Melihat Aktivitas IOF Vespa Lovers Pontianak

Melihat Aktivitas IOF Vespa Lovers Pontianak

  Senin, 2 July 2018 10:39
RIAM BUDI: Peserta touring IOF Vespa Lovers Pontianak sedang menikmati segarnya air terjun Riam Budi yang terletak di Dusun Riam Pelayo, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Berita Terkait

Berwisata Sambil Pererat Tali Persaudaraan Sesama Penggemar Vespa

Asyiknya berwisata sambil bervespa. Begitulah kira-kira yang dirasakan peserta Touring IOF Vespa Lovers Pontianak saat mengunjungi Air Terjun Riam Budi di Kabupaten Bengkayang.

ARIEF NUGROHO, Bengkayang

PAGI itu, Sabtu (30/06) tepat pukul 06.00 wib, tidak kurang dari 50 vespa berbagai jenis berkumpul untuk melakukan breafing, persiapan perjalanan menuju Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang,  dengan menempuh jarak sekitar 229,4 kilometer.

Dalam breafing, puluhan peserta ini dibagi menjadi tiga kelompok atau group. Masing-masing kelompok dipimpin oleh satu road captain,  Sweeper dan mechanic.  Pukul 07.30 wib, perserta pun berangkat menuju destinasi yang sudah disepakati, yakni Riam Budi yang terletak di Kabupaten Bengkayang. 

Untuk menuju Kabupaten Bengkayang, peserta touring melewati jalan lintas poros tengah, yakni Jalan Anjungan-Bengkayang. Jalur yang berkelok disertai tanjakan dan turunan, membuat peserta touring harus berhati-hati mengendalikan kendaraannya. 

Sekitar lima jam perjalanan, peserta touring pun tiba di Kota memiliki julukan Kota Sembalo itu. Mereka pun singgah untuk beristihat sekaligus santap siang. 

Sesaat kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Singkawang dengan melintasi jalur bukit Vandering. Namun sebelumnya, peserta touring menyempatkan singgah di sebuah air terjun Riam Budi, yang terletak di Dusun Riam Pelayo, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang.  

Riam ini cukup memberikan kepuasaan tersendiri bagi peserta touring. Maklum saja, perjalanan yang kami tempuh lumayan jauh.  Sebagian dari kami pun mandi di bawah derasnya air yang turun dari ketinggian sekitar lima meter. Rasa letih dan panasnya cuaca siang itu mendadak sirna. 

Namun keindahan alam Riam Budi masih belum didukung dengan sarana infrastruktur yang memadahi. Jalan untuk menuju ke sana menglami kerusakan yang cukup parah. Bahkan ada beberapa vespa pun mengalami kendala saat melintasi jalur tersebut. 

Namun begitu, riam ini sangat cocok untuk lokasi camping atau pun bagi mereka yang hobi fotografi. 

Usai menikmati keindahan Riam Budi, kami pun bersiap melanjutkan perjalanan. Siang itu hujan turun begitu derasnya. Namun tidak menyurutkan semangat kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Singkawang, kota yang memiliki julukan kota seribu klenteng itu. 

Untuk menuju ke sana, kami pun melintasi jalur Bukit Vandering. Bukit yang biasa disebut vandering hill atau pendereng, mendereng dan lain sebagainya.

Jalur di bukit ini berkelok dimana jalur dengan ruas jalan yang cukup sempit. Bahkan sebagian orang menyebutnya dengan "Jalur Neraka". Nama vandering sendiri merupakan nama seorang jenderal Belanda yang dikenal kejam pada masa itu. 

Bahkan, menurut cerita rakyat, banyak misteri-misteri yang ada di bukit ini, hampir setiap orang jika melewati bukit ini mempunyai perasaan atau aura yang bisa dibilang negatif.  

Pertama, bukit vandering dikenal dengan fatamorgana yang sering mencelakai pengendara, baik pengendara motor maupun mobil. 

Saat melintasi jalur ini, kami sedikit khawatir karena sepanjang perjalan hujan terus mengguyur. Tidak sedikit dari vespa kami yang mengalami masalah. Namun, perjalanan tetap mengasikan. "Seumur-umur baru kali ini saja lewat Vandering," ujar Novel (48), salah satu peserta touring.   

Selain memperkenalkan tempat wisata, touring IOF Vespa Lovers Pontianak juga melakukan bakti sosial mengunjungi Rumah Sakit  Alverno Singkawang. 

"Jadi tujuan dari touring ini selain ajang silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan sesama penggemar vespa, juga untuk membuktikan bahwa Kalbar aman paska Pilkada. Selain itu juga memupuk kepedulian terhadap saudara kita yang kurang beruntung dengan baksos ke RS Alverno Singkawang. Kita harapkan event-event positip seperti ini dapat dilakukan sesering mungkin,"kata Bruder Stepanus Paiman OFM Cap, penanggungjawan kegiatan. (**) 

Berita Terkait