Luka Modric Menangi Ballon d'Or

Luka Modric Menangi Ballon d'Or

  Rabu, 5 December 2018 11:15
Pemenang: Pemain Real Madrid Luka Modric (tengah) memegang penghargaan Ballon d'Or bersama pemain Olympique Lyon, Ada Hegerberg pemenang Ballon d'Or wanita, dan Kylian Mbappe meraih perdana Trofi Kopa, penghargaan baru untuk pemain muda yang diberikan kepada pesepak bola pria terbaik di dunia yang berusia di bawah 21 tahun.REUTERS/Benoit Tessier

Berita Terkait

PARIS – Tahun 2018 benar-benar menjadi milik Luka Modric. Setelah merengkuh Golden Ball di Piala Dunia 2018 yang dilengkapi dengan award The Best FIFA Men's Player 2018, kemarin WIB (4/12) Modric menyapu bersih dengan penghargaan Ballon d'Or. Dia menyudahi dominasi Cristiano Ronaldo-Lionel Messi sedekade terakhir. 

Lukica -sapaan akrab Modric- memenanginya begitu mengumpulkan 753 suara dari total 2864 suara. Atau mendominasi 26,2 persen total suara. Jauh dari Cristiano Ronaldo yang hanya mengumpulkan 476 dukungan. ''Keduanya (Ronaldo-Messi) luar biasa dalam sedekade terakhir ini. Mungkin orang-orang (voters) menginginkan sesuatu yang lain. Saya pikir, ini kemenangan bagi sepak bola,'' ucap Modric setelah menerima award tersebut di Grand Palais, Paris.

Terpilihnya Modric sudah bukan lagi hal mengejutkan. Bahkan, sejak sebulan lalu sudah ada bocoran dari France Football -media yang menginisiasi award berusia 62 tahun itu. Bahwa bukan Ronaldo-Messi pemenang Ballon d'Or tahun ini. Itulah alasan kenapa keduanya memilih absen dari malam gala itu. 

''Untuk memenanginya (Ballon d'Or), berarti saya sudah melakukan sesuatu yang sangat istimewa di lapangan tahun ini. Itulah kenapa musim 2017-2018 adalah tahun milik saya,'' ucap gelandang Real Madrid itu. Ronaldo dan Messi saling bergantian merebut award itu sejak 2008 silam. 

Jumlah award-nya pun sama-sama lima kali. Ronaldo pada 2008, 2013, 2014, 2016 plus 2017. Saat bukan Ronaldo pemenangnya, maka Messi yang meraih award itu pada 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015. ''Award ini juga saya dedikasikan untuk pemain lainnya yang lebih layak tapi tak mampu meraihnya,'' ungkapnya. 

''Susah mengekspresikan emosi saya dan mengungkapkannya dengan kata-kata. Ini telah jadi sesuatu yang unik bagi saya. Sangat spesial,'' tambah pemain 33 tahun itu. Terlepas dari dia yang gagal membawa Kroasia memenangi final Piala Dunia 2018, Modric jadi salah satu sosok penting di balik hat-trick Real menjuarai Liga Champions tiga musim terakhir. 

Tapi, suara sumbang mengiringi sukses Modric. Terutama mereka yang berharap duopoli Ronaldo-Messi berlanjut. Salah satunya medianya yang berbasis di Catalan, Sport. ''Ballon d'Or hanya mempertimbangkan kriteria pemasaran dan fashion. Salah satu hukum pemasaran adalah menghindari sesuatu yang berulang, hindari kebosanan publik,'' sebut Sport di salah satu artikel  pasca terpilihnya Modric kemarin. 

Selain itu, media yang berafiliasi dengan Barcelona -rival utama Real- itu pun menuding ada yang salah dengan sistem penilaian France Football. ''Cuma kinerja individu pemain dalam setahun yang dinilai. Bukan dari keseluruhan karier olahraganya,'' tulis Sport di bagian lainnya. Faktanya, jurnalis Argentina pun tak memilih Messi. 

Dilansir situs Give Me Sport, voters dari Argentina hanya menempatkan Messi jadi nama ketiga di bawah Antoine Griezmann dan Raphael Varane. Berbeda dengan dukungan yang telah diberikan Portugal bagi Ronaldo. Ronaldo yang paling banyak didukung voters Portugal. Tetapi tetap gagal menggoyang dominasi Modric. 

Kedua adik perempuan Ronaldo -Katia Aveiro dan Elma Aveiro- pun sampai sewot gara-gara ini. Elma menuding ada permainan di balik Ballon d'Or. ''Penuh kebusukan, mafia dan ada permainan uang,'' tulis Elma, di dalam akun Instagram @elma_oficial. ''Saya mengkhawatirkan masa depan sepak bola dunia,'' klaim Katia, dikutip Football Italia. (ren)
 

Berita Terkait