Masuk Kebun Warga, Dua Orangutan Ditranslokasi

Masuk Kebun Warga, Dua Orangutan Ditranslokasi

  Sabtu, 21 July 2018 10:26
ILUSTRASI

Berita Terkait

KUALA TOLAK – Dua orangutan dipindahkan ke Bukit Daun Sandar, Desa Teluk Bayur, Resort Sempurna, Kawasan Tamana Nasional Gunung Palung. Induk dan bayi orangutan tersebut dipindahkan dari kebun milik warga di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara pada Sabtu (14/7) lalu.

Transpokasi tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari Taman Nasional Gunung Palung, BKSDA Kalbar, Yayasan IAR Indonesia, dan Satgas Konservasi PT Kayung Agro Lestari. Upaya translokasi dilakukan berdasarkan laporan BKSDA Kalbar dan Yayasan IARI yang telah memonitor keberadaan orangutan tersebut April hingga Juli 2018.

Tak hanya dua, berdasarkan hasil pemantauan, ditemukan ada lima individu orangutan yang berada di sekitar perkebunan masyarakat. Pada hari Sabtu (14/7) dilakukan rescue terhadap dua individu orangutan. "Kedua individu tersebut terisolir akibat fragmentasi habitat yang disebabkan kebakaran hutan tahun 2015 dan berpotensi konflik dengan masyarakat, karena berada di areal perkebunan masyarakat," kata Kepala Balai TN Gunung Palung, M. Ari Wibawanto.

Dia menjelaskan, kedua orangutan yang diberi nama Mama Re yang diperkirakan berusias 35 tahun dan Baby Re yang baru berumur 10 bulan itu, dilaporkan memakan buah rambutan, cempedak, dan memasuki kebun masyarakat di Desa Kuala Satong. Penyelamatan dan translokasi ke tempat lain dianggap mereka perlu untuk dilakukan, demi menghindari konflik dan menjaga keselamatan kedua individu orangutan tersebut.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, upaya penyelamatan dilakukan dengan cara pembiusan. Hasil pengecekan tim medis menyatakan kesehatan kedua individu tersebut dalam kondisi sehat sehingga bisa langsung ditranslokasikan.

Kedua orangutan tersebut ditranslokasikan ke Bukit Daun Sandar, Desa Teluk Bayur, Resort Sempurna, Kawasan TN Gunung Palung. "Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan kepadatan populasi orangutan yang masih rendah, ketersediaan pakan yang cukup dan adanya pembatas alami berupa sungai sehingga diharapkan keamanan dan kesejahteraan orangutan dapat terjaga," jelasnya.

Selain daya dukung lingkungan, status kawasan sebagai Taman Nasional akan menjamin keberadaan orang utan. Ditambah lagi dengan komitmen masyarakat untuk ikut serta menjaga keberadaan orangutan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

"Kami sudah mendapat laporan dari BKSDA Kalbar dan Yayasan IARI terkait orangutan yang berada di areal perkebunan masyarakat. Berdasarkan laporan tersebut, kami bersama Yayasan IARI telah melakukan survei untuk menentukan lokasi yang layak untuk translokasi orangutan yang terjebak di kebun masyarakat," ujarnya.

Hasil survei menunjukkan Bukit Daun Sandar yang berada di Resort Sempurna layak untuk dijadikan lokasi translokasi. Upaya translokasi yang sudah dilakukan merupakan kolaborasi Balai TNGP, BKSDA, Yayasan IAR Indonesia, dan PT Kayung Agro LestarI dan Aparat Desa Setempat, sebagai bentuk respon cepat penyelamatan irangutan di luar kawasan konservasi yang terancam karena konflik dengan manusia.

"Kami juga mengapresiasi komitmen dan kepedulian masyarakat untuk ikut serta membantu menjaga keberadaan orangutan," paparnya. (afi)

Berita Terkait