Malam Pembuktian Dilkos

Malam Pembuktian Dilkos

  Minggu, 9 December 2018 08:48
FOTO : Mario Mandzukic

Berita Terkait

TURIN - Harapan Juventini kepada Cristiano Ronaldo agar Juventus musim ini tampil dahsyat memang tinggi. Terbukti, CR7 sudah mencetak 11 gol dari 19 laga di semua ajang. 

Tetapi, di Serie A, pendar sinar CR7 belum bisa menandingi Mario Mandzukic. Ya, Dilkos--sapaan akrab Mandzukic--kembali jadi pahlawan di kemenangan Nyonya Tua. Gol semata wayangnya di menit ke-66 pada Derby d'Italia membuat Juve kian kukuh di pucuk klasemen Serie A dengan belum terkalahkan hingga giornata ke-15.

Eks striker Bayern Muenchen dan Atletico Madrid itu seolah memberibukti bahwa Juve masih membutuhkan kontribusinya meski sudah ada Ronaldo. Bahkan, sejak bergabung bersama Bianconeri musim 2015-2016, tiap kali Mandzukic mencetak gol, Juve selalu menang. 

Bahkan, berdasarkan Corriere dello Sport, Juve yang puas dengan stabilnya performa Mandzukic berniat memperpanjang kontrak striker 32 tahun tersebut. Tidak tanggung-tanggung. Kontrak anyar nanti berdurasi 2-3 musim. Padahal, kontrak lamanya masih berlaku 2020. Bila deal terjadi, sangat mungkin Mandzukic mengakhiri karir di Allianz Stadium. 

Meski begitu, akan ada potongan gaji bagi Dilkos. Dari yang awalnya menerima EUR 3,5 juta (Rp miliar) ke EUR 3 juta (Rp miliar). Namun, reduksi gaji tersebut berasal dari bonus. Bukan dari gaji pokok. 

''Mandzukic salah satu pemain yang bahkan tidak dalam kondisi terbaik tapi tetap bisa memberi perbedaan. Saya geser posisinya lebih ke samping untuk menghindari duet Milan Skriniar-Joao Miranda dan itu berhasil (untuk gol Mandzukic, Red),'' kata allenatore Juve Massimiliano Allegri kepada Tuttosport. 

Tre punti atas Inter Milan juga membuat mereka membukukan start terbaik tim di 15 laga awal liga top Eropa sejak menerapkan kemenangan bernilai tiga poin. Yakni, mendapat 43 poin dari maksimal 45 angka. Itu menyamai catatan PSG musim ini. Rinciannya, 14 menang dan 1 seri. 

Bagi allenatore Nerazzurri Luciano Spalletti, kekalahan kemarin kian menegaskan bahwa dia memang pupuk bawang di hadapan Juve. Bagaimana tidak. Dari 26 kali berhadapan melawan Nyonya Tua di semua ajang, pelatih 59 tahun itu hanya menang 2 kali. Itu pun hanya sekali kemenangan yang dipetik di Serie A. Tepatnya dua musim lalu saat masih melatih AS Roma (menang 3-1 14/5/2017). Semakin lengkap karena kapten sekaligus striker Mauro Icardi yang sudah mencetak 8 gol melawan Juve sejak 2013 gagal melesakkan shot on goal pada laga kemarin. 

Lebih jauh, hasil itu juga jadi modal buruk Inter jelang matchday pemungkas fase grup Liga Champions melawan PSV Eindhoven di Giuseppe Meazza (12/2). Inter tidak hanya harus menang. Melainkan berharap Tottenham Hotspur yang sama-sama mengoleksi 7 poin di waktu bersamaan gagal menang dari Barcelona.

“Kami terlalu banyak melakukan kesalahan konyol. Dan, Juve sangat pintar sedangkan kami naif. Salah satunya, mereka memiliki cara membuang-buang waktu hingga lima menit setelah melakukan pelanggaran,” ucap Spalletti. (io)
 

Berita Terkait