Manfaat Volunteering bagi Fresh Graduate

Manfaat Volunteering bagi Fresh Graduate

  Senin, 4 February 2019 09:11

Berita Terkait

Volunteering merupakan kegiatan sukarela guna membantu terlaksananya suatu acara atau keberlangsungan sebuah organisasi. Ternyata, volunteering juga memiliki manfaat bagi para volunteer.  Terutama bagi para fresh graduate yang akan melamar pekerjaan.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Menurut kajian Deloitte, pengalaman kerja volunteer sangat disukai oleh para manajer. Lebih dari 2.500 manajer menunjukkan  82 persen dari para pewawancara memilih pelamar dengan pengalaman volunteer, dengan 92 persen menyetujui bahwa kegiatan volunteer membangun keterampilan kepemimpinan. Namun, hanya 32 persen pelamar pekerjaan menyebutkan pengalaman volunteer di dalam curiculum vitae.

Dosen FISIP Untan, Dr. Netty Herawati, M.Si mengatakan menyertakan pengalaman volunteering dalam curiculum vitae memiliki pengaruh cukup signifikan. Netty yakin dari sekian banyak fresh graduate, pasti banyak yang aktif menjadi volunteer semasa mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Banyak manfaat yang didapatkan para fresh graduate ini, salah satunya dapat mengembangkan hubungan sosial (human relations). 

“Hubungan sosial yang dijalani bisa menyasar siapa saja. Tak hanya pada sesama teman, kerabat, atau orang di lingkungan sekitar. Tapi, pada masyarakat luat. Hubungan sosial ini juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya. 

Selain pengembangan hubungan sosial, aktif menjadi volunteer akan memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Tak akan merasa kesulitan ketika berhadapan dengan orang yang baru ditemuinya. Dan, lebih percaya diri. Hal ini penting mengingat pelayanan jasa menjadi pekerjaan yang paling diminati saat ini. Komunikasi dan sosialisasi yang baik akan memudahkan pekerja dalam memberikan pelayanan jasa. 

Perempuan kelahiran Kota Pontianak pada 29 Oktober 1965 ini menuturkan banyak pelamar hanya mengandalkan ijazah. Padahal, dalam melamar pekerjaan diperlukan juga nilai tambah (poin), seperti halnya sertifikat olahraga dan pengalaman volunteering. Biasanya pelamar yang menambahkan sertifikat olahraga dan pengalaman volunteering akan mendapatkan nilai tambah dari perusahaan. Perusahaan beranggapan tak akan sulit membentuk karyawan yang memiliki pengalaman. 

“Pengalaman organisasi membuat karyawan lebih mudah berkomunikasi. Karyawan pun tak akan terlihat kaku dan mudah beradaptasi. Pengalaman volunteering dianggap membuat pribadi seseorang lebih sehat secara pikiran, psikologis, dan aktivitas,” tutur Netty. 

Namun, volunteering di Indonesia masih terbatas. Tak heran jika banyak yang kurang percaya diri menyertakan pengalamannya menjadi seorang volunteer di dalam curiculum vitae. Netty mengungkapkan para fresh graduate harus menyingkirkan pemikiran apakah volunteering yang dilakukannya tak keren atau tak pantas untuk disertakan saat melamar kerja. Siapapun akan menghargai pengalaman volunteering yang sudah dijalani. 

Seorang volunteer dinilai keren karena rela berkorban untuk meluangkan dan membagi waktunya untuk membantu orang lain. Ini menjadi poin perusahaan dalam memilih karyawan. Karena pimpinan perusahaan atau atasan di bagian Human Resources Departement (HRD) akan menilai dan memberikan perbandingan setiap calon karyawan yang melamar di perusahaannya saat tes wawancara. **

Berita Terkait