Mahasiswa Untan Hasilkan Aromaterapi dari Kulit Jeruk

Mahasiswa Untan Hasilkan Aromaterapi dari Kulit Jeruk

  Rabu, 26 June 2019 10:26
HASILKAN AROMATERAPI : Lima mahasiswa Untan mampu hasilkan aromaterapi dari kulit jeruk. SITI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Mahasiswa Universitas Tanjungpura tak hentinya mencoba menemukan hal baru dalam masa perkuliahan. Kali ini, lima mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Untan menghasilkan aromaterapi berbahan dasar kulit jeruk.

Mahasiswa tersebut diantaranya adalah Veren Fransiska, Noverando Rafiel Angelo, Rendi,  Adhitya dan Syafri Syamsudin. Noverando mengatakan, ide untuk membuat aromaterapi dari kulit jeruk itu, muncul karena banyaknya limbah kulit jeruk lantaran jumlah produksi jeruk yang tinggi sebesar 145 ton/tahunnya.

“Kami dilatih untuk menciptakan sebuah peluang usaha dari sebuah permasalahan di lingkungan sekitar, salah satunya adalah sampah. Salah satu permasalahan sampah yang berpotensi menjadi peluang usaha yaitu kulit Jeruk Pontianak,” ungkap Noverando, kemarin (25/6).

Dia menjelaskan, produk yang dibuat oleh kelompok mahasiswa ini yaitu produk aromaterapi wangi kesegaran jeruk dengan aroma yang tidak disukai serangga bernama X-Ant. Selain masalah jumlah kulit jeruk yang tinggi, produk ini dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan yang kerap ditemukan yaitu serangga seperti semut dan lalat. 

X-Ant memiliki aroma minyak kulit jeruk yang tidak disukai oleh serangga. “Selain itu, minyak jeruk sendiri memiliki aroma yang menenangkan, harumnya menyegarkan, memberikan kesan bersih, dan bersemangat sehingga digunakan dalam pembuatan aromaterapi,” kata dia.

Ide merealisasikan produk tersebut, lanjut dia, akhirnya terwujud dengan mendapat kesempatan pendanaan oleh Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi  melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2019. X-Ant pun mulai dipasarkan sejak Bulan Juni 2019, untuk target pasar yang diharapkan adalah para Ibu Rumah Tangga serta tempat makan yang memiliki masalah dengan serangga.

Dia memastikan produk X-ant dibuat dengan penjagaan kualitas yang sangat ketat. Kulit jeruk dipanaskan dengan tekananan uap dan suhu tinggi sehingga steril. Hasil dari produk tersebut, yakni berupa cairan yang digunakan dengan cara dipanaskan dengan heater unik yang telah disediakan. Produk tersebut didesain secara unik seperti hiasan ruangan sehingga akan cocok jika dipajang di ruangan.

Dengan bahan aktif alami dan wangi jeruk yang khas tentu membuat X-Ant memiliki potensial yang cukup besar untuk dipasarkan ke masyarakat.  “Harapannya semoga X-Ant dapat diterima masyarakat dan menjadi pelopor wirausaha berbasis lingkungan di Kota Pontianak," pungkas dia. (sti) 

Berita Terkait