Maksimalkan Eksport Melalui Perbatasan

Maksimalkan Eksport Melalui Perbatasan

  Jumat, 23 September 2016 09:30
PABRIK MOKAF: Bupati Kapuas Hulu meninjau pabrik Mokaf di Desa Suka Maju Kecamatan Mentebah. Pabrik Mokaf mini ini merupakan yang pertama di Kapuas Hulu.FOTO MUSTA’AN/Pontianak post

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Ekspor CPO (Crude Palm Oil) sawit ke Negara Malaysia melalui Pos Lontas Batas (PLB) Badau di Kecamatan Badau merupakan ekspor perdana melalui perbatasan, itupun masih terseok-seok. Karenanya, Bupati Kapuas Hulu, A.M Nasir meminta pemerintah segera maksimalkan program penguatan pangan dalam negeri sehingga negara bisa melakukan ekspor pangan melalui perbatasan.

“Produk Malaysia banyak beredar di perbatasan. Ke depan produk Indonesia harus menguasai pasar Malaysia melalui ekspor resmi,” kata Nasir.

Dikatakannya, kebutuhan sembako warga perbatasan Indonesia sebagian besar dari Malaysia. Dia mengaku telah mengikuti pertemuan dengan Kementerian Pertanian serta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, kata Nasir, kementerian meminta agar kawasan perbatasan di Indonesia tidak bergantung lagi dengan produk-produk pangan dari negara tetangga. Bahkan, ke depan negara ini yang harus ekspor ke Malaysia. “Warga perbatasan diminta agar jangan lagi bergantung dengan produk Malaysia. Justru saya sudah diminta meningkatkan ekspor terutama jenis pangan,” paparnya.

Politisi PPP yang sudah dua periode memimpin Kapuas Hulu ini mengatakan, jangan biarkan barang-barang yang sudah apkir (tidak bagus) di seberang (Malaysia), masuk perbatasan dan dikonsumsi masyarakat. “Jangan untuk pakan ternak di Malaysia, di Indonesia dimakan oleh manusia,” ucapnya. Untuk memaksimalkan ekspor terang Bupati, saat ini Kapuas Hulu sudah memiliki pabrik Mokaf mini.

Yakni pabrik yang mengolah ubi kayu menjadi tepung, yang bisa digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan berbagai jenis kuliner. Kehadiran pabrik Mokaf itu sendiri menjadikan Malaysia sebagai sasaran pasar. Sementara ini, kata dia, pabrik Mokaf ini masih dalam upaya pemenuhan kebutuhan domestik di Kapuas Hulu yang mencapai 10 ton setiap bulannya dan baru terpenuhi tiga  ton.

Dikatakan Nasir, Pemkab Kapuas Hulu tengah mengupayakan pendirian pabrik pengolahan jagung. Untuk menyerap hasil panen masyarakat, juga akan diupayakan menembus jalur ekspor. “Saya sudah jajaki upaya ekspor jagung, ada investor asal Gorontalo yang membantu,” kata Nasir.

Dengan adanya pabrik Mokaf dan jagung, Bupati berharap, masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian.(aan)

Berita Terkait