Maskapai Mulai Turunkan Tarif

Maskapai Mulai Turunkan Tarif

  Minggu, 19 May 2019 09:12
CHECK IN: Sejumlah calon penumpang melakukan check-in di konter salah satu maskapai penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam. Sejak kemarin, maskapai penerbangan mulai menurunkan harga tiket sesuai dengan aturan baru. DOK

Berita Terkait

Hari Pertama Penerapan TBA Baru

JAKARTA – Kemarin (18/5) merupakan hari pertama penerapan Keputusan Menteri Perhubungan nomor 106/2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Maskapai diberi waktu dua hari untuk melakukan penyesuaian pasca aturan itu ditandatangani.

Dari pantauan di beberapa situs penjualan tiket, sudah ada penyesuaian harga mengikuti TBA baru. Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan bahwa Lion Air Grup tidak menjual tiket di bawah koridor aturan Kemenhub. ”Kami telah menghitung dan memberlakukan secara bijak,” katanya kemarin (18/5).

Dia menegaskan bahwa harga tiket yang dijual sudah digabung dengan komponen lain. Dalam tiket sekali terbang yang dijual, akan ditambahkan pajak sebesar 10 persen dari harga dasar. Selain itu, ada juga iuran wajib untuk asuransi Jasa Raharja. Tambahan lainnya merupakan harga Passenger Service Charge (PSC) atau pajak bandara.  ”Besarnya berbeda-beda sesuai dengan bandar udara di masing-masing kota,” ujarnya. 

Dengan adanya penurunan  TBA ini, Danang menyatakan bahwa Lion Air Group berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Dengan adanya penurunan tarif tidak berarti mengurangi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

 ”Kami akan selalu memantau dan melakukan evaluasi sehingga aspek keadilan yang menjadi dasar dari aturan tersebut akan terlaksana dengan baik," ujarnya. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti memberikan apresiasi kepada maskapai yang telah menjalankan KM 106/2019.

Dia menyatakan akan memantau harga tiket. ”Evaluasi dilakukan setidaknya tiga bulan sekali atau jika ada peribahan yang mempengaruhi operasional penerbangan,” bebernya. Agar meringankan biaya operasional, maka Polana menyarankan agar ada efisiensi. Tindakan penghematan bisa berasal dari operasional pesawat udara di bandara.

Selain itu, efisiensi juga dilakukan pada jam operasi pesawat dengan cara meningkatkan OTP (on time performance) sehingga terjadi efisiensi penggunaan bahan bakar. Meski demikian, dia mengingatkan agar maskapai tetap menjaga aspek keselamatan.

Dia pun meminta masyarakat untuk mempelajari aturan baru tersebut sehingga memahaminya dan tidak timbul hal-hal negatif. Masyarakat juga bisa berperan dalam melakukan pengawasan harga. Jika terjadi penyimpangan maka masyarakat bisa melaporkan ke Ditjen Perhubungan Udara.

Seperti diberitakan, Kementerian Perhubungan pada Kamis (16/5) mengumumkan tarif baru penerbangan. Susunan tarif itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Maskapai diberi waktu dua hari untuk menyesuaikan dengan aturan baru tersebut.

Kendati ”judul” regulasi itu hanya menyebutkan TBA, di dalamnya juga diatur tentang tarif batas bawah (TBB). Beberapa rute yang selama ini dikenal padat terlihat mengalami penurunan TBA dan TBB. Untuk jurusan Denpasar–Jakarta (CGK), misalnya. Sesuai aturan sebelumnya, yakni KM 72/2019, TBA-nya Rp 1.651.000 dan TBB Rp 578.000. Dalam aturan baru menjadi Rp 1.431.000 dan Rp 501.000.

Begitu juga untuk penerbangan jurusan Jakarta (CGK)–Surabaya atau sebaliknya. Semula TBA Rp 1.372.000 dan TBB Rp 480.000. Kini TBA menjadi Rp 1.167.000 dan TBB Rp 408.000.  (lyn)

 

Berita Terkait