengan harga Rp21.800.000.

Barang lelang selanjutnya pisang, Rp1.200.000 yang didapatkan oleh Walikota Singkawang, Tjhai Chui mie.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri pengurus vihara di Malaysia. Sempat dilakukan cinderamata antara Pemangkat dan Malaysia.(*)

Berita Terkait