Listrik Masih Menjadi Mimpi Warga Pedesaan

Listrik Masih Menjadi Mimpi Warga Pedesaan

  Sabtu, 16 March 2019 10:27
BERTEMU: Wakil Bupati Sambas bertemu langsung dengan warga di Desa Twi Mentibar yang sampai sekarang belum menikmati listrik. OZY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dusun Pondok Batu dan Seladu Belum Juga Berlistrik

 

Masih banyak pedesaan di beberapa kecamatan di kabupaten Sambas masih belum teraliri listrik. Pun demikian, kondisi ini tidak dibiarkan begitu saja. Kondisi ini sudah dibahas bersama Bappeda Sambas dan merespon apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

 

Fahrozy, Selakau 

 

WAKIL Bupati Sambas, Hj Hairiah bertemu langsung dengan warga Dusun Pondok Batu Desa Twi Mentibar Kecamatan Selakau khususnya di RT 10, yang hingga kini wilayah tersebut belum teraliri listrik. 

“Saat datang, saya melihat memang tidak ada tiang listrik satupun,” kata Wakil Bupati Sambas. Disampaikan Wakil Bupati Sambas, sebelum datang ke Dusun Pondok Batu Desa Twi Mentibar. Dirinya sudah sempat berbincang dengan Bupati Sambas, terkait dusun tersebut hingga kini belum teraliri listrik. 

“Bahkan, kondisi ini juga sudah dibahas bersama Bappeda Sambas, kami bersama pak Bupati lakukan diskusi untuk merespon apa yang menjadi aspirasi masyarakat Dusun Pontok Batu,” katanya.

Hasil diskusi tersebut, Kepala Bappeda diminta untuk mendata seluruh wilayah di Kabupaten Sambas yang belum menikmati listrik dari negara. “Artinya update data wilayah yang memang sampai sekarang belum berlistrik se Kabupaten Sambas. Termasuk di RT 10 Dusun Pondok Batu Desa Twi Mentibar ini,” katanya.

Data-data tersebut, kata Wakil Bupati Sambas, seperti yang disampaikan Bupati Sambas. Akan dibawa langsung sebagai bahan bertemu dengan GMPLN Kalimantan Barat dan PLN Area Singkawang. “Pemerintah Kabupaten Sambas, ingin menuntaskan permasalahan wilayah yang memang belum berlistrik. Namun upaya ini harus juga didukung masyarakat,” katanya. 

Jika pemerintah kemudian bersama masyarakat, secara bersama-sama memperjuangkan ini. Mudah-mudahan masalah listrik bisa dipecahkan. “Mudah-mudahan dengan upaya bersama, apa yang dilakukan masyarakat, apa yang dilakukan pemerintah berjalan bersama-sama, kemudian menyampaikan progres yang ada, dan berkomitmen melaksanakan kesepakatan bersama, akan ada solusi,” katanya.

Hairiah melihat, permasalahan listrik menjadi hal penting di tengah masyarakat. Selain mempermudah untuk keperluan sehari-hari. Adanya listrik juga menunjang sektor perekonomian. “Selayaknya seluruh wilayah di Kabupaten Sambas semuanya teraliri listrik, semua terang benderang sehingga dapat mengungkit perekonomian desa. Kemudian anak-anak bisa belajar dengan tenang, warga bisa mengaji dengan tenang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sambas menyampaikan dalam hal pembangunan termasuk pemenuhan listrik. Pemerintah Kabupaten Sambas tak tinggal diam, tidak menutup mata. Namun ada beberapa hal yang itu perlu dikoordinasikan ke pihak lain. “Berbicara kelistrikan, ini harus direncanakan secara bersama. Kami di Pemkab Sambas tidak diam, tidak tidur, tidak mengabaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat. Tapi (masalah listrik) berkaitan dengan PLN. Pemkab pada intinya ingin

segala pembangunan menjadi prioritas,” katanya.

Bukan saja di Dusun Pondok Batu Desa Twi Mentibar Kecamatan Selakau. Masyarakat di Seladu Dusun Rambayan Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung sampai sekarang juga belum teraliri listrik. “Kami juga belum tahu, kapan kampung kami ada listrik masuk, karena sampai sekarang tanda-tanda mau ada listrik juga belum nampak,” kata Warga Seladu, Jumli.(*)

Berita Terkait