Mantapkan Persiapan Siaga Karhutla

Mantapkan Persiapan Siaga Karhutla

  Minggu, 17 March 2019 09:26
LATIHAN: Sejumlah anggota BPBD Kota Pontianak melaksanakan latihan simulasi memberantas karhutla yang digelar di Jalan Parit Haji Husein II, Sabtu (16/3). SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak melaksanakan latihan simulasi dalam rangka persiapan siaga hadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Jalan Parit Haji Husein II, Sabtu (16/3) siang. Diadakannya persiapan ini seiring dengan adanya potensi ancaman, sehingga BPBD melakukan upaya siap siaga memberantas karhutla.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Saptiko, mengatakan persiapan seperti ini sangat penting dilakukan. Pasalnya mereka berkaca dari kejadian karhutla tahun lalu, yang mencatat lebih dari 40 kejadian, dengan titik api di segala penjuru daerah di Kota Pontianak. Dengan itu, ia menyatakan telah mempersiapkan segala hal, mulai dari peralatan yang saat ini sudah mempuni, hingga sumber daya manusianya yang telah dilatih untuk menghadapi berbagai kondisi.

"Kita sudah siapkan semua pertama peralatan, di mana tahun kemarin hanya ada tiga mesin, sekarang kita siapkan lima mesin, (terdiri dari) dua mesin besar (dan) tiga mesin kecil. Manusianya juga telah terlatih, sehingga ketika terjadi kebakaran mereka sudah tahu, regunya siapa, tugasnya apa, dan bagaimana kerjanya sehingga bisa cepat antisipasi terhadap karhutla," ungkap Saptiko saat ditemui di lokasi latihan.

Total hingga kini BPBD Kota Pontianak sudah memiliki 20 personel yang siap berjibaku, jika terjadi karhutla. Jumlah tersebut, diungkapkan dia, belum ditambah staf BPBD, juga relawan dari luar, baik itu kelompok masyarakat maupun komunitas-komunitas yang siap membantu. Bahkan, pihaknya juga telah mengambil langkah untuk melakukan patroli sejak awal Maret, guna memastikan kondisi lingkungan yang aman dan tidak terjadi karhutla.

Lebih lanjut, ia juga membeberkan titik-titik di sekitar Kota Pontianak, yang saat ini selalu dipantau oleh BPBD Kota Pontianak. Titik-titik dimaksud yakni di ujung Jalan Parit Haji Husein II, Jalan Sungai Raya Dalam, Kelurahan Bansir Darat, Jalan Sepakat II, kawasan di belakang Universitas Tanjungpura (Untan), Jalan Padat Karya, kemudian di Kelurahan Parit Tokaya, Jalan Perdana, Parit Demang, dan Jalan Purnama II. "Untuk titik yang minim terjadi karhutla berdasarkan pantauan kami itu hanya di sekitar Pontianak Utara," ujarnya.

Sementara untuk hambatan yang kerap dialami mereka selama karhutla setiap tahunnya, yakni sulitnya mendapatkan sumber air. Namun hal tersebut saat ini diakui tidak menjadi masalah. Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan galian di parit-parit sekitar hutan, yang nantinya akan digunakan sebagai penampungan air. "Kita juga sudah buat sekat tanah, sehingga kalau nanti kesulitan air, bisa kita antisipasi. Sementara untuk hambatan yang lainnya masih belum ada sampai saat ini," ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan karhutla, untuk ikut memantau kondisi sekitar. Bagi yang berkebun, ia menyarankan untuk menggunakan media tempat pembakaran, seperti tong, drum besi, atau menggunakan alas seng.

"Masyarakat jangan malah ikut membakar. Kalau memang punya lahan mau dibakar, kalau bisa gunakan alas agar apinya tidak merembet ke tanah. Karena itu yang berbahaya dan menyebabkan karhutla," imbaunya.

Dia juga menegaskan bagi siapa pun yang melihat ada yang melakukan aktivitas pembakaran lahan dan hutan dalam skala besar, untuk tak segan melaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena perihal pembakaran hutan dan lahan, ditegaskan dia, sudah tercantum dalam Peraturan Wali Kota Nomor 55 Tahun 2018.

"Laporkan saja kalau ada yang lihat. Karena peraturannya sudah jelas dan akan diberi sanksi, bisa saja mencabut Izin Mendirikan Bangunannya (IMB) oleh PUPR. Kalau yang pengusaha perumahan bisa kita cabut izinnya," tegasnya. 

Diwawancarai terpisah, Kepala Polresta (Kapolresta) Pontianak, Kombespol Muhammad Anwar Nasir menuturkan bahwa mereka terus memonitor pencegahan karhutla di wilayah hukum Polresta. Dirinya juga mengaku, permasalahan karhutla menjadi atensi bagi pihak kepolisian saat ini.

"Kita telah memonitor  untuk melakukan pencegahan, dengan melaksanakan patroli bersama. Tentunya dengan bantuan pihak terkait," ujar Kapolresta

Mereka juga telah mengambil upaya preventif yang dilakukan dengan cara memasang spanduk-spanduk peringatan kepada masyarakat, agar tidak membakar lahan. "Personel untuk memonitor karhutla  pun sudah dibentuk untuk  melakukan patroli, bersama mencegah terjadinya karhutla,"  pungkasnya. (Sig)

 

Berita Terkait