Melaju hingga Top 35

Melaju hingga Top 35

  Selasa, 18 December 2018 11:29
Robinto // Finalis Deustchland sucht den Superstar 2018

Berita Terkait

Awal 2018 Indonesia diramaikan dengan berita Robinto. Pemuda asal Kalbar ini meraih golden tiket di ajang Deustchland sucht den Superstar 2018 ( DSDS 2018) atau German Idol 2018. Dia berhasil melaju hingga Top 35. Berikut kisah pria asal Landak ini yang juga berkuliah dan bekerja sebagai perawat di Jerman. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Robinto dikenal dengan nama panggung Robinto Bento. Ia menjadi buah bibir pada Januari 2018. Nama Robinto Bento pun dikenal seantero Indonesia. Semua karena keberhasilannya lolos ke babak selanjut di ajang pencarian bakat menyanyi  Deustchland sucht den Superstar 2018 ( DSDS 2018) atau German Idol. 

Saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (15/12), Robinto tak segan berbagi pengalaman hidupnya. Robinto menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Kesehatan Universitas Islam Asyafiiyah, Jakarta. Ketika itu dia nekat berangkat ke Jakarta untuk berkuliah. Pria kelahiran Saburayang pada 15 Desember 1992 ini hanya membawa uang Rp4 juta saat datang ke ibu kota Indonesia.

Demi bisa bertahan hidup, Robinto Bento rela menjadi pengamen. Seringkali ia mengamen di beberapa titik, termasuk tempat wisata Kota Tua. 

“Selain mengamen, saya juga aktif mengikuti teater untuk bertahan hidup, walaupun sebenarnya saya mendapatkan bantuan sponsor pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” ujarnya.

Saat mengamen itulah dia bertemu dengan keluarga turis dari Jerman, yang kini menjadi orang tua angkatnya. Perjumpaan terjadi di Kota Tua. Dari keluarga tersebut Robinto mendapat informasi mengenai Jerman. 

Ketika ada pembukaan program Aupair, pertukaran Budaya Indonesia dan Jerman, Robinto mendaftarkan diri. Tak disangka, ia berhasil mengikuti program home stay di Jerman selama enam bulan.

“Ketika mengikuti program tersebut, saya tinggak di rumah keluarga angkat yang saya temui saat mengamen,” tutur Robinto Bento. 

Setelah program selesai, dia kembali ke Indonesia. Kemudian, Robinto kembali mendaftar untuk bisa mengenyam pendidikan di Jerman. Namun, ijazah yang dimilikinya belum diakui di Eropa. Robinto harus mengikuti penyetaraan pendidikan terlebih dulu. Kini, ia sedang memasuki semester akhir penyetaraan pendidikan Bachelor of Nurse di Jerman. Rencananya, ia akan melanjutkan pendidikan di bagian Quality Medical Management di salah satu perguruan tinggi di Munchen. 

“Kini, saya juga sudah diterima menjadi pegawai di salah satu rumah sakit pemerintah Jerman,” jelasnya. 

Keikusertaan Robinto dalam ajang Deustchland sucht den Superstar 2018 ( DSDS 2018) atau German Idol 2018 berawal dari Passau, salah satu kota di Buyern. Sepulang dari sana, ia tak sengaja melihat iklan kompetisi tersebut di internet. Robinto pun tertarik untuk mengikutinya. 

Terlebih beberapa orang Indonesia yang juga sempat mengikuti kompetisi di luar negeri seperti Eirene (Switzerland’s Got Talent), serta Ada & Fia (Britain’s Got Talent) turut menginspirasinya.

Banyak persiapan yang dilakukan Robinto untuk mengikuti audisi. Tahapan yang dilaluinya sangat berbeda dengan tayangan di televisi. Ia harus melewati empat sampai lima kali seleksi, sebelum akhirnya berhadapan langsung dengan juri. Robinto Bento cukup gugup saat melakukan audisi secara langsung dihadapan juri. Apalagi saat itu ia baru tinggal beberapa bulan di Jerman. Namun, niat dan tekad bulat membuatnya tampil sangat prima dan memberi kesan di mata juri. 

“Di ajang tersebut, saya membawakan lagu Bring Him Home yang dinyanyikan Josh Groban. Kebetulan genre musik saya lebih mengarah pada klasik. Josh Groban juga menjadi penyanyi panutan saya, selain Celine Dion dan Andrea Bocelli,” ungkapnya. 

Robinto merasa senang dan terharu saat berhasil meraih golden tiket. Apalagi peserta audisi sangat banyak dan tak hanya dari Jerman. Ada dari Afrika, Austria, Switzerland, Nepal, dan lainnya. Dan, saat itu, peserta dari Indonesia bukan hanya Robinto. Ada dua orang lainnya. Tetapi, tak terlalu diekspos seperti dirinya. Pencapaian Robinto cukup baik. Dia berhasil meraih posisi Top 120 dan Top 50. Namun, harus berakhir di Top 35. Gugurnya Robinto Bento di Top 35 dikarenakan dirinya tak terlalu mengenal lagu dibawakan, yakni lagu ‘Maria’ dari Ricky Martin. Robinto Bento mengaku lagu tersebut cukup susah dibawakan karena berbahasa Spanyol. Ada rasa sedih karena gagal mencapai tahapan selanjutnya. Terlebih, dukungan yang didapatkan Robinto Bento sangat luar biasa, baik dari masyarakat Kalbar, masyarakat Indonesia, teman-teman dari komunitas Indonesia yang ada di Eropa, serta teman-temannya di Jerman. 

Kini Robinto Bento ingin melanjutkan pendidikan di Jerman. Ia tak akan berhenti mengejar mimpi-mimpi yang telah dirajutnya. Apalagi, tujuan utamanya ingin merasakan kompetisi, sistem belajar, dan kualitas pendidikan yang diterapkan di Jerman. Ia harus benar-benar fokus untuk menyelesaikan Bachelor of Nurse dan mengejar mimpi melanjutkan program master agar bisa membantu keluarga kedepannya. 

“Mendukung adik-adik juga agar bisa mendapatkan pendidikan layak dan berkesempatan melanjutkan di Eropa. Saat ini saya harus semangat mengenyam pendidikan dan bekerja,” pungkasnya. **

Berita Terkait