Lounching Layanan Terpadu

Lounching Layanan Terpadu

  Kamis, 19 July 2018 10:00
LOUNCHING. Kapolres AKBP Imam Riyadi ketika lounching layanan terpadu di Toba kemarin. FOTO SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU - Kepolisian Resor Sanggau melakukan lounching pelayanan terpadu di Kecamatan Toba pada Rabu (18/7) pagi kemarin. Hal tersebut berkenaan dengan program jemput bola perpanjangan surat mengemukakan dan SKCK serta rekam sidik jari. 

Kegiatan tersebut juga disebut sebagai terobosan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk pembuatan SIM dan sebagainya berkenaan dengan layanan kepolisian. 

"Kami buat terobosan bagaimana pelayanan kami bisa sampai ke pelosok. Jarak jangan jadi hambatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat termasuk di Toba ini yang merupakan daerah terjauh," ungkap Kapolres AKBP Imam Riyadi usai acara. 

"Kami juga akan menjadi penyambung daerah-daerah yang jauh supaya masyarakat bisa merata mendapatkan layanan tersebut baik sim maupun lainnya. Kita harus lihat masyarakat kita yang jauh ini," katanya. 

Mengenai situasi keamanan ia menyebut jangan terlena dengan kondisi yang aman. Di beberapa daerah muncul banyak hal-hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan yang awalnya tidak terduga. 

Dirinya mengharapkan 3 pilar yakni bhabinkamtibmas, babinsa dan kepala desa harus saling bersinergi sehingga harus aktif dalam fungsi mewujudkan situasi kamtibmas yang lebih baik.

"Kalau perlu seminggu sekali cek masuknya masyarakat baru. 

Kita harus waspada supaya ketika muncul, masyarakat kita sudah siap. 

Bukan hanya TNI polri, tokoh adat dan tokoh agama punya peran yang sangat penting," jelasnya. 

Terkait lounching layanan terpadu Polres Sanggau tersebut, Asisten III Setda Sanggau, Joni Irwanto menyampaikan apa yang dilakukan kepolisian adalah bagian dari reformasi birokrasi sebagaimana yang juga dilakukan pemerintah. 

"Seluruh lini pelayanan harus diberikan secara baik untuk kepentingan masyarakat. Kita mesti bangga bahwa Sanggau menjadi salah satu inovasi layanan. Persepsi pelayanan baik murni adalah publik yang menilai bukan kita. Saya juga ingin sampaikan bahwa partisipasi harus juga lebih maksimal dari masyarakat," jelasnya. (sgg) 

Berita Terkait