Mangrove Tingkatkan Tangkapan Nelayan

Mangrove Tingkatkan Tangkapan Nelayan

  Kamis, 4 April 2019 11:04
ASRI: Hamparan hutan mangrove tampak asri di Pantai Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. WAHYU/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Komitmen dan kepiawaian Mempawah Mangrove Concervation (MMC) untuk menghijaukan pesisir pantai Kabupaten Mempawah semakin menunjukkan hasil yang positif. Tak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, hutan mangrove juga menjadi berkah bagi nelayan. Hasil tangkapan ikan semakin meningkat.

“Alhamdulillah sejak didirikan pada tahun 2011 silam, kami telah menanam sekitar 300 ribu pohon mangrove di kawasan pesisir pantai Kabupaten Mempawah. Salah satu lokasinya di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir,” terang Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah kepada Pontianak Post, Rabu (3/4).

Fajar mengatakan, konservasi pohon mangrove yang dilaksanakannya telah menghasilkan kawasan hutan mangrove di Desa Pasir. Bahkan, kawasan hutan mangrove tersebut telah menjadi ekowisata Mempawah Mangrove Park (MMP) yang setiap tahunnya dikunjungan ribuan orang.

“Keberadaan hutan mangrove ini tidak hanya menjadi tujuan utama kegiatan konservasi yang kami lakukan. Lebih dari itu, hutan mangrove memberikan dampak positif bagi masyarakat nelayan di Desa Pasir dan sekitarnya,” ujar Fajar.

Sebab, hutan mangrove menjadi habitat ikan, udang dan kepiting. Sehingga, keberadaan hewan laut ini dapat dimanfaatkan nelayan setempat untuk menambah hasil tangkapannya.

“Dengan adanya hutan mangrove, hasil tangkapan nelayan lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Makanya, kami katakan keberadaan hutan mangrove ini membawa berkah bagi nelayan,” ujarnya.

Dulu, lanjut Fajar, nelayan di Desa Pasir dan sekitarnya harus pergi ke wilayah laut dalam dengan jarak cukup jauh dari garis pantai untuk mendapatkan tangkapan ikan. Namun, sekarang nelayan tak perlu lagi pergi ke tengah laut, cukup dipinggiran saja sudah bisa mendapatkan hasil tangkapan.

“Sebab hutan mangrove dapat menghasilkan planton yang menjadi sumber makanan bagi ikan dan udang. Karenanya, keberadan hutan mangrove sangat penting untuk lingkungan dan nelayan,” tuturnya.

Ke depan, dia berharap konservasi mangrove di pesisir pantai di Kabupaten Mempawah dapat terus ditingkatkan. Karenanya, dia mengharapkan dukungan dan kerjasama seluruh pihak untuk bersama-sama memiliki komitmen dan tekad yang kuat untuk mengembalikan daratan yang dulunya tergerus abrasi pantai.

“Komitmen yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan mangrove. Jangan merusak apalagi menebang mangrove yang ada di sepantai pantai,” tegasnya mengakhiri. (wah)

Berita Terkait