Mahasiswa Harus Jadi Pemilih Cerdas

Mahasiswa Harus Jadi Pemilih Cerdas

  Senin, 8 April 2019 09:59
HADIR : Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menghadiri Sarasehan Daerah dari Forum Koordinasi BEM Kalbar (FKBK) di aula Kantor BKKBN Kalbar, Sabtu (6/4). HUMPRO KALBAR

Berita Terkait

Tangkal Hoaks Dalam Pemilu

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji berpesan kepada seluruh mahasiswa di daerah ini agar menjadi penggerak pemilih cerdas pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Selain itu sebagai kaum intelektual para mahasiswa juga dituntut mampu menangkal berita bohong (hoaks) yang terjadi di tahun politik ini.

"Mahasiswa harus jadi motor (penggerak) jangan ikut-ikutan orang, tapi harus menjadi pemilih cerdas dan menganalisa setiap isu serta setiap hoaks yang dikembangkan di dunia politik," ungkapnya saat menghadiri Sarasehan Daerah yang digelar Forum Koordinasi BEM Kalbar (FKBK), Sabtu (6/4).

Dalam kegiatan bertajuk, peran pemuda dan mahasiswa Kalbar dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang damai bermartabat tanpa hoaks itu, para mahasiswa disarankan melihat visi misi dari para calon anggota legislatif dan calon presiden yang bakal dipilih. Dalam memilih juga harus cerdas dan rasional, serta melihat janji-janji yang benar-benar bisa diimplementasikan ke masyarakat.

"Mahasiswa itu harus jadi pemilih yang cerdas dan rasional, kalau untuk menghindari hoaks itu gampang saja dilihat dari visi misi baik itu caleg maupun presiden, rasional tidak dengan visi misi nya itu dan bisa diimplementasikan atau tidak, itu saja kuncinya," pesannya. 

Jika hal tersebut dijadikan faktor utama dalam menjatuhkan pilihan, maka ia pastikan tersebarnya berita hoaks tak akan berpengaruh sama sekali. Selain itu, orang nomor satu di Kalbar itu meminta masyarakat dan mahasiswa tidak mudah terpancing akan isu-isu hoaks yang beredar saat ini. Jangan menelan mentah-mentah informasi yang diterima, melainkan harus dianalisa terlebih dahulu. 

Menurutnya isu hoaks seperti itulah yang kemudian dijadikan sebagai bahan dalam kampanye serta menjadikan visi misi tidak rasional. Hal-hal seperti itu harus dihindari karena tidak akan mencerdaskan masyarakat dan membuat dunia politik tak akan maju. Dampaknya semakin lama masyarakat akan semakin ketergantungan, jual beli suara bakal semakin tinggi serta masyarakat tidak mendapatkan sosok pemimpin yang jujur dan adil.

"Saya tidak pernah termakan isu makanya kalau ada postingan facebook atau media sosial seperti itu saya biarkan saja, saya tidak baca, sehingga membuat orang bosan dengan politik tanpa etika. Politik itu tetap beretika walaupun orang bilang politik itu  gimana-gimana, etika itu penting. Karena kita dengan budaya dan adat kita mengedapankan etika," pungkasnya.(bar)

Berita Terkait