Manfaat Media Sosial

Manfaat Media Sosial

Minggu, 4 September 2016 09:49   1

SEPUCUK surat elektronik tertanggal 1September 2016 diterima pukul 23.34 berisi tentang ‘curhatan’ penggunaan media sosial untuk, maaf, protitusi anak, anak laki-laki yang sangat santer dibicarakan di media massa dua hari terakhir ini. Dengan nada ‘kesal’ pengirim surat menyatakan kekesalannya. Berikut  ini cuplikannya, “....pemerintah harus lebih ketat mengawasi penggunaan medsos ini agar anak-anak kita tidak menjadi rusak. Kalau mungkin tutup saja...”. Terima kasih disampaikan kepada pengirim surat elektronik ini. 

Dalam Wikipedia disebutkan alat komunikasi yang disebut dengan istilah media sosial’-‘social media’ merupakan alat berbasis media komputer yang memungkinkan orang membuat, membagi/menyebarkan, dan mempertukarkan: informasi, gagasan, isi hati, gambar, video, dalam komunitas virtual/maya serta jejaring.  Ada banyak jenis sosial media yang tersedia hingga kini dengan spesifikasi masing-masing. Namun, ada beberapa sifat yang sama: berbasis aplikasi Web 2.0 internet, isi yang diunggah menjadi ‘darah segar’ bagi ‘organisme sosial media’, serta memfasilitasi penggunanya untuk membuat jejaring sosial dengan cara menghubungkan profile-nya ke profile seseorang atau kelompok yang lain. Dalam wikipedia ini juga disebutkan bahwa wujud teknologi media sosial itu sangat banyak, di antaranya adalah: blogs, business networks, enterprise social networks, forums, microblogs, photo sharing, products/services review, social bookmarking, social gaming, social networks, video sharing, and virtual worlds.

Selain dari ‘curhatan’ dalam surat elektronik yang dikirim pembaca kolom ini di awal sajian, banyak penelitian yang menemukan dampak negatif dari keberadaan media sosial yang menyangkut privasi, informasi yang ‘berlebih-lebihan’, dan penipuan via internet. Sosial media juga mempunyai pengaruh negatif sosial, kemarahan dan kekerasan, misalnya. Media sosial juga berpengaruh pada harga diri dan nilai diri para penggunanya, ada dorongan untuk ‘menemukan’ tingkat staus sosial ‘semu’ para pengguna. 

Tara M Emmers-Sommers, Asisten Profesor Komunikasi dari Universitas oklahoma dan Profesor Komuniasi, Mike Allen, dari Universitas Wisconsin, AS, 1999, memeta-analisis pengaruh media sosial yang diterbitkan dalam jurnal Human Communication Research (HCR) 1975-1999. Mereka menyatakan bahwa penelitian-penelitian tersebut bervariasi baik dalam tema maupun ‘trend’-nya. Dalam periode awal penelitian diarahkan pada kemampuan proses, pemahaman, dan keterlibatan pengguna media sosial. Periode kedua mengarah pada fungsi media sosial sebagai sumber belajar. Periode ketiga penelitian diarahkan kepada pengaruhnya terhadap sikap dan perilaku para pengguna. Dan periode keempat penelitian mengarah pada dampak sosial dan politik penggunaan media sosial. Mereka menyarankan agar dilakukan penelitian yang mengarah pada dampak positif dari media sosial ini untuk menangani dampak negatif yang telah terlihat.

Patti M Valkenburg dan Jochen Petter, dari Universitas Amsterdam, Belanda, 2013, menyatakan bahwa sudah ada ribuan penelitian tentang dampak penggunaan media sosial baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa. mereka menyatakan, secara keseluruhan pengaruh penggunaan teknologi komunikasi media sosial ini tidak jauh berbeda dari alat komunikasi yang lain. Mereka mengusulkan sejumlah tantangan bagi penelitian ke depan. Di antaranya adalah peningkatan kualitas pengukuran dampak dari penggunaan media sosial, penemuan teori baru tentang media sosial, serta pemikiran ulang tentang paradigma penggaruh media sosial sebagai  era baru dunia media komunikasi. 

Shelley Boulianne, 2015, 36, sosiolog Universitas Grant MacEwan, kanada, 2015, memeta-analisis 36 penelitian tentang partisipasi pengguna media sosial yang terbit antara tahun 1998-2013 dalam biang kemasyarakatan dan politik. Ditemukan, ada korelasi positif antara penggunaan media sosial dengan partisipasi pada kegiatan sosial-politik penggunanya walaupun signifikansinya masih diperdebatkan. 

Penelitian terkini, mengarah pada penggunaan media sosial dalam bidang kesehatan. Williams G, Hamm MP, Shulhan J, dkk. 2013, memeta-nalaisis 22 penelitian penggunaan media sosial pada pola hidup sehat. Ditemukan bahwa pengaruhnya kecil (Effect Size = 0.13). 

Liliana Laranjo, Amael Arguel, Ana L Neves, dkk, 2014, memeta-analisis 12 penelitian pengaruh media sosial pada perubahan pola hidup sehat. Mereka menemukan bahwa pengaruhnya juga kecil (Effect Size = 0.24). 

G. Mita,  Clinoa Ni Mhurhchu, dan Andrew Jull, dari Universitas Auckland, selandia baru, 2016, memeta-analisis 16 penelitian tentang penggaruh media sosial pada penurunan faktor resiko  ‘noncommunicable diseases’ yang dilakukan sampai dengan tahun 2014 mencakup 10 711 pasien. Termyata, penggunaan media sosial tidak berbeparuh pada penurunan resiko (Effect Size = -0.14). 

Salman Y. Guraya, dari fakultas Kedokteran, Universitas Taibah,   Almadinah Almunawwarah, Saudi Arabia, 2016, memeta-analisis 10 penelitian penggunaan media sosial (Facebook, MySpace, Flickr, Twitter and YouTube) di kalangan mahasiswa kedokteran yang terbit antara 2004-2014. Ditemukan 75% mehasiswa menggunakan media sosial itu dan 20% di antaranya untuk memcari pengetahuan di bidak kedokteran dan kesehatan. Sayang, ke-10 penelitian itu tidak menelaah pengaruhnya pada performa akademis penggunanya. Disarankan agar media sosial digunakan untuk menyebarkan informasi tentang kurikulum dan pembelajaran. 

Inilah beberapa penelitian yang menunjukkan sisi positif dari penggunan media sosial. Diharapkan, masyarakat tidak perlu ‘mengutuk’ keberadaan teknologi ini. Mungkin yang perlu dilakukan adalah gerakan edukasi melek teknologi. Semoga!

 

Leo Sutrisno