Mabes Polri Cek Kesiapan Persiapan Pengamanan Pemilu

Mabes Polri Cek Kesiapan Persiapan Pengamanan Pemilu

  Rabu, 20 March 2019 09:53
JELANG PEMILU:Tim Supervisi Operasi Mantap Brata (OMB) Mabes Polri kunjungan kerja ke Mapolres Singkawang dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata tahun 2019 di wilayah Sing Bebas, Selasa (19/3) kemarin. HARIKURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG --Tim Supervisi Operasi Mantap Brata (OMB) Mabes Polri melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Singkawang dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata tahun 2019 di wilayah Sing Bebas, Selasa (19/3). Kunjungan Tim Supervisi Mabes Polri yang diketuai Brigjend Syaiful Zachri itu dipusatkan di Aula Mapolres Singkawang, hadir juga dalam kegiatan itu Kapolres Bengkayang, Kapolres Sambas, KPU dan Bawaslu Singkawang. 

Tim Supervisi Operasi Mantap Brata Mabes Polri, Kombes Pol Chairul mengatakan, tujuan pihaknya ke Kota Singkawang guna melihat kesiapan satuan wilayah (Satwil) dalam rangka menghadapi Pemilu 2019. "Kemarin kita juga sudah mendatangi Mapolda Kalbar, untuk sementara hasil dari supervisi sudah cukup baik," katanya.

Menurutnya, Polri harus siap melakukan pengamanan dari semua tahapan pemilu guna menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Setelah melakukan Anev di Mapolres Singkawang, tim bergerak ke Kantor KPU Singkawang. Di KPU, tim menemukan ada beberapa distribusi mengenai logistik seperti surat suara yang mengalami kendala seperti kurang dan rusak. “Tentu ini akan menjadi sebuah catatan untuk segera ditindaklanjuti KPU, jangan sampai mendekati hari H Pemilu 2019 kelak, Singkawang masih kekurangan surat suara,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan, jika kedatangan tim supervisi ke Singkawang merupakan perintah dari Bapak Kapolri. "Setiap daerah di seluruh Indonesia didatangi oleh tim guna mengecek kesiapan masing-masing Polres dalam menghadapi Pemilu 2019," katanya.

Tim juga memberikan masukan, petunjuk bahkan koreksi kepada jajarannya. Sehingga pelaksanaan kegiatan pengamanan kelak bisa berjalan dengan lebih baik lagi. "Dan ini sudah kita laksanakan, semoga pada saat pelaksanaan pengamanan mulai dari kampanye, masa tenang, pemungutan sampai perhitungan suara bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia menambahkan, pada hari H pemilu pihaknya akan menerjunkan sebanyak 2/3 kekuatan ditambah BKO dari Polda Kalbar sebanyak 100 personel. "Untuk yang melaksanakan pengamanan di TPS, akan kita alokasikan semua personel Polres Singkawang. Sedangkan BKO personel dari TNI ada yang standby dan on hand dengan melakukan kegiatan dengan sistem zona," ungkapnya.

Kemudian pada tahap perhitungan suara, Polres Singkawang akan membagi anggota di masing-masing kecamatan dan tingkat kota. "Intinya pengamanan akan dikerahkan sampai dengan tahapan selesai perhitungan," jelasnya.

Sementara Ketua KPU Singkawang, Riko mengatakan, kedatangan tim supervisi Mabes Polri juga menyempatkan diri untuk meninjau kondisi KPU Singkawang termasuklah surat suara dan logistik lainnya. “Kita menjelaskan surat suara yang hadir di Singkawang ini adalah sebanyak jumlah DPT ditambah 2 persen dikali 5 jenis surat suara. Dengan kondisi hasil pelipatan dan sortir masih ditemukan surat suara yang rusak secara fisik baik yang berat maupun ringan,” jelasnya.

Untuk surat suara yang rusak ringan, kata dia, pihaknya konsultasikan ke KPU Provinsi. Apakah ini termasuk kategori rusak yang harus dibuatkan berita acara untuk diganti oleh perusahaan atau sebaliknya. Sedangkan untuk surat suara yang mengalami rusak berat sudah pihaknya amankan. Dan sampai saat ini, pihaknya pun baru selesai melakukan penghitungan atau rekapitulasi khusus surat suara yang rusak berat. “Dari hasil sortir kami menemukan ada surat suara yang dilipat dari perusahaan dan lipatan itu begitu kita buka langsung terpisah," ungkapnya.

Untuk kategori yang lain (masih yang rusak berat), ada bercak noda tinta yang kondisinya mempengaruhi kotak suara, partai politik maupun caleg. "Karena noda tinta itu cukup besar dan jelas," jelasnya.

Sementara untuk surat suara yang mengalami rusak ringan dan masih pihaknya konsultasikan, ditemukan adanya sedikit noda tipis dari tinta yang mewarnai surat suara. “Untuk jumlah pastinya belum kami dapatkan, karena masih dalam proses pemilahan mana yang masuk kategori rusak ringan dan berat,” terangnya. (har)
 

Berita Terkait