Listrik Padam, Ujian Diulang

Listrik Padam, Ujian Diulang

  Rabu, 27 March 2019 09:04
TINJAU : Gubernur Kalbar Sutarmidji meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 01 Pontianak, Selasa (26/3) pagi. HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kalimantan Barat berjalan lancar. 

Hanya ada satu sekolah yang mengalami masalah, yakni di SMKN 01 Sadaniang, Kabupaten Mempawah. Satu sesi ujian terpaksa harus diulang karena terkendala padamnya listrik di hari pertama pelaksanaan UNBK, Senin (25/3).  

Hal tersebut diketahui saat Gubernur Kalbar Sutarmidji saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 01 Pontianak, Selasa (26/3). "Alhamdulillah ujiannya (UNBK SMK) berjalan lancar. Dari seluruh Kalbar, belum ada laporan, hanya ada kemarin (Senin) itu, di daerah ada mis sedikit, di Sadaniang, masalah lampu (listrik). Sudah teratasi itu kan paling sebentar saja," ungkap Sutarmidji kepada awak media. 

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap seluruh porses ujian nasional di semua jenjang dan satuan pendidikan bisa berjalan lancar. Untuk memotivasi para pelajar, secara pribadi ia berjanji bakal memberikan hadiah. Syaratnya minimal tiga dari empat mata pelajaran yang diujiankan harus meraih nilai sempurna atau 100. "Nah itu saja," katanya. 

Kepala Disdikbud Kalbar Suprianus Herman menambahkan, untuk SMKN 01 Sadaniang hanya satu sesi ujian saja yang harus diulang. Menurutnya itu tidak akan menjadi masalah, karena memang kendalanya ada di listrik. 

Untuk pelaksanaan ujian ulang tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan ujian susulan pada 15-16 April 2019. Dengan jumlah total pelajar yang mengikuti UNBK di SMK tersebut sebanyak 25 orang. 

Seperti diketahui ada sebanyak 195 SMK baik negeri maupun swasta, dengan total 19.960 pelajar yang melaksanakan ujian nasional se-Kalbar pada 25-28 Maret 2019. Seluruhnya mengikuti UNBK, dengan jumlah 175 sekolah melaksanakan secara mandiri dan 20 menumpang ke sekolah lain. 

"Kalau SMK negeri hanya ada enam sekolah yang menumpang ke sekolah lain. Itu karena kurang sarana prasarana (komputer)," katanya. 

Ujian nasional menurutnya, tetap diperlukan sebagai pelengkap kelulusan. Tujuannya pertama untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan secara nasional Kedua sebagai bahan evaluasi belajar siswa. 

Ketiga untuk mengetahui peta pendidikan di Indonesia secara menyeluruh. Keempat untuk meningkatkan kemampuan siswa. Dan yang terakhir sebagai bentuk evaluasi dari sekolah itu sendiri.(bar) 

Berita Terkait