Melihat Kreasi Payung Bekas Siswa Kembayan

Melihat Kreasi Payung Bekas Siswa Kembayan

  Selasa, 19 March 2019 09:27
KREATIVITAS Wabup Sanggau, Yohanes Ontot menggunakan payung hasil kreativitas siswa di Kembayan dalam memanfaatkan barang bekas. (Istimewa)

Berita Terkait

 

Diapresiasi, Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

 

Para siswa sengaja dibiarkan menuangkan kreativitas untuk membuat kerajinan tangan sesuai imajinasi dan kemampuan mereka. Hal ini dilakukan sekaligus menggali kreativitas anak-anak muda Kembayan agar lebih berdaya di masyarakat.

 

Sugeng, SANGGAU

 

HASILNYA, lumayan. Sebuah kreasi paying yang unik. Karena bagaimana pun, keterampilan menjadi salah satu yang dibutuhkan oleh generasi masa depan Indonesia. Seperti halnya yang ditunjukkan para siswa di Kembayan. Kerajinan tangan dengan memanfaatkan kertas dan rangka payung yang sudah difungsikan untuk melukis sesuai imajinasi mereka.

‘’Kreasi yang unik. Memanfaatkan barang bekas, kemudian menggunakan bahan yang bisa didaur ulang seumpama kertas, untuk membuat sebuah kerajinan yang unik. Syukur-sukur nantinya bisa bermanfaat ekonomi,’’ ujar salah seorang siswa.

Camat Kembayan, Inosensius Nono mengatakan para siswa ini sengaja dibiarkan menuangkan kreativitas untuk membuat kerajinan tangan sesuai imajinasi dan kemampuan mereka. 

Hal ini dilakukan sekaligus menggali kreativitas anak-anak muda Kembayan agar lebih berdaya di masyarakat.

"Kami akan menilai dan memberi apresiasi kepada kelompok siswa yang berhasil membuat kerajinan tangan unik. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang kreasi bagi siswa," ujarnya belum lama ini.

Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot memberi apresiasi berbagai kreativitas yang dilakukan siswa di Sekolah Menengah Pertama di Kembayan, dengan membuat payung hasil dari kerajinan tangan mereka sendiri.

"Tentunya ada kebanggan tersendiri dari pelajar dengan hasil kerajinan yang bagus. Selain bisa dipamerkan saat ada festival daerah, ini juga dapat mengurangi penanggulangan sampah dengan mendaur ulang dan menjadikannya sebagai kerajinan yang punya nilai seni tinggi di masyarakat," ungkapnya.

Kesimpulan, sebaiknya handycraft yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Sehingga, kalau pun sudah menjadi limbah akan cepat menyatu ke tanah, dan tidak menggangu ekosistem yang ada.

Ia mengharapkan agar siswa terus meningkatkan kreativitas dan tidak berhenti begitu saja. Buatlah kerajinan yang berasal dari barang bekas lainnya dan punya nilai jual yang tinggi dan para pelajar pun dapat merasakan manfaatnya tak hanya untuk diri sendiri tetapi masyarakat luas.

‘’Harus kreatif. Membuat segala sesuatu yang dibutuhkan dengan barang bekas, namun tetap dibutuhkan. Artinya bisa bermanfaat secara ekonomi. Dan kalau yang seperti itu, jelas dibutuhkan sebuah karya yang menari dan memiliki nilai jual,’’ ujarnya lagi.  (*)

Berita Terkait