Mabes Tetapkan Tujuh Tersangka Haji Filipina

Mabes Tetapkan Tujuh Tersangka Haji Filipina

  Jumat, 9 September 2016 16:58

Berita Terkait

JAKARTA -- Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian menetapkan tujuh tersangka penipuan, pemalsu dan dokumen paspor jemaah calon haji yang akan diberangkatkan dari Filipina. Tujuh tersangka itu berasal dari penyidikan terhadap lima laporan polisi yang ditangani Badan Reserse. "Total ada tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kantornya, Jumat (9/9).

Tujuh tersangka yang ditetapkan pada Kamis (8/9) malam itu berinisial H alias AS, BMDW, M alias NA, H alias MT, HF alias A, HAH alias A dan Z alias AP.

"Tujuh tersangka ini otak berkaitan operasional dari agen travel," kata Boy.
Ia menambahkan, tujuh tersangka inilah yang memfasilitasi jemaah berangkat dan menghubungkan dengan tersangka di Filipina. 
Dia menjelaskan, tersangka H dan BMDW merupakan pemilih PT Ramana Tour merekrut calon jemaah haji. Mereka  menerima pembayaran biaya ibadah haji khusus tanpa hak, dan tidak sesuai aturan  hukum yang berlaku. "Jumlah jemaah 38 orang dengan kerugian mencapai Rp 3,5 miliar," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini. 
Peran tersangka M alias NA lain lagi. Ia berperan merekrut jemaah calon dan menerima pembayaran biaya haji khusus. Calon jemaah yang direkrut  65 orang dengan kerugian kurang lebih Rp 6 miliar.
Pemilik travel Tazkyah, H alias MT merekrut 22 jemaah calon haji. Kerugian yang diakibatkan dari perbuatannya mencapai Rp 3 miliar. Sedangkan HF alias A dan HAH alias A,  pemilik PT Syafwah  menipu 24 jemaah calon haji sehingga menelan kerugian Rp 3 miliar. Kemudian Z alias AP,  pimpinan Hade El Badr Tour merekrut  12 jemaah. Kerugian akibat perbuatannya  Rp 2 miliar.
Boy memastikan terhadap ketujuh tersangka itu akan dilakukan upaya paksa dalam waktu dekat ini. "Penyidik yang menentukan apakah nanti akan dipanggil atau upaya penangkapan," kata mantan Kapolda Banten, ini.
Seperti diketahui, saat ini sudah 168 jemaah calon haji yang dipulangkan ke Indonesia. Sembilan lainnya masih dibutuhkan informasinya oleh otoritas Filipina. (Ody)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait