MAKNA 20 DETIK PELUKAN

MAKNA 20 DETIK PELUKAN

  Selasa, 22 March 2016 09:46
FOTO: IMAM HUSEIN/JAWAPOS

Berita Terkait

Di balik laki-laki hebat, ada perempuan tangguh yang mendukungnya. Ungkapan itu sangat menggambarkan peran Atalia Praratya yang sepenuh hati mendukung sang suami, baik dalam rumah tangga maupun dalam tugas-tugas sebagai walikota Bandung. 
_________
Beberapa bulan terakhir ini,  nama Ridwan Kamil semakin familiar di telinga masyarakat. Tak hanya masyarakat kota Bandung saja yang mencintai walikotanya ini, masyarakat luar Bandung pun kerap memuji kinerja Ridwan Kamil.  Namanya semakin terkenal ketika ia berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, meskipun niat itu diurungkan. Lantas siapa perempuan beruntung yang mendapatkan pendamping hidup seperti Ridwan Kamil?

Atalia Praratya  merupakan sosok wanita yang beruntung itu. Rumah tangganya bersama Kang Emil-sapaan Ridwan Kamil, dikaruniai dua orang buah hati.  Sebagai istri Wali Kota Bandung, aktivitas Atalia begitu padat.  Tak hanya ibu bagi kedua anak-anaknya, tetapi juga “ibu” bagi masyarakat kota Bandung. 

Disela kesibukkannya itu, Atalia menyempatkan untuk berbincang dengan For Her Jawa Pos ( Grup Pontianak Post)  pada suatu siang yang teduh di Pendapa Wali Kota Bandung (12/2).  Lia-sapaannya, memang sudah terbiasa dengan rutinitas yang padat. 

Sebelum sang suami menjadi wali kota, Atalia merupakan komisaris PT Urbane, perusahaan jasa konsultan perencanaan, desain, dan arsitektur yang didirikan suaminya. Dia juga aktif di komunitas sosial bernama Cipta Dewi. ’’Setelah jadi istri wali, ternyata banyak sekali tugas wajib,’’ tuturnya, lantas tersenyum.

Di antaranya, menjadi ketua tim penggerak PKK kota dan memimpin bermacam organisasi lainnya. Saat ini dia juga menempuh kuliah S-2 ilmu komunikasi di Universitas Pasundan, Bandung. ’’Sekarang mulai menikmati ritmenya. Dulu suka nangis di awal Kang Emil jadi wali kota,’’ beber perempuan 42 tahun tersebut.

Masa adaptasi pada tiga bulan pertama terasa berat bagi Lia dan Kang Emil yang berlatar belakang profesional. Atalia merupakan orang terakhir yang memberikan izin kepada suami untuk menjadi wali kota. ’’Tapi, lambat laun, saya merasa nyaman dan melakukannya dengan hati,’’ ungkap ibunda Emmeril Kahn Mumtadz dan Camillia Laetitia Azzahra itu. 

Di balik laki-laki hebat, ada perempuan tangguh yang mendukungnya. Ungkapan itu sangat menggambarkan peran Atalia. Cinta merupakan panggilan spesial dari sang suami untuk dirinya. Kang Emil kerap menyebut Cinta dalam postingan media sosialnya.  Atalia merupakan sosok yang kalem dan bersahaja dan tutur katanya lembut. ’’Kang Emil bilang, suami-istri harus saling mendukung. Tidak boleh ada persaingan,’’ ucapnya. 

Ketika suami sibuk, Atalia akan mengerem aktivitas. Menurut dia, tugas utama ibu adalah mendidik anak-anak. Terkadang, saat aktivitas Atalia dirasa terlalu padat, yang protes bukan anak-anak, melainkan suami. ’’Teteh kok sibuk banget. Mau tukeran posisi kita?’’ kata Atalia menirukan warning sang suami. ’’Oh, berarti sudah kelewatan. Saya harus ngerem,’’ lanjutnya.

Dari 19 organisasi yang dulu dia pegang, kini tinggal enam. Suami tidak pernah melarang. Ingin kuliah, aktif di organisasi,  apa saja diperbolehkan. ’’Pesan Kang Emil dua, tetap memprioritaskan suami dan anak-anak serta menjaga nama baik keluarga,’’paparnya.

Kehidupan keluarga Atalia dan Kang Emil memang harmonis. Mereka punya kebiasaan 20 detik berpelukan. ’’Ketika merasa drop, lalu berpelukan sekeluarga, itu memberikan kekuatan besar,’’ ungkapnya. 

Sesibuk-sibuknya, Atalia berusaha ada di rumah sebelum magrib. Dia sangat memahami tanggung jawab suami sebagaipemimpin. Dalam sehari, agenda Kang Emil bisa 21 kegiatan. Atalia tidak ingin menambah masalah. ’’Di rumah, saya harus pandai menjaga ritme,’’ ucapnya, lalu diiringi senyum manis. (nor/c19/ayi/mrd)

Berita Terkait