Maria dan Abdul ke Grand Final Idol

Maria dan Abdul ke Grand Final Idol

  Rabu, 11 April 2018 11:00
IDOL: Finalis Indonesian Idol 2018 (dari kiri) Abdul, Maria dan Joan bernyanyi bersama penyayi Rizki Febian saat tampil pada babak Road to Grand Final Indonesian Idol di Jakarta, Senin (9/4). IMAM HUSEIN/JAWA POS

DITANTANG LAGU BERBAGAI GENRE  

JAKARTA – Grand final Indonesian Idol 2018 dua pekan lagi (23/4) menjadi milik dua kontestan termuda dan tertua musim ini. Yakni Maria Simorangkir, 16, dan Ahmad Abdul, 27. Tiket tersebut mereka raih setelah penampilan maksimal dalam babak tiga besar pada Senin malam (9/4). Maria membawakan lagu Whitney Houston yang supersulit, I Have Nothing, sedangkan Abdul menyanyikan Better Man milik Robbie Williams. 

Sudah banyak yang memprediksi bahwa keduanya paling layak ke grand final. Terlebih setelah penampilan kontestan lain, Joanita Veroni, dikritik juri. Dia dinilai tidak konsisten ketika membawakan Jailhouse Rock karya Elvis Presley. Maia Estianty bahkan menyebut Joan mendapat suntikan setiap pekan untuk menjaga stamina. ’’Kalaupun Joan menang Indonesian Idol, kuat nggak menjalaninya nanti. Penonton harus bijak juga, ya,’’ kata Maia saat itu. 

Meski sudah banyak dijagokan, Maria dan Abdul tetap kompak menyatakan bahwa hal itu tidak terduga. Mereka sama-sama mengatakan tidak punya target untuk masuk kedua besar. ’’Perjuangan menyisihkan ratusan ribu pesaing sejak audisi hingga babak spektakuler sudah sangat luar biasa,’’ tutur Maria dalam konferensi pers di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, kemarin (10/4).

Maria dikenal dengan teknik vokalnya yang bagus dan powerful. Lagu genre apa pun akan terdengar megah dan wow saat dibawakannya. ’’Tapi, itu semua nggak akan cukup kalau tanpa dukungan dan penampilan yang bagus. Jadi, saya masih harus terus berjuang,’’ kata Maria yang pernah mengikuti ajang Indonesian Idol Junior pada 2014.

Sementara itu, Abdul, pria berdarah Kupang-Aceh, punya suara yang khas. Headvoice tinggi, namun tetap enjoyable. Mengawali karir sebagai penyanyi dan musisi kafe, kini dia berubah menjadi idola dengan musikalitas yang bagus. Dia sempat dipuji Adam Levine dan The Script yang menjadi bintang tamu di Idol Senin malam lalu. 

Pada grand final nanti, Maria dan Abdul bakal ditantang membawakan beberapa lagu sekaligus. Pertama, lagu cinta ciptaan Yovie Widianto. Selanjutnya, mereka akan membawakan lagu bergenre EDM bersama seorang DJ yang belum diungkapkan. Setelah itu, mereka harus menyanyikan satu lagu berbahasa Inggris. Terakhir, mereka akan membawakan single baru berjudul Yang Terbaik.

Saat ini Maria dan Abdul masih berkoordinasi dengan tim Indonesian Idol untuk pemilihan lagu. Sebisa-bisanya keduanya berusaha mengenal lagu lebih dalam agar bisa menyanyikannya dengan baik. ’’Bagi kami, menyatu dengan lagu adalah kunci utama agar soul bisa keluar lewat suara dan penampilan,’’ kata Abdul.

Dalam franchise Idol, ada mitos yang tidak enak. Sang juara biasanya bakal kalah sukses jika dibandingkan dengan runner-up atau finalis. Di Indonesia, ada Judika (season 2), Citra Scholastika (season 6), dan Virzha (season 3) yang lebih populer daripada pemenang musim tersebut. Maria dan Abdul sudah mendengar mitos tersebut dan santai saja. 

’’Pokoknya tugas kami adalah berikan yang terbaik di saat Indonesian Idol maupun sesudahnya,’’ kata Maria. Dia menambahkan, hal biasa finalis yang tereliminasi bisa sukses dan populer. ’’Sebab, begitu seseorang masuk Indonesian Idol sebagai kontestan babak spektakuler, dia sudah punya fans yang banyak dan menjadi idola,’’ tuturnya bijak. (len/c19/na)