Mahasiswa Untan Lulus Beasiswa Aktivis Nusantara

Mahasiswa Untan Lulus Beasiswa Aktivis Nusantara

  Selasa, 19 March 2019 09:42
PESERTA : Duabelas mahasiswa mengikuti uji publik untuk beasiswa aktivis nusantara. ISTIMEWA

Berita Terkait

Mencetak Calon Pemimpin Brilian bagi Masyarakat 

Sebanyak lima mahasiswa Universitas Tanjungpura berhasil mendapatkan beasiswa aktivis nusantara. Mereka bersaing dengan 709 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Mereka akan mengikuti Future Leader Camp di Semarang, 28-31 Maret 2019.

RIESALA ANVAR, Pontianak 

SUDAH sembilan kali beasiswa aktivis nusantara yang diberikan kepada aktivis-aktivis kampus di Indonesia. Tahun ini, 75 aktivis kampus terbaik mengikuti program Bakti Nusa di 11 kota dan 22 universitas di Indonesia. Pontianak diwakili Universitas Tanjungpura.

Sebanyak 61 mahasiswa Universitas Tanjungpura dan 709 mahasiswa seluruh Indonesia mendaftar. Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, peserta harus melewati rangkaian seleksi dan tes yang dilakukan secara nasional, hingga terpilih 24 mahasiswa masing-masing kota, untuk mengikuti seleksi wawancara secara regional.

Pada tahap uji publik, tersisa 12 calon dari Untan, dan harus memaparkan gagasan dari inovasi serta potensi diri dihadapan para pendukung. Tim panelis pusat dari Bogor serta Manajer Bakti Nusa Regional Pontianak.

Berdasarkan uji publik tersebut, terpilih lima mahasiswa terbaik dari Universitas Tanjungpura. Mereka berhak menerima Beasiswa Aktivis Nusantara. Mahasiswa tersebut antara lain, Alif Fitrah (Sistem Informasi 2015), Dwiki Septa Pangestu (Ilmu Hukum, 2015), Felicia Yulita Kartika Sari (Matematika, 2015), Kaharudin (Geofisika, 2015), serta Muhammad Cholil (Ekonomi Islam, 2015). Secara resmi menjadi PM Bakti Nusa 9 dengan mengikuti Future Leader Camp yang diadakan di Semarang, 28-31 Maret 2019.

Manager Bakti Nusa Regional Pontianak, Randa Reynaldi mengungkapkan, tujuan besar dalam program beasiswa ini adalah untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang siap mengisi pos-pos kepemimpinan strategis di masyarakat. 

"Sehingga dalam pembinaan program kedepannya, PM Bakti Nusa ini akan mendapatkan asupan tentang persiapan menjadi seorang pemimpin di masyarakat," ungkapnya. 

Ia menuturkan bahwa 24 mahasiswa yang lolos tahap wawancara bahkan 61 mahasiswa Universitas Tanjungpura yang mendaftar Bakti Nusa, memiliki kualitas kepemimpinan yang luar biasa, hanya saja yang namanya kompetisi harus ada yang menang dan kalah. Tim Bakti Nusa harus memilih yang terbaik dari yang terbaik.

“Harapannya bagi yang belum berkesempatan untuk lolos, tetap bergerak dan berkarya untuk masyarakat. Jangan pernah berhenti berbuat baik untuk negeri ini, karena kita lah sebagai generasi muda yang dibutuhkan negeri ini untuk mengisi pos-pos kepemimpinan di masa depan,” jelasnya.  

Salah satu mahasiswa yang lolos, Alif Fitrah mengatakan, ini merupakan hasil dari perjalanan panjang dalam mengikuti seleksi. Bersaing dengan puluhan peserta dari Untan membuat peluang lolos yang dirasakan cukup berat.

"Alhamdulillah bisa lolos mendapatkan beasiswa, ini awal dari semuanya, setelah ini banyak program yang akan dijalankan sehingga beasiswa ini memang layak untuk saya dapatkan. Setelah ini juga akan mengikuti Future Leader Camp yang diadakan di Semarang, 28-31 Maret 2019," ucapnya. 

Alif mengatakan, program ini baik untuk mahasiswa dalam meraih prestasi setinggi-tingginya. "Dengan adanya beasiswa tersebut, mahasiswa terpacu untuk menjadi yang terbaik dan mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya," tutupnya.(*)

Berita Terkait