Malam Ini KPU Gelar Debat Paslon Edisi Pertama

Malam Ini KPU Gelar Debat Paslon Edisi Pertama

  Kamis, 17 January 2019 09:35

Berita Terkait

Ajang Adu Gagasan 

Malam ini, dua pasang kandidat presiden dan wakil presiden akan beradu ide untuk memajukan bangsa Indonesia. Pukul 20.00 nanti malam, masyarakat bisa menguji seberapa pantas keduanya memimpin Indonesia lima tahun ke depan, lewat forum debat paslon.

EMPAT tema besar akan menjadi bahasan utama dalam debat paslon yang akan disiarkan langsung tiga stasiun televisi dan satu radio mulai pukul 20.00 nanti malam. Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. Paslon nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan beradu ide dan gagasan dengan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.

Masing-masing paslon telah menyiapkan strategi untuk menunjukkan bahwa visi misi mereka lebih baik dari lawan. Namun, persiapan tidak melulu berupa materi debat. Apalagi, pertanyaan panelis sudah mereka dapatkan. Tinggal siapa yang lebih beruntung mendapat pertanyaan yang sesuai dengan keinginannya.

Persiapan lain yang mungkin remeh juga disiapkan oleh amsing-masing paslon. Demi membuat mereka terlihat segar dan menarik saat tampil di depan publik. Debat kali ini begitu dinanti oleh publik yang ingin mendengar langsung penyampaian program masing-masing paslon untuk lima tahun mendatang. 

Menjelang pelaksanaan debat yang nanti malam, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno masih terus melakukan persiapan internal. Sejak pukul 13.00 kemarin (16/1), Prabowo-Sandi bersama Badan Pemenangan Nasional berkumpul di kediaman Prabowo di Jl Kertanegara. 

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade menyatakan, pertemuan dengan Tim Materi Debat kemarin merupakan pematangan akhir. Persiapan itu dipimpin langsung oleh Ketua Tim Materi Debat BPN Prabowo Sandi Sudirman Said. "Beliau berdua sudah dipersiapkan sejak kemarin (Selasa, red)," kata Andre saat dikonfirmasi.

Dari sisi materi, Andre meyakini tidak ada masalah berarti. BPN optimis bahwa Prabowo maupun Sandi mampu untuk menjawab setiap pertanyaan. Pematangan yang dilakukan kemarin dilakukan melalui proses simulasi debat, demi mengidentifikasi perbedaan program antara pasangan nomor urut 02 itu dengan Jokowi-Maruf. "Kami yakin insya Allah semua siap," ujar Andre.

Di sisi lain, dukungan moril dari keluarga juga muncul, agar Prabowo-Sandi optimal melakoni debat. Sandi dalam beberapa kesempatan selama ini kerap didampingi sang istri Nur Asia Uno. Sementara Didit Prabowo, putra dari Prabowo juga mendampingi. "Biasanya mas Didit mendampingi nanti, sementara mbak Titiek (Siti Hediati, mantan istri Prabowo, red) pasti akan hadir sebagai pimpinan Partai Berkarya," ujarnya.

Meski begitu, Andre belum bisa memastikan seragam atau baju yang akan dipakai oleh Prabowo-Sandi hari ini. Andre menyebut keputusan terkait itu sepenuhnya diserahkan kepada kedua paslon. "Besok (hari ini, red), pasti ada kejutan, pasti keren," ujar caleg Partai Gerindra dapil Sumatera Barat itu.

Tak hanya di tataran teknis dan materi, Prabowo-Sandi juga siap meramaikan media sosial. BPN Prabowo Sandi meyakini, paslon mereka mampu untuk menjawab setiap pertanyaan dalam debat. Karena itu, kesuksesan dalam debat malam nanti harus disebarluaskan melalui berbagai media sosial.

Jubir BPN Prabowo Sandi Pipin Sopian menyatakan, BPN memiliki tim media sosial yang digawangi generasi muda milenial. Pipin menyatakan, dirinya mewakili Partai Keadilan Sosial juga memiliki kelompok khusus sosmed yang dinamai relawan digital (redi). ”Tim media sosial kami nanti akan khusus meng-highlight pernyataan pak Prabowo maupun bang Sandi, supaya bisa masuk juga ke anak-anak muda,” kata Pipin.

Menurut Pipin, tim media sosial yang dimiliki BPN Prabowo-Sandi juga lebih riil. Dia memastikan bahwa setiap akun yang digunakan adalah akun organik, bukan akun robot yang cenderung memanipulasi pencari informasi. ”Akun kami organik, bukan fake, itu kelebihan kami,” tegas Ketua DPP PKS itu.

Karena itu, dalam debat nanti tim media sosial Prabowo-Sandi juga sudah memiliki strategi. Salah satunya adalah menyiapkan tanda pagar (tagar) yang mudah diingat dan dipopulerkan di media sosial, selama berlangsungnya debat. ”Bagi kami untuk menjadi trending topic itu tidak susah. Saat nanti ketua perintah buat hashtag (tagar, red), malam itu juga selesai. Jadi nanti ada hashtag kejutan, tunggu saja,” ujarnya.

Sementara itu, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengaku sudah sangat siap dalam menghadapi debat perdana nanti malam. Sosok yang juga calon petahana itu sudah menyiapkan bahan sesuai dengan materi yang dijadwalkan.

“Ya kita datang saja , datang kan sesuai dengan materi kan, materinya hukum  HAM, materinya terorismenya, materinya korupsi,” ujarnya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, kemarin (16/1).

Mantan Wali Kota Solo itu menambahkan, dalam debat, pihaknya akan banyak memaparkan data-data. Khususnya yang terjadi selama masa pemerintahannya empat tahun belakangan. “Kalau ngomong mestinya dengan data, ngomong dengan fakta-fakta,” imbuhnya.

Namun demikian, rencana yang akan dilakukan dalam lima ke depan pun akan tetap disampaikan. “Yang paling penting, rencana kita seperti apa,” tuturnya. Saat didesak hal apa saja yang akan dilakukannya, bapak tiga anak itu memilih menutup rapat-rapat.

Meski terkesan santai, Jokowi terpantau cukup intens menyiapkan diri untukmenghadapi debat. Di luar pertemuan dengan pensiunan PNS di sentul kemarin, dalam dua hari belakangan, kegiatannya banyak diisi oleh persiapan jelang debat.

Pada selasa (15/1) lalu, Jokowi memanggil sejumlah menteri ke istana kepresidenan Jakarta. Menteri Sosial Agus Gumiwang yang ditemui usai acara mengakui ada persiapan debat. Selain itu, pada selasa malamnya, dia bertemu seluruh Ketua Umum partai pengusung.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang juga wakil TKN Jenderal (Purn) Moeldoko mengakui ada sejumlah persiapan yang dilakukan Jokowi. Termasuk dengan melakukan rehearsal (latihan). Dia menilai sebagai hal yang sangat wajar.

 “Ini kan istilahnya khusus, karena kejadiannya jarang dan ada substansi atau materi yang memang disiapkan secara khusus, sehingga wajar siapapun akan melakukan itu, rehearsal namanya,” ujarnya di Komplek Istana Jakarta.

Bukan hanya ahli yang berkaitan dengan substansi isu, Moeldoko menyebut pihaknya juga mendatangkan ahli penampilan. “Bagaimana berbicara, performance, bagaimana cara penyampaian, bagaimana cara menjawab, macam macan,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai, pengaruh debat terhadap pemilih umumnya hanya berlaku untuk jangka pendek. Hal itu sudah umum di semua negara demokrasi yang dalam pemilunya mengadakan sesi debat. ’’Dia bisa berpengaruh seminggu, lalu hilang diterpa oleh hal lain,’’ terangnya.

Hal lain yang bisa menghilangkan efek debat itu bermacam-macam. Bisa berupa isu yang baru berkembang, persepsi masyarakat terhadap debat itu sendiri, hingga munculnya kesalahan kandidat saat berkampanye. blunder politik sangat bisa membuat masyarakat berpaling dari substansi debat.

Sebenarnya, lanjut Djayadi, pengaruh debat terhadap perilaku memilih tidak terlalu besar. ’’Biasanya itu lebih untuk meyakinkan basis pemilih masing-masing,’’ lanjut doktor bidang perbandingan politik itu. Tujuannya, agar para pemilih semakin tergerak untuk ikut serta memenangkan kandidat. Tidak sekadar memilih untuk diri sendiri. Sementara, bagi pemilih yang ragu atau yang belum menentukan pilihan, debat menjadi pembuktian yang lebih riil dan konkret dari para kandidat. 

Yang jelas, ada kondisi yang bisa membuat debat menjadi berpengaruh pada perilaku memilih dan kemenangan kandidat. ’’Dalam pemilu yang selisih elektabilitasnya Cuma 2-5 persen, maka debat bisa berpengaruh,’’ tambahnya. Sebab, pengalaman di banyak negara, bagaimanapun debat tetap mampu mempengaruhi elektabilitas kandidat.

Sementara itu, pengamat politik Ray Rangkuti menilai debat capres cawapres malam ini kecil pengaruhnya terhadap elektabilitas pasangan calon.

Diperkirakan hanya lima persen suara pemilih yang akan terpengaruh debat tersebut. Meskipun begitu tetap signifikan untuk mengerek elektabilitas mereka. ”Kedua Capres ini butuh berapa persen pun. Karena kalau dilihat dari situasinya sekarang kubu kosong satu dan kosong dua agak stagnan,” ujar Rangkuti, usai diskusi membedah visi misi capres cawapres di Jakarta, kemarin (16/1).

Perebutan suara itu juga sangat tergantung strategi dan teknik debat yang ditampilkan paslon. Rangkuti menegaskan bila yang disampaikan dalam debat sekadar normatif atau cara pandangan secara makro, maka tak akan membuat pemilih tertarik. Harus ada argumen atau pernyataan yang lebih terukur dan teknis.

”Yang terukur itu artinya lebih jelas targetnya apa, caranya bagaimana. Kalau berbicara makro itu tak ada yang berbeda. Hampir sama semua,” tambah dia. Dia mencontohkan terkait dukungan terhadap pemberantasan korupsi misalnya perlu ukuran yang lebih jelas. ”Misalnya kalau sekarang ini indeks persepsi korupsi masih merah maka harus berani menyatakan akan diturunkan dari merah ke kuning dengan disertai cara-caranya,” imbuh dia.

Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menuturkan skor persepsi korupsi masih di angka 37 yang dianggap masuk dalam stadium tiga.  Pemerintah Jokowi masih mengandalkan KPK untuk isu antikorupsi. Sedangkan institusi penegak hukum lain seperti kepolisian dan kejaksaan tidak terlalu terlihat kiprahnya di mata publik. 

Salah satunya penyebabnya karena pimpinan kejaksaan berasal dari politisi. Dia mengungkapkan cara-cara untuk memperbaiki indeks persepsi korupsi itu juga harus menjadi perhatian saat debat. Ada srategi langkah-langkah konkrit untuk mencapai perbaikan itu. ”Salah satu kelemahan visi misi kedua calon karena tak menerapkan target yang jelas. Contohnya indeks persepsi korupsi itu,” tambah dia. (byu/bay/far/jun)
 

Berita Terkait