Manasik Haji Massal

Manasik Haji Massal

  Kamis, 11 July 2019 11:53
SIMBOLIS: Penyerahan secara simbolis Kartu Kesehatan Jamaah Haji (KKJH) dan paket obat bagi calon jamaah haji asal Kota Pontianak.IST

Dinkes Pontianak Serahkan KKJH dan Obat ke Calon Jamaah Haji

CALON jamaah haji asal Kota Pontianak mengikuti kegiatan ‘Manasik Haji Massal dan Pelepasan’ di aula Masjid Mujahidin Pontianak, Selasa, 9 Juli 2019. Mereka mendengarkan pengarahan dari Wali Kota Pontianak dan Kanwil Kementerian Agama. Pada kesempatan sama, calon jamaah haji juga menerima Kartu Kesehatan Jamaah Haji (KKJH) dan paket obat yang diserahkan Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Pemkot Pontianak juga menyediakan bantuan transportasi bagi calon jamaah haji.

“Ada penambahan calon jamaah haji dari Pontianak. Sebelumnya 619 orang, menjadi 701 orang calon jamaah haji yang berangkat. Selain mendengarkan pengarahan dari bapak wali kota, calon jamaah haji juga menerima bantuan obat-obatan ringan dari dinkes,” ujar Dadang Fitrajaya SKM, Kabid P3PL Dinkes Kota Pontianak.

Ada satu dokter dan dua paramedis dari Dinkes Pontianak yang akan mendampingi calon jamaah haji di tanah suci, selain dari PKHD dan PKHI. Calon jamaah haji pun mendapatkan pemaparan beberapa materi dari kanwil kantor agama, dinkes, dan dokter pendamping.

“Kami menyampaikan dan kembali mengingatkan apa saja yang harus disiapkan jamaah haji di tanah suci. Terutama untuk menjaga kesehatan, baik sebelum keberangkatan, saat di tanah suci, dan kembali ke Pontianak,” katanya.

Dinkes Pontianak pun berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk membuka posko kesehatan haji di Asrama Haji, Jl Sutoyo Pontianak. “Jika ada calon jamaah haji yang belum tercover kesehatannya, baik suntik meningitis atau buku haji, nanti kami siapkan di posko,” ujarnya.

Selain mental fisik, ia berpesan, calon jamaah haji tidak perlu membawa barang terlalu banyak. “Bawa seperlunya saja, jangan barang yang bisa jadi beban fisik. Sudah ada dokter pendamping dan paramedis, kecuali jamaah yang mempunyai penyakit khusus, obat-obatnya perlu dibawa,” katanya.

Menurutnya, tidak ada calon jamaah haji asal Pontianak yang gagal berangkat, karena hasil pemeriksaan kesehatannya jelek. “Kalau gagal berangkat karena kesehatan tidak ada. Tapi yang risiko tinggi memang ada. Jamaah dari Pontianak rata-rata usianya di atas 50 tahun dan secara umum kondisinya sehat. Kami doakan yang kemarin sakit, bisa sehat semua dan pulang pun dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (mde/ser)