Media Sosial Mengubah Segalanya

Media Sosial Mengubah Segalanya

  Minggu, 31 December 2017 08:45   582

Oleh William Chang

DISKURSUS tentang dunia komunikasi tak terlepas dari pengaruh media sosial atau medsos yang sedang mengalami revolusi seiring dengan perubahan dunia. Cara-cara biasa untuk melakukan sebegitu banyak hal sedang mengalami perubahan. Semula manusia berkomunikasi lewat suara (voice), kemudian lewat tulisan (text), dan menyusul image (gambar). Alat-alat elektronik yang digunakan untuk menyampaikan bentuk-bentuk informasi di atas adalah telepon (suara), komputer (tulisan) dan televisi (gambar). Dari waktu ke waktu jaringan komunikasi kian luas dan lebar. Sarana yang digunakan pun semakin canggih.  (Willson and Squibb, 1986: 1-3).
Menurut Salter (2016: 44-58), raja media Rupert Murdoch, yang disitir dalam Wired Magazine dengan kembali ke bulan Juli 2006, tentang ‘menemukan sesuatu yang bisa dibandingkan, Anda harus kembali 500 tahun kepada pers percetakan –kelahiran media massa... Teknologi telah menggeser kuasa para editor, penerbit, kemapanan, kaum elite media. Sekarang adalah saatnya masyarakat yang mengambil alih kontrol.’
Setengah abad yang lampau media terdiri dari surat kabar, majalah, siaran televisi dan radio dan yang lain masih sedikit. Sekarang Anda bisa juga melengkapinya dengan televisi berkabel, multimedia digital file, jaringan-jaringan sosial, televisi satelit, internet, internet mobil, pesan lewat teks, blog, dan perangkat medsos modern seperti websites, facebook, twitter. Pembentukan jaringan komunikasi terus berkembang. Lalu, bagaimana dengan keadaan 20-30 tahun mendatang?
Kebudayaan medsos terus berubah. Manusia cenderung membentuk kelompok-kelompok komunikasi dengan kesamaan latar belakang, pendidikan, budaya, visi-misi, dan kepentingan. Ibarat jamur tumbuh di musim hujan, lingkaran baru medsos terus bermunculan. Mereka yang terjun dalam bidang bisnis atau kewirausahawan lebih lincah menggunakan medsos untuk mengembangkan usahanya. Kantor seseorang bukan lagi dalam sebuah ruang tertutup, tetapi kantor itu berada dalam laptopnya. Online business termasuk salah satu wujud usaha manusia yang menggunakan medsos secara kreatif. Ajang bisnis menjadi semakin luas melalui bantuan kemajuan medsos.
Statistik tentang pembaca surat kabar Guardian menunjukkan bahwa sidang pembaca berita elektronik jauh lebih banyak daripada pembaca surat kabar cetakan. Dalam bulan Juli 2013 jumlah cetakan Guardian berkisar 189.000 eksemplar. Sedangkan edisi online Guardian termasuk yang ketiga terbesar sedunia hingga Juni 2012, gabungan edisi cetak dan online mencapai sekitar 9 juta pembaca. Selain itu berita melalui jaringan online bertahan lebih lama daripada berita cetakan. Dari data ini tampak bahwa surat kabar elektronik melalui medsos modern lebih sanggup menjaring pembaca daripada surat kabar cetakan.
Sebenarnya yang sedang terjadi sekarang dalam dunia medsos bukan hanya revolusi teknologi, melainkan suatu penggeseran nilai dan isi kultur masyarakat dari kawasan terpencil hingga ke kota-kota metropolitan. Relasi antarpribadi dalam bentuk pertemuan langsung mulai tergeser. Anggota keluarga serumah berhubungan dengan WA. Seakan-akan mereka tidak bisa langsung berjumpa dan berbicara langsung. 
Dewasa ini sebagian besar manusia sangat sulit hidup dengan tenang tanpa medsos digital. Medsos menjadi sarana perjumpaan antarpribadi. Masyarakat modern tidak lagi hanya mau menjadi pembaca, tetapi mereka ingin menjadi pembaca yang bisa berinteraksi dengan penulis dan sidang pembaca lain. Kemajuan dalam bidang medsos telah mengubah sistem pola pikir, cara berbicara, dan gaya bertindak manusia.
Kesadaran akan pengaruh dan dampak medsos mengundang manusia untuk membentuk sikap yang lebih bijaksana, cermat, dan bertanggung  jawab dalam menggunakan medsos. Apa pun yang dikomunikasikan lewat medsos akan menjadi bahan konsumsi umum. Batas-batas privacy acap kali dilanggar dan bahkan luput dari perhatian. 
Tak terpungkiri apa yang dikatakan oleh ‘bapak internet’, Tuan Tim Berners-Lee tentang gagasan Web sebagai interaksi antarmanusia adalah sungguh-sungguh apa yang dikatakan tentang Web. Web adalah apa yang dirancang seperti sekarang, sebagai suatu ruang kerja sama di mana manusia bisa saling berinteraksi. 
Jumlah yang dikutip oleh sumber-sumber penelitian tentang statistik Web memang menakjubkan. Hingga akhir tahun 2014 diperkirakan bahwa dalam kawasan pengguna internet online sebanyak tiga miliar orang dengan 290 bahasa (www.internetworldstats.com). Proses google melampaui 40.000 pertanyaan penelitian setiap detik atau 1,2 triliun penelitian per tahun (www.internetlivestats.com). 
Google diangkat menjadi semacam “malaikat” dalam dunia informasi. Wikipedia memiliki lebih dari 4,9 juta artikel dalam bahasa Inggris dan dipublikasi secara online dalam 2.902 bahasa (www.wikipedia.com). YouTube merebut 4 miliar orang yang melirik  per hari (www.expandedrambling.com). Setiap detik sekitar 6.000 cicitan pada Twitter, yang berhubungan dengan 200 miliar cicitan per tahun (www.expandedramblings.com). Dalam perempatan tahun pertama terdapat lebih dari 600 juta pengguna aktif facebook (www.expandedramblings.com). 
Dewasa ini dengan sangat mudah seseorang yang berada dalam kamar kerjanya dapat berkeliling dunia dan mengetahui keadaan apa pun yang sedang melanda dunia. Banyak bisnis sedang berlangsung melalui dunia maya. Sistem pembelian dan pembayaran melalui dunia medsos sudah sangat biasa. Pasar bisnis tidak hanya terbatas pada daerah tertentu, namun sudah bisa menjelajah seluruh dunia. Medsos telah merobohkan tembok-tembok penyekat dan pemisah umat manusia. Dunia yang sebelumnya terkotak-kotak dan berbelah-belah (dunia pertama, kedua, dan ketiga) sekarang mulai berubah menjadi dunia yang semakin utuh dan saling tergantung.
Pemikiran cerdas Jack Ma telah menggunakan jasa medsos untuk menghimpun jaringan bisnis terbesar sedunia. Dia berusaha membangun jejaring melalui jasa medsos. Hingga 2017 dia dianggap sebagai orang terkaya sedunia. Pada tahun 2016 dengan jasa medsos dan jaringan kerja sama yang sistematik dia telah mengumpulkan hasil bisnis sebesar 500 miliar dollar AS. Jumlah sebesar itu bisa diperoleh lewat medsos. Penggunaan medsos yang disertai dengan kejujuran, trust,keberanian, dan tanggung jawab akan mendatangkan perbaikan dalam hidup manusia.
Namun, medsos belakangan ini telah disalahgunakan untuk memenuhi kepentingan individual dan kelompok. Mafia dalam bidang medsos berusaha menipu dan membohongi orang lain yang gaptek. Tertangkapnya sindikat penyedot kekayaan pejabat korup Taiwan dan Tiongkok di Surabaya, Bali, dan Jakarta mengingatkan kita bahwa telah muncul kelompok pembohong dan penipu berkelas dunia. Di samping itu, kasus pembobolan rekening orang lain melalui medsos pun sudah lazim terjadi belakangan ini. Keadaan ini mengundang kita untuk bersikap hati-hati dalam menggunakan medsos sehingga tidak terjebak atau terperangkap oleh aneka sindikat yang merugikan orang lain. Kehati-hatian dan kewaspadaan dalam penggunaan medsos terasa penting dalam dunia modern ini. (*)