Lindungi Durian Kalimantan Barat

Lindungi Durian Kalimantan Barat

  Jumat, 11 January 2019 10:02
TURUN GUNUNG: Pedagang buah durian menata dagangan buahnya di pinggir Jalan Gusti Situt Mahmud. Buah durian yang dipasok ke Pontianak kebanyakan didatangkan dari daerah hulu yang sudah masuk masa panen durian. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Kalimantan Barat adalah tempat hidup berbagai pohon durian dengan kualitas terbaik. Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Distan TPH) Kalimantan Barat dan kabupaten kota di daerah telah  melakukan perlindungan Sumber Daya Genetik (SDG) secara fisik untuk berbagai varietas durian di provinsi ini. 

Konservasi in-situ merupakan upaya mempertahankan kelestarian durian pada habitat asalnya, sedangkan konservasi ex-situ adalah upaya mempertahankan kelestarian durian di luar habitat asalnya dengan membentuk kebun koleksi.

Kadistan TPH Kalbar, Heronimus Hero  mengatakan, SDG juga penting didaftarkan di Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian. Sehingga jika durian lokal ini digunakan untuk menghasilkan Varietas Turunan Esensial (VTE) maka pemerintah daerah dapat mengatur imbalan bagi masyarakat pemilik varietas asal yang diperoleh dari varietas turunan esensial yang bahan dasarnya varietas lokal.

"Usaha konservasi SDG lokal khususnya durian sebenarnya sudah dilaukan sejak tahun 1995 dan kini oleh Distan TPH Kalbar dan kabupaten dan kota sebab kita tahu ketersediaan durian di masyarakat juga cukup melimpah karena Indonesia dikaruniai plasma nutfah tanaman durian yang sangat kaya dan beragam," ujar dia.

Menurutnya setelah dilakukan perlindungan SDG, Distan TPH melaksanakan kegiatan pendaftaran varietas dan kegiatan pelepasan varietas lokal. Kegiatan pendaftaran varietas dan pelepasan varietas ini diawali dengan kegiatan observasi yaitu kegiatan uji lapang terhadap tanaman untuk mengetahui sifat-sifat unggul dan daya adaptasi varietas terhadap lingkungan pada beberapa agroekologi.

"Dalam kegiatan uji observasi ini Distan bertindak selaku Tim Keunggulan Varietas karena permohonan pengajuan untuk pendaftaran dan pelepasan varietas ini dilaksanakan oleh bupati atau walikota melalui Distan setempat. Sedangkan dinas pertanian provinsi bertindak selaku tim penguji kebenaran varietas," jelas dia.

Beberapa jenis durian lokal Kalbar saat ini sudah ditetapkan menjadi varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian yakni Durian Balening, Durian Jemungko Kuning, Durian Serumbut, Durian Slipi, Durian Tembaga berasal dari Kabupaten Sanggau, Durian Jarum Mas dari Kabupaten Kubu Raya dan Durian Empakan dari Kapuas Hulu.

"Khusus untuk Durian Serumbut telah selesai dalam proses sidang pelepasan varietas pada tanggal 22 November 2018 lalu. Sedangkan untuk durian yang sudah dilepas sendiri sudah sembilan seperti Durian Mansau, Durian Raja Mabah, Durian Sawah Mas, Durin Aspar, Durian Kalapet, Durian Lokad, Durian Manjar, Durian RinBud dan Durian Torong," kata dia.

Selain pelestarian dan pemanfaatan plasma nutfah dalam hal ini berbagai jenis durian lokal yang telah didaftarkan dan dilepas sebagai varietas unggul tetap perlu mendapatkan perhatian terutama dalam pengamanannya. Pengamanan plasma nutfah yang dimaksud adalah untuk menghindari terjadinya pengambilan plasma nutfah oleh negara lain secara bebas. 

"Saat ini masih sulit dilakukan tanpa adanya prinsip-prinsip yang perlu dianut dalam kerja sama pemanfaatan plasma nutfah dengan negara lain, yaitu adanya alih teknologi dan adanya pembagian hasil yang saling menguntungkan," kata dia.

Menurutnya dalam melestarikan plasma nutfah semua pihak mempunyai tanggung jawab besar dalam upaya menjaga kelestarian sumber-sumber plasma nutfah tersebut. Perlindungan dan pengawetan alam merupakan salah satu upaya sistematis yang dilakukan oleh manusia untuk menjaga dan mempertahankan kelestarian sumber plasma nutfah. 

"Harapan kita dengan adanya kebun koleksi plasma nutfah dapat menemukan varietas-varietas baru, bibit-bibit unggul yang diperlukan dalam bidang pertanian dan dapat pula melestarikan tanaman yang sudah mulai langka," pungkasnya. (ars)

Berita Terkait