Masalah Zonasi Penerimaan Siswa Baru Rampung

Masalah Zonasi Penerimaan Siswa Baru Rampung

  Kamis, 7 June 2018 10:00
TUNTAS: Warga Dusun Antema mengikuti mediasi dengan Disdikbud Landak beserta SMPN 6 dan SMPN 1 terkait zonasi pada Selasa (5/6). foto ISTIMEWA

Berita Terkait

NGABANG – Warga Dusun Antema Desa Pahokng Kecamatan Mempawah Hulu melakukan pertemuan dengan Kepala SMPN 1 dan SMPN 6 Kecamatan Mempawah Hulu, Selasa (5/6) lalu. Pertemuan tersebut menyusul protes warga mengenai zonasi penerimaaan siswa baru. 

Pertemuan itu sendiri berlangsung di ruang pertemuan Mapolsek Mempawah Hulu, Selasa (5/6). Pertemuan yang dilakukan itu untuk membahas permasalahan sistem Zonasi penerimaan murid baru di SMP. Masalah zonasi inipun memicu masyarakat Dusun Antema Desa Pahokng yang akan menyegel SMP tersebut.

Pertemuan itu sendiri merupakan pertemuan lanjutan. Baik pihak masyarakat dan pihak sekolah sama-sama diundang Kapolsek Mempawah Hulu pada 31 Mei lalu. Adapun yang hadiri dalam pertemuan tersebut, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak, Kapolsek Mempawah Hulu, perwakilan Camat Mempawah Hulu, pengawas sekolah, Danramil, Kepsek SMP N 6 Mempawah Hulu, Wakil Kepsek SMPN 1 Mempawah Hulu, Kades Pahokng, Kepsek SDN 08 Antus dan perwakilan masyarakat Dusun Antema Desa Pahokng.

"Pertemuan yang dilaksanakan itu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat supaya mengetahui bagaimana pembagian zonasi dan apa manfaat dari zonasi yang diterapkan pemerintah," ujar Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto saat membuka mediasi.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Pendikan Dasar Disdikbud Landak, Lambertus Benny mengatakan, sistem zona yang diterapkan dalam penerimaan murid baru itu bertujuan supaya ada pemerataan jumlah murid baru disetiap sekolah. "Selain itu, mendekatkan sekolah dengan rumah, meringankan biaya transportasi siswa ke sekolah dan tujuan lainnya," jelasnya.

Menyinggung keluhan adanya sistem zonasi yang disampaikan masyarakat, Disdikbud Landak akan memanggil para Kepala SMP se Kecamatan Mempawah Hulu ke Disdikbud Landak. "Kami akan meninjau ulang sistem zonasi yang sudah diterapkan di Kecamatan Mempawah Hulu ini," janjinya.

Disamping memperjelas sistem zonasi, Disdikbud Landak juga meminta maaf apabila ada ucapan Kepala SMPN yang kurang bisa diterima oleh masyarakat, sehingga mengakibatkan timbul permasalahan yang berkepanjangan.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Disdikbud Landak, baik pihak kedua sekolah maupun masyarakat dapat mengerti dan memahami sistem zonasi penerimaan murid baru satuan pendidikan SMP. Pertemuan tersebut pun berjalan lancar dan kondusif. (mif)

Berita Terkait