Majelis Dzikir dan Sholawat Sekayam dan Polisi Bedah Rumah Seorang Janda

Majelis Dzikir dan Sholawat Sekayam dan Polisi Bedah Rumah Seorang Janda

  Kamis, 18 Oktober 2018 15:18

Berita Terkait

SEKAYAM--Warga Dusun Balai Karangan IV, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, bersama Polsek Sekayam dan Majelis Dzikir dan Solawat Sekayam, gotong royong membedah rumah miliknya seorang janda tua yaitu, Una  (55) dimana rumah tersebut dihuni dua keluarga dan dalam kondisi tidak layak, Kamis (18/10). Ukuran rumah janda tersebut cukup kecil dan dibagi dua dengan anaknya yang sudah berkeluarga. Di rumah itu Una tinggal sama anaknya yang bungsu. 

"Rumah ini dibangun sejak tahun 1994 silam, dan belum pernah direnovasi. Karena kondisi rumah yang sudah miring dan sangat tidak layak huni kami bersama donatur dari Majelis Dzikir dan Sholat dan dibantu anggota Polsek Sekayam bersama-sama melakukan pemugaran,” ungkap Ismail, perwakilan dari Majelis Dzikir dan Sholawat Sekayam.

Disampaikan Ismali, ini kali keduanya dilakukan bedah rumah oleh Majelis Dzikir dan Sholawat di Balai karangan, sebelumnya rumah Atong warga Balai karangan satu duda yang mana dua pekan lalu sudah selesai dipugar. 

Alhamdulillah untuk yang kedua kalinya kami bisa membantu membangun rumah yang layak huni bagi warga di Balai Karangan, ini semua atas bantuan donatur serta warga dan anggota Kepolisian yang sudah menyisihkan waktunya untuk kerja sosial melakukan pemugaran rumah warga kurang mampu bersama kami.

Kapolsek Sekayam, AKP.Efadhoni Lilik Pamungkas mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan tenaga untuk kepentingan masyarakat di Sekayam. Seperti ini hari dirinya turun langsung bersama warga dan anggotanya membongkar rumah di Dusun Balai karangan IV.

“Pekerjaan berat akan terasa mudah jika dilakukan bersama-sama, karena itu kami siap kapan saja untuk membantu masyarakat,” ungkap Efadhoni.

Disampaikanya, bahwa selama bedah rumah berlangsung anggotanya selalu siap membantu terutama bhabinkamtibmas di Desa Balai karangan, pengerjaan kemungkinan kurang lebih dari tiga pekan, karena dikerjakan secara swadaya dan gotong royong tentu akan cepat selesai, semoga rumah yang kami bangun bersama-sama warga dan Majelis Dzikir dan Sholawat ini bisa bermanfaat bagi keluar besar Una.

Terpisah, Una seorang janda yang pemilik rumah mengaku bersyukur dengan adanya kepedulian dari Majelis Dzikir dan Sholawat serta warga dan angota Polsek yang suhah membangun rumahnya. Dia mengakui, jika rumah peninggalan mendiang suaminya itu dalam kondisi yang sudah rusak bagian atap, dan sebagian tiang penyangganya ada yang lapuk dimakan usia menyebabkan bangunanya menjadi miring. “Kami sangat berterima kasih karena sudah dibantu membangun rumah kami yang sudah reot ini, karena jika membangun sendiri tentu tidak ada biaya,” pungkas Una.(agus alfian)

Berita Terkait