Lokasi Pabrik ArakTerpencil di Tengah Hutan

Lokasi Pabrik ArakTerpencil di Tengah Hutan

  Rabu, 16 May 2018 10:34
GEREBEK : Polisi menyita barang bukti alat dan bahan baku pembuatan arak di Kecamatan Air Upas.

Berita Terkait

AIR UPAS - Aparat kepolisian kembali menggerebek tempat pembuatan minuman keras jenis arak. Kali ini penggerebekan dilakukan olah jajaran Polsek Marau di Kecamatan Air Upas pada Minggu (13/5). Selain menemukan ratusan liter miras, polisi juga mendapati ratusan kilo bahan baku pembuatan miras jenis arak.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario, mengatakan penggerebekan tempat pembuatan miras tradisional tersebut merupakan salah satu rangkaian operasi Pekat 2018 di wilayah Polres Ketapang. Operasi tidak hanya dilakukan pada penjualan miras, namun juga menyasar kepada produksi miras, khususnya miras jenis arak.

Sunario menjelaskan, anggota Polsek Marau mendapat informasi dari warga Air Upas bahwa di Dusun Sekuningan Desa Air Upas Kecamatan Air Upas terdapat tempat pembuatan minuman keras jenis arak. Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek beserta anggota langsung menuju ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Lokasi pembuatan arak itu berada di tengah-tengah hutan dengan jarak dari jalan poros sekitar 350 meter dan hanya bisa dilawati dengan menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki," katanya, kemarin (15/5).

Di tempat pembuatan minuman keras tersebut ada satu orang yang sedang memproduksi arak yaitu, Suriadi. Di tempat itu juga polisi menemukan empat jerigen ukuran 20 liter yang berisi arak yang sudah siap untuk dijual. Selain itu, polisi juga mengamankan bahan baku untuk pembuatan arak.

"Kami juga mengamankan 20 drum ukuran 200 liter, 17 di antaranya berisi nasi merah yang sedang direndam di campur ragi yang siap dimasak.  Kemudian 12 buah drum berukuran 150 liter yang berisi beras merah yang di rendam dengan ragi, empat buah tungku atau dandang besar yang di gunakan sebagai penyulingan miras jenis arak," jelasnya.

Suriadi mengaku, dia hanya sebagai pekerja di tempat itu. Tempat pembuatan arak itu milik Anien warga Desa Air Upas Kecamatan Air Upas. "Suriadi ini mengaku hanya sebagai pekerja. Dia bekerja di tempat itu baru sekitar satu bulan lalu. Dia mendapatkan upah Rp25 ribu untuk produksi satu jerigen arak," ungkapnya.

Setelah itu, polisi mendatangi rumah pemilik tempat pembuatan arak di Dusun Sekuningan Desa Air Upas Kecamatan Air Upas. Di rumah milik Anien, polisi menemukan 12 kardus bir, 10 karung gula pasir ukuran 50 kilogram, tiga karung beras yang sudah dicampur dengan beras merah ukuran 6 kilogram dan tiga karung ragi sebagai bahan pembuat arak. 

Kepada polisi, Anien mengaku memproduksi arak sejak pertengahan 2013 lalu. Dia menceritakan bagaimana proses pembuatan arak tersebut. "Dari beras merah sebanyak 5 kilogram dan dicampur dengan ragi, bisa menghasilkan arak sekitar 60 liter yang diproduksi selama satu pekan. Prosesnya cukup panjang, namun hasilnya juga banyak," paparnya.

"Dia mengaku ini sebagai mata pencaharian. Dalam satu hari bisa menghasilkan minimal lima jerigen arak ukuran 20 liter untuk kemudian dijual dengan harga Rp300 ribu per jerigen. Keduanya diamankan ke Polsek Marau untuk pemeriksaan lebih lanjut," lanjut Sunario.

Dia menambahkan, operasi Pekat ini sengaja dilakukan hingga ke daerah pedalaman untuk memutus matarantai peredaran miras, salah satunya menghentikan produksinya. "Operasi Pekat dilaksanakan untuk menangkap pembuat minuman keras seperti arak. Dikhawatirkan, jika tidak ditindak maka akan banyak terjadi tindak kriminalitas yang diakibatkan dari sering mengonsumsi minuman keras," tegansya.

Setelah disita, bahan baku tersebut dimusnahkan. Sementara arak dibawa untuk dijadikan barang bukti. "Kita akan tindak tegas pelaku pembuat maupun penjual miras tanpa izin. Ini sebagai efek jera kepada pelakunya dan agar tidak ada lagi yang berani memproduksi miras ini," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait