Media Sosial & Dunia Kerja

Media Sosial & Dunia Kerja

  Senin, 11 March 2019 08:57

Berita Terkait

Saat ini penggunaan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kehadirannya memberi kemudahan untuk saling bertukar informasi. Bahkan, media sosial juga berperan penting dalam dunia kerja.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Hampir seluruh instansi swasta maupun pemerintah memiliki akun media sosial, mulai dari blog, microblog, photo sharing, video sharing hingga chat messenger.  Tujuannya untuk memperkenalkan perusahaan di khalayak umum dan sebagai sarana memberikan informasi.

Media sosial memiliki peranan cukup penting dalam dunia kerja. Terlebih lagi jika dimanfaatkan secara positif. Psikolog Ghulbuddin Himamy, M.Psi mengatakan media sosial yang dimanfaatkan secara positif dapat membantu perusahan dalam menyalurkan informasi kepada bawahannya. Media sosial juga memudahkan komunikasi dan sarana berdikusi. 

Meski memiliki sisi positif, kehadiran media sosial ini juga memberikan beberapa dampak negatif, jika tidak dikelola atau digunakan dengan bijaksana. Salah satunya dapat dijadikan sebagai ajang pelarian karyawan pada saat bekerja, yang bisa menganggu produktivitas.

"Media sosial dapat memudahkan komunikasi," kata Ghulbuddin. 

Menurut Dosen IAIN Pontianak ini, media sosial memiliki peran dalam karier seseorang. Bisa berperan sebagai jembatan komunikasi antara individu satu dengan yang lain. 

Ghulbuddin menuturkan individu satu dengan lainnya dapat membangun sebuah kerja sama meski tidak bertemu dengan tatap muka langsung. 

"Kerja sama dapat dilakukan secara online sehingga memudahkan kerja sama antara satu dengan yang lain," ujar Ghulbuddin. 

Ia menambahkan media sosial juga berperan sebagai wadah tersedianya informasi baru tentang dunia yang dapat di akses atau djelajahi secara singkat. 

"Jadi tanpa harus pergi ke lokasi tersebut," ungkapnya.

Dosen Poltekkes Kemenkes ini berpendapat setiap karyawan wajib memiliki media sosial. Sebab, peran media sosial juga sangat penting untuk para karyawan.

"Tidak dapat dipungkiri untuk mengikuti perkembangan zaman sekarang ini maka setiap karyawan wajib memiliki sosial media," ujar Ghulbuddin. 

Kendati demikian, dia mengingatkan penggunaan media sosial harus tepat sasaran agar dapat membantu peningkatan karier seseorang. 

"Supaya tepat sasaran kita harus menggunakan media sosial sesuai dengan kebutuhan kerja," katanya. 

Ghulbuddin menambahkan informasi yang diperoleh dari media sosial harus disaring sebelum disebarkan.

"Kita juga harus menyaring Informasi yang didapat kemudian menyebarkan informasi tersebut secara baik dan benar terhadap orang lain," paparnya. 

Ghulbuddin berpendapat ada beberapa hal-hal yang harus dipertegas dalam penggunaan media sosial bagi karyawan. 

"Penggunaan media sosial dengan ranah pekerjaan dibatasi dengan waktu dan penggunaannya. Media sosial hanya boleh digunakan hanya sebatas hubungan intrapersonal atau antara individu," jelasnya.**

Berita Terkait