Lima TPS Lakukan Pemilihan Ulang

Lima TPS Lakukan Pemilihan Ulang

  Jumat, 19 April 2019 14:36
SIDANG CEPAT: Sidang acara cepat yang dilakukan di Kantor Bawaslu, Kamis (18/4) terkait dengan ketiadan surat suara di 5 TPS pada dua kecamatan. Sidang ini juga turut menghadirkan KPU Sintang. FIRDAUS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Capres-Cawapres

SINTANG-KPU Sintang menjadi terlapor dalam laporan terkait dengan ketiadaan salah satu jenis surat suara, yakni surat suara untuk capres dan cawapres. Temuan administrasi pemilu ini bertempat di TPS 001 Desa Nanga Payak, TPS 002 Desa Tanjung Miru, TPS 003 Desa Nanga Tanggoi, Kecamatan Kayan Hulu. Kemudian, untuk Kecamatan Kayan Hilir, ada dua TPS, yakni TPS 003 dan TPS 004 di Desa Jaya Sakti. Laporan ini ditulis pada 17 April, pukul 10.15 WIB.

Ketua KPU Sintang, Hazizah membenarkan perihal ini. “Untuk hari ini KPU Sintang menjadi pihak terlapor terkait dengan adanya ketiadaan salah satu jenis surat suara yakni capres dan cawapres di dua kecamatan, empat desa dan lima TPS. Di Kecamatan  Kayan Hulu ada 3 TPS dan di Kecamatan Kayan Hilir ada 2 TPS,” jelas Hazizah ketika diwawancarai, Kamis (18/4).

Ia menambahkan, terkait dengan kejadian itu, KPU Sintang tetap akan mengikuti putusan dari Bawaslu Sintang. Menurutnya, KPU Sintang sudah melakukan proses distribusi logistik dan pelipatan surat suara sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada.

“Ini di luar kemampuan kami, sehingga terjadinya ketiadaan salah satu surat suara di dua kecamatan tersebut,” ujar ketua KPU Sintang.

Hazizah juga menjelaskan bahwa akan segera menindaklanjuti pelaporan ini dan setelah paska keputusan dan Bawaslu Sintang, akan diberi batas waktu selama 7 hari untuk melakukan pemilihan lanjutan. Khusus untuk capres dan cawapres

“Pemilihan susulan akan diperlakukan dengan jumlah pemilih yang ada di daerah tersebut. Karena terkait pengadaan logistik tetap sama perlakuannya dengan TPS yang regular hanya saja bahasanya disebut pemilihan susulan,” ungkapnya lagi.

Menurut ketua KPU Sintang, untuk pemilihan ulang ini sudah dihitung untuk jumlah pemilihnya. Dari akumulatif semua ada 634 pemilih dari dua kecamatan dan lima TPS tersebut.

“Dan jumlah total untuk surat suara yang akan disiapkan nanti di TPS itu kita totalkan 649 surat suara dengan akumulasimu jumlah DPT di TPS tersebut dan surat suara cadangannya,” jelas Hazizah

Ia juga menambahkan untuk pemilihan ulang capres dan cawapres ini, penempatan surat suara ulang ada di KPU Provinsi, ia berharap untuk bisa segera menyelesaikan permasalahan ini. “Hasil ini akan dibuat menjadi BA dan akan segera kita selesaikan,” tutupnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Bawaslu Sintang, Fransiskus mengatakan bahwa Bawaslu sudah melakukan pemeriksaan dan sidang acara cepat terkait dengan kekurangan surat suara capres dan cawapres di lima TPS yang ada dua kecamatan ini.

“KPU dan jajarannya tentunya sudah mendapati informasi ini dengan cukup kuat dan akurat, maka sama halnya dengan Bawaslu setelah mendapat inormasi itu. maka langsung melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KPU selaku penyelenggara teknis,” beber Fransiskus

Kemudian ia melanjutkan bahwa pada poisisi ini jika diperlukan untuk melakukan pemilihan suara lanjutan atau susulan. Regulasi hanya memungkinkan dengan dasar rekomendasi dan putusan Bawaslu.

“Sidang putusan acara cepat yang dilaksanakan hari ini (Kamis, 18/4) dan hasil putusan sidang  memerintahkan kepada KPU untuk segera melaksanakan pemungutan suara ulang di 5 TPS pada dua kecamatan itu,” jelas Fransiskus.

Terakhir ia mengatakan bahwa ketiadaan surat suara capres dan cawapres ini merupakan bentuk dari kelemahan dan kelalaian dari proses pengepakan dan distribusi. “Ketiadaan surat suara ini memang merupakan bentuk dari kelalaian atau kelemahan dalam waktu melakukan pengepakan dan packing surat suara,” tutup Ketua Bawaslu Sintang. (fds)

Berita Terkait