Lima Puskesmas Jadi Rawat Inap

Lima Puskesmas Jadi Rawat Inap

  Senin, 12 February 2018 11:00
TINJAU PUSKESMAS: Bupati Ketapang Martin Rantan dalam kunjungannya ke Kecamatan Marau menyempatkan waktu meninjau Puskesmas Marau serta menyapa beberapa pengunjung di puskesmas tersebut. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

- Puskesmas Simpang Hulu

- Puskesmas Kendawangan

- Puskesmas Sandai

- Puskesmas Tumbang Titi

- Puskesmas Marau

MARAU – Dari 18 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Ketapang, lima di antaranya sudah direkomendasikan menjadi puskesmas rawat inap. Lima puskesmas yang terus dibenahi fasilitasnya sebagai fasilitas rawat inap di antaranya Puskesmas Simpang Hulu, Kendawangan, Sandai, Tumbang Titi, dan Marau.

Salah satunya Puskesmas Marau yang mendapatkan anggaran Rp1,5 miliar di tahun anggaran 2018. Rencana tersebut diungkapkan Bupati Ketapang Martin Rantan saat bertandang ke Kecamatan Marau, beberapa waktu lalu, dalam rangka Sosialisasi APBD 2018 dan Pengarahan Pra Musrenbang  di Gedung Pertemuan Kecamatan Marau.

Selain pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Marau, Bupati juga meninjau kondisi areal bangunan, termasuk luas lahan menjadi perhatian dia. "Pengembangan Puskesmas Marau dinilai penting, karena keberadaan puskesmas ini sebagai rujukan dari puskesmas lainnya yang ada di sekitar Kecamatan Marau," kata Martin.

Rencana pengembangan Puskesmas Marau kembali dipertegas Bupati di depan tujuh camat bersama Sekcam serta para Kepala desa dari Marau dan Air Upas. Di hadapan mereka Bupati menerangkan peninjauan ke Puskesmas Marau berikut rencana pengembangan puskesmas dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,5 miliar.

Selain itu, Martin menjelaskan perlunya dilakukan DED Kota Marau. Dengan rencana tersebut diharapkan dia, dapat dilakukan penataan secara bertahap. Marau diakui dia cukup strategis untuk pengembangan, baik berkaitan dengan rencana pemekaran Kabupaten Jelai Kendawangan Raya, maupun kawasan strategis yang menghubungkan Jelai Hulu, Tumbang Titi, Air Upas, dan lainnya.

Dari peninjauan sekitar Puskesmas Marau, Martin mengungkapkan, pengembangan puskesmas yang strategis dan bisa dibangun dalam satu hamparan. Kondisi lahan sekitar Puskesmas Marau dinilainya berbeda dengan di Puskesmas Kecamatan Manis Mata. Jika Puskesmas  Marau dikembangkan, dia memastikan bahwa lahan masih tersedia. Sedangkan Puskesmas Manis Mata, diakui dia jika lahan bangunannya cukup terbatas.

"Untuk Kepala Dinas Pendidikan, disamping Puskesmas terdapat dua rumah guru aset Dinas pendidikan, sebaiknya dilepas saja dan aset digabung dengan Puskesmas, sehingga bisa kita bangun lebih luas, dan bisa kita bangun pasda APBD 2019," perintah Martin.

Selain itu, Martin melihat  terdapat sebuah ruas jalan yang membelah lahan Puskesmas Marau. Dia meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang Donatus untuk memikirkan bagaimana ruas jalan tersebut dialihkan saja. Dia menyarankan, bisa saja dibahas dalam Musrembang RAPBD 2019. Dengan begitu, dia yakin pengembangan Kota Marau lebih tertata, sehingga bisa dipersiapkan menjadi sebuah kota besar.

"Jika sudah tertata dengan baik, tidak menutup kemungkinan suatu saat Kota Marau akan menjadi sebuah kota  besar yang berkembang. Misalnya, sekiranya dilakukan pemekaran wilayah Kabupaten Jelai Kendawangan Raya. Karena sesuai kebijakan Pemerintah Pusat, Pemekaran wilayah tidak dilarang, tetapi hanya dimoratorium," ujarnya.

"Artinya, secara bertahap, fasilitas-fasilitas pendukung di wilayah yang akan dimekarkan bisa dipersiapkan dari awal. Tidak hanya di wilayah Kecamatan Marau, tetapi juga di seluruh wilayah yang akan di mekarkan," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait