Lukisan Abstrak Sebagai Pendobrak

Lukisan Abstrak Sebagai Pendobrak

  Senin, 24 September 2018 10:37

Berita Terkait

Ekshibisi Penetrasi Diharapkan Jadi Trigger Seniman Lain

PONTIANAK - An art exhibition is traditionally the space in which art objects meet an audience. Yup, kehadiran art exhibition emang menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengenali karya seni. Sayangnya art exhibition masih jarang dilakukan di Pontianak. Terlebih Pontianak belom memiliki galeri seni sehingga para seniman masih kesulitan untuk mengadakan ekshibisi.

Di tengah keterbatasan tersebut, Afid (@mildrafix) memberanikan diri untuk mengadakan art exhibition di Canopy Centre Pontianak. Art exhibition ini dibuka untuk umum dari tanggal 17-22 September yang lalu. Afid mengusung tajuk Penetrasi: Menembus Kesadaran Berkarya pada ekshibisi seninya.

“Pontianak nih kurang art space yang lebih ke arah seni visual. Ini jadi kegelisahanku karena nggak ada galeri yang bisa dipake buat pameran dan memamerkan karya visual. Kritik buat diri sendiri juga soalnya sebagai arsitek malah belom bisa menghadirkan art space,” ujar lelaki yang juga berprofesi sebagai arsitek ini.

Afid menceritakan kalo sebenarnya doi udah lama bikin lukisan di kanvas khususnya lukisan abstrak. Sebelum fokus di lukisan, Afid lebih dulu bergelut di street art untuk membuat grafiti. Menurut Afid, lukisan-lukisan yang dia pamerkan di ekshibisi seninya mengusung ekspresi abstrak. Afid membuat lukisan-lukisan tersebut dalam kondisi yang cepat. Doi sengaja nggak memenuhkan kanvasnya dengan lukisan sehingga ada free space agar balance antara lukisan dan latar belakangnya. 

“Yang lama nih bikin frame lukisannya, nyari kanvas dan ketersediaan cat yang emang kadang mesti pesan dari luar dulu. Selain lukisan, di Penetrasi ini juga ada fotografi dan arsitekturnya. Jadi lukisan, fotografi dan arsitektur saling terkait dalam Penetrasi,” tambah lulusan Teknik Arsitektur Universitas Brawijaya ini.

  Rangkaian ekshibisi seni Penetrasi dimulai dari pra-ekshibisi pada Jumat (14/9) lalu  dengan sharing session bersama teman-teman dan seniman muda. Pra-ekshibisi lebih menjelaskan kenapa Afid mengadakan pameran dan bagaimana pameran ini dimaksudkan Afid untuk menyemangati para seniman muda agar lebih giat berkarya.

Afid pun mengadakan diskusi kembali pada Kamis (20/9). Diskusi ini mengangkat tentang penetrasi dan bagaimana keterkaitan antara lukisan, fotografi dan arsitektur. Rangkaian ekshibisi Penetrasi ditutup dengan closing discussion mengenai keberlanjutan dari ekshibisi seni di Pontianak. Afid menekankan keinginannya agar para seniman di Pontianak memiliki ruang untuk menunjukkan karyanya. 

Ginavashty Fayi sebagai salah satu pengunjung memuji adanya ekshibisi ini. “Terobosan baru di Pontianak karena untuk pameran seni tunggal ini terbilang masih jarang. Apalagi ini gabungan dari fotografi, lukisan abstrak dan arsitektur. Karya-karyanya juga bagus banget,” ucap cewek yang akrab disapa Fayi ini.

Fayi pun mengungkapkan ketertarikannya pada fotografi dan lukisan yang dipamerkan di ekshibisi ini. “Berdasarkan yang aku baca dari narasi di katalog yang dibuat,emang karya-karyanya terkesan jujur. Foto-foto yang diambil merupakan street photography  yang spontan menggambarkan suasana lingkungan dan momen saat itu juga. Yang menarik, lukisan-lukisan abstraknya nggak diberi judul atau nama biar pengunjung dapat menilai dan mengartikan sendiri karya lukisannya. Overall, Penetrasi ini kita harapkan jadi trigger bagi seniman lain di Pontianak,” pungkasnya. (ind)
 

Berita Terkait