Luhut Beberkan Penyebab Banyaknya TKA Tiongkok di Morowali

Luhut Beberkan Penyebab Banyaknya TKA Tiongkok di Morowali

  Sabtu, 12 May 2018 10:52
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan di perayaan hari besar umat Budha. (Dok. JawaPos.com)

Berita Terkait

Kehadiran Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, khususnya di Morowali, sempat menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pun membeberkan penyebabnya.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran investor kesulitan mendapat tenaga kerja lokal yang memenuhi standar mereka. Alasannya, kualitas pendidikan di wilayah setempat masih kurang baik.

"Kami sadar, di luar Jawa di daerah terpencil (investor) kewalahan mendapat tenaga ahli. Kenapa? Karena berbelas tahun tisdak membuka politeknik. Contoh Morowali, payroll atau gaji yang diberikan adalah 23 ribu sekian orang ada 2.400 pegawai Tiongkok dan naik jadi 2.700. Karena ada pabrik baru," ujarnya di Jakarta, Jumat (11/5).

Luhut mengaku tidak bisa menjamin pengurangan para pekerja asing sampai mendapat tenaga ahli yang sesuai. Oleh karena itu, pembangunan politeknik diharapkan mampu menjadi solusi dari minimnya tenaga ahli di wilayah setempat.

"Kapan mau diturunkan? Tergantung ketersediaan tenaga ahli. Makanya ini dibangun politeknik dan sekarang sudah jalan. Karena yang masuk situ Menteri Dikti (M. Nasir) di demo karena bukan orang lokal yang diterima. Ternyata mereka disana (Morowali) banyak yang kurang bagus seperti di bidang matematika, fisika, komputer dan lainnya," jelasnya.

Kendati demikian, Luhut membantah jika proyek investasi dari investor tidak dinikmati masyarakat setempat. Karena biar bagaimanapun, pembangunan di suatu wilayah secara tidak langsung mampu memberi manfaat bagi masyarakat setempat.

"Kalau dibilang tidak dinikmati rakyat setempat, itu keliru juga. Jadi orang dulu banyak investasi di Jawa sekarang di luar Jawa," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait