LPPM UM Pontianak Berdayakan Masyarakat

LPPM UM Pontianak Berdayakan Masyarakat

  Selasa, 25 September 2018 10:40
DIABADIKAN: Edy Suryadi bersama Tim dari LPPM diabadikan bersama pengurus kelompok Poklahsar di Desa Kuala Secapah. FOTO IST

Berita Terkait

Kuala Secapah Mempawah Pengolah Ikan

KUALA Secapah, Kabupaten Mempawah merupakan salah satu desa dengan sumber daya ikan melimpah. Kekayaan akan sumberdaya ikan ini dimanfaatkan warga setempat terutama para ibu rumah tangga untuk membuat olahan kerupuk yang renyah dan lezat. Mereka membuat kelompok kelompok kecil yang beranggotakan belasan orang untuk mengolah ikan biji nangka dan ikan puput menjadi kerupuk sebagai hidangan pelengkap disaat makan. 

LPPM Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), melakukan pendekatan kepada dua mitra di Desa Kuala Secapah dalam hal edukasi serta pengadaan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pendingin (chest freezer), siller, alat pemotong kerupuk dan kemasan produk. Eko Sarwono, ST, MT selaku ketua PKM dalam sambutannya mengatakan, Program berasal dari Kemenristekdikti berupa Hibah PKM (Program Kemitraan Masyarakat) tahun 2018, yang mengangkat tema PKM Inovasi Teknologi Produksi Olahan Ikan Pada  Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) Di Desa Kuala Secapah.

“Program ini bentuk pengabdian dosen dan mahasiswa kepada masyarakat, dimana kendala dan masalah yang dihadapi kelompok Poklahsar di Desa Kuala Secapah dalam memproduksi kerupuk ikan dibantu dalam memberikan jalan keluar agar jumlah produksinya meningkat sejalan dengan pendapatan masyarakat setempat,” katanya. 

Endang Sulastri, Ketua Mitra Nusa Damai memaparkan, terdapat kendala dalam penyimpanan ikan dikulkas karena kapasitas jumlah ikan yang banyak, serta menghadapi kendala dalam pemotongan kerupuk yang masih manual sehingga terasa sukar dalam memotong kerupuk dalam jumlah yang banyak. “Bantuan serta edukasi yang diberikan ini jelas sangat berguna bagi keberlangsungan produksi kami,” paparnya. 

Hal serupa disampaikan Maryati, Ketua Mitra Sumber Rejeki. Ia mengatakan bantuan chest freezer akan sangat membantu dalam menyimpan ikan sehingga tidak mudah busuk. “Pelatihan Keterampilan dalam mengolah ikan yang tidak hanya berupa olahan kerupuk saja juga sangat bermanfaat bagi kelompok di Desa Kuala Secapah untuk bisa mengembangkan produksi olahan ikan. Kami sangat berterima kasih kepada kampus khususnya LPPM UM Pontianak, yang sudah memberikan bantuan berupa alat serta pelatihan bagi kelompok kami,” ungkap Maryati. 

Dalam Monitoring dan evaluasi (monev) di Desa Kuala Secapah, packing product telah dikemas dengan kemasan yang menarik. Dilengkapi izin BP POM dan label halal MUI membuat berbagai produk olahan ikan ini menjadi aman untuk dikonsumsi masyarakat. Eko Sarwono, Sutarmin serta Ufi Ruhama’ yang tergabung dalam kelompok PKM ini berharap agar IPTEK yang telah ditransfer kepada mitra dapat dikembangkan dan diadopsi oleh industry rumah tangga lain sehingga dapat membantu peningkatkan produktivitas serta memperluas pemasaran produk yang dihasilkan.(ags/ser)

Berita Terkait