Masyarakat Bantu Evakuasi Pengungsi

Masyarakat Bantu Evakuasi Pengungsi

  Jumat, 22 January 2016 10:01
NGUNGSI: Warga mempawah membantu menangani pengunsi warga Gafatar yang pingsan.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Tokoh Masyarakat Mempawah, H. Dudung menghimbau seluruh pihak agar tidak terprovokasi dengan tanggapan negatif yang ditujukan kepada masyarakat Mempawah pasca pengusiran kelompok Gafatar beberapa waktu lalu. Agar tidak terjadi perpecahan dilingkungan masyarakat.“Kita minta agar masyarakat tidak merespon dan terpancing dengan tanggapan negatif dari pihak luar yang beredar di media sosial maupun televisi. Kita tidak mau hal ini hanya akan menimbulkan perpecahan dikalangan masyarakat Mempawah,” seru Dudung, Kamis (21/1) di Mempawah.

Dia pun mengingatkan agar pihak-pihak diluar sana tidak membuat pernyataan-pernyataan negativ yang dapat memancing kemarahan masyarakat Mempawah. Sehingga dikhawatirkan dapat memperkeruh stabilitas situasi dilingkungan masyarakat pasca insiden pengusiran tersebut. “Kami menyesalkan sikap orang-orang diluar sana yang mengecam negatif terhadap masyarakat Mempawah. Sedangkan fakta dilapangan sendiri tidak seratus persen benar seperti yang ditudingkan,” sesalnya.

Dudung menyebut pada insiden pengusiran tidak semua masyarakat bertindak anarkis terhadap warga Gafatar. Sebab, banyak juga masyarakat yang justru menolong proses evakuasi terhadap orang maupun barang warga Gafatar baik di Dusun Moton Asam maupun Desa Pasir.“Bahkan, ada masyarakat yang membantu menyiapkan kendaraan untuk memperlancar proses evakuasi pengungsi. Masyarakat juga membantu evakuasi orang dan barang-barang pengungsi agar tidak menjadi korban dalam insiden itu,” tegasnya.

Bukan itu saja, masih menurut Dudung, pihaknya juga memberikan pelayanan yang maksimal dalam menangani pengungsi yang cidera. Sebelum dimasukan ke lokasi penampungan, pengungsi yang cidera terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.“Ketika itu ada pengungsi yang mengalami luka akibat desak-desakan dan terjepit, termasuk ada pula yang pingsan. Kita berikan penanganan dengan membawa ke rumah sakit untuk diobati sebelum dibawa ke tempat penampungan. Fakta ini membuktikan masyarakat Mempawah juga berempati terhadap nasib para pengungsi,” nilainya.

Terkait aksi massa, menurut Dudung disebabkan perilaku kelompok warga Gafatar itu sendiri yang cenderung menutup diri dan enggan bergaul dengan masyarakat. Ditambah lagi dengan informasi yang disampaikan televisi terkait sepak terjang kelompok Gafatar sebagai organisasi terlarang.“Mereka menutup diri dan tidak mau bersosialisasi kepada masyarakat Mempawah. Sehingga menimbulkan beragam prasangka dan asumsi yang negatif. Kalau mereka kemarin berbaur dan mengikuti adat istiadat masyarakat Mempawah, mungkin tidak akan menimbulkan tudingan negative,” pungkasnya.(wah)

Berita Terkait