Luas Wilayah Jadi Kendala Upaya Memerangi Penularan Rabies

Luas Wilayah Jadi Kendala Upaya Memerangi Penularan Rabies

  Kamis, 29 September 2016 09:30
RABIES: Gubernur Kalimantan Barat Cornelis bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meninjau proses pemeriksaan anjing oleh dokter hewan, pada rangkaian peringatan Hari Rabies Sedunia, di Parkiran Polnep Pontianak, kemarin. HUMAS PEMPROV FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek menilai penekan kasus penularan rabies di Kalimantan Barat memiliki tantangan tinggi karena mengingat wilayahnya yang begitu luas. 

Karena dia menyatakan perlu ada kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah untuk memerangi penularan rabies yang saat ini kasusnya menyebar di delapan kabupaten.

“Pemerintah menjamin  dengan memberikan perhatian agar masyarakat tidak lagi menjadi korban. Lakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pertanian untuk kebutuhan vaksin,” kata Moeloek pada peringatan Hari Rabies Sedunia di Pontianak, Rabu (28/9). 

Moeloek menyambut positif edukasi mengenai bahaya rabies yang dilakukan melalui dokter cilik. Dia berharap tindakan serupa berupa sosialisasi juga dilakukan di lembaga pendidikan. 

Menurutnya ini langkah menjadi peringatan dini kepada masyarakat akan bahanya rabies.

“Seperti yang disampaikan Gubernur, setiap kesempatan selalu mensosialisasikan ini,” kata Moeloek. 

Dengan cara ini, diharapkan Kalbar bisa kembali bebas rabies seperti beberapa tahun silam. Langkah inipun dilakukan untuk menuju Indonesia bebas rabies di tahun 2020. 

Moeloek mengakui kebutuhan vaksin sempat terkendala. Ini disebabkan hanya dua saja produsen vaksin di dunia ini. Sedangkan di Indonesia, perusahaan yang dulu memproduksi vaksin kini tidak lagi dilakukan lantaran ada ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan pasar. 

Karena itu mengaca dari kasus yang terjadi, Moeloek memastikan akan mendorong perusahaan farmasi tersebut kembali memproduksi vaksin. 

“Sebagai salah satu perusahaan yang dulunya pembuat vaksin terbesar di dunia, kami akan meminta PT Bio Farma untuk kembali memproduksi vaksin. Produksi sempat terhentik karena antara produk dengan penjual tidak seimbang. 

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis meminta semua stakeholder untuk bersatu memberikan penyuluhan dan penanganan kasus ini. Menurutnya dengan adanya peningkatkan  kasus membuat Kalbar divonis Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Dia menilai bahayanya rabies ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga masa depan generasi muda akan terancam jika tidak segera diatasi.

Ditambah lagi, Indonesia harus mengimpor vaksin dari. Sebaliknya perusahaan yang memproduksi vaksin itu hanya ada dua di seluruh dunia. 

“Saya berharap ini menjadi perhatian penting bagi kementerian kesehatan,” harapnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Abdul Manaf Mustafa menyebutkan Kalimantan Barat mendapat sejumlah bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan kasus gigitan rabies. 

Bantuan itu disalurkan dari Kementerian Kesehatan. Di antaranya vaksin rabies untuk hewan sebanyak 25.000 dosis, kulkas 10 unit, coolbox 10 unit dan Vaksin Anti Rabies (VAR) 82 vial.

“Dengan bantuan 25.000 dosis, maka ada 25.000 ekor yang akan divaksin,” kata Manaf.

Manaf menyebutkan jumlah vaksin yang dialokasikan ke Kalimantan Barat sebanyak 69.000 dosis. Dari jumlah itu 46.000 ke masing-masing kabupaten. “Kebutuhan vaksin hewan cukup. Jika kurang maka akan diadakan kembali,” kata dia.

Manaf berharap dengan langkah ini penyebaran wilayah jumlah wilayah dan gigitan anjing tidak bertambah. Dengan begitu, status KLB di Kalimantan Barat bisa dicabut. 

Berikan Vaksin Gratis

Kesadaran masyarakat akan bahaya rabies ditandai dengan memvaksinasi hewan peliharaannya di halaman Kampus Politeknik Pontianak pagi kemarin. 

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan membuka stand vaksin gratis bagi para hewan. Vaksin gratis ini tidak hanya untuk anjing, melainkan hewan lainnya. Seperti kucing dan kera. 

Tenaga Vaksinasi drh Nur Asyifa menyebutkan hewan yang divaksin dimulai dari usia tiga bulan. Namun ada jumlah yang berbeda antara vaksin pada kucing berbeda dengan anjing. 

"Jumlah vaksin untuk anjing lebih banyak ketimbang kucing. Tapi tetap dilakukan satu tahun sekali, baru diulang tahun berikutnya," kata Nur Asyifa usah memberikan vaksin kepada hewan kemarin. 

Nur Asyifa mengaku hambatan yang dihadapi dalam pemberian vaksin yang kesulitan mengumpulkan hewannya. Kendati demikian dia memastikan hingga saat ini sudah ada ratusan hewan yang divaksin sebagai pencegahan penyebaran rabies. 

Dokter Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat drh Ahmad Mike Harianto mengatakan upaya pendekatan ke tokoh masyarakat sudah dilakukan agar mau mensosialisasikan bahaya rabies. 

Staf Administrasi di Politeknik Pontianak Hanna Rahimah menilai pemilik hewan perlu membawa hewannya agar diberikan vaksin.

"Saya sebagai pemilik hewan penting sekali. Apalagi di rumah saya ada anak-anak kecil. 

Sementara itu, meski Kota Pontianak dinyatakan terbebas dari penyakit rabies, langkah antisipasi tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, jikapun ada pasien rabies yang tercatat di Pontianak, menurutnya itu merupakan pasien rujukan dari daerah lain. Misalnya yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soedarso.

“Alhamdulilah Pontianak bebas rabies. Tidak ada kasus tapi tetap perlu langka antisipasi,” katanya usai menghadiri peringatan Hari Rabies Sedunia di Hotel Mercure, Rabu (28/9) pagi.

Bebasnya Pontianak dari rabies menurutnya tak lepas dari tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan dan lingkungan. Edi Kamtono menilai kesadaran masyarakat sudah cukup baik, meski belum juga bisa dikatakan sangat tinggi. “Masyarakat sadar bahwa hewan itu bisa jadi sumber penyakit,” katanya. 

Dia pun berharap Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak tetap mengawasi demi mengantisipasi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh hewan. Misal pada warga yang memelihara hewan peliharaan seperti anjing, sapi, burung dan sebagainya. (mse/bar)

Berita Terkait