Lima Hari, Gawai Dayak Forum Ketemenggungan Ditutup

Lima Hari, Gawai Dayak Forum Ketemenggungan Ditutup

  Senin, 30 July 2018 10:23
GAWAI: Malam penutupan Gawai Dayak Forum Ketemenggungan Kabupaten Kapuas Hulu di GOR Uncak Kapuas, Sabtu (28/7) malam. MUSTA'AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Jadikan Rutinitas Tahunan, Jawab Tantangan Global

Menjawab tantangan global, dimana sumber daya alam tidak sepenuhnya bisa diandalkan untuk pendapatan kepariwisataan, kini diharapkan konsisten mengangkat sektor kebudayaan dan pariwisata. Sebagai komoditas meningkatkan perekonomian daerah.

MUSTA’AN, PUTUSSIBAU

SETELAH berlangsung sekitar 5 hari, Gawai Dayak Forum Ketemenggungan Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2018 resmi di tutup, Sabtu (28/7) malam. Penutupan event tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, mewakili Bupati Kapuas Hulu AM Nasir.

Dalam sambutannya Petrus Kusnadi menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Gawai Dayak tersebut. Kiranya kedepan tetap terus dilaksanakan, untuk semakin mempererat kesatuan antar suku dan agama yang ada di Kapuas Hulu ini, kata Kusnadi.

Menurut Kusnadi, gawai merupakan bentuk keomitmen bersama masyarakat dayak, secara khusus di Kapuas Hulu yang punya beragam suku dan agama. Maka keberagaman tersebut menjadi hal yang indah untuk kemajuan daerah Bumi Uncak Kapuas. 

“Dunia sekarang sudah semakin maju, termasuk di Kapuas Hulu, kita harus berbenah untuk menjawab tantangan global. Sumber daya alam tidak sepenuhnya bisa diandalkan untuk pendapatan, kata Kusnadi.

Maka sambungnya, banyak daerah yang maju tanpa sumber daya, namun mereka konsisten mengangkat sektor kebudayaan dan pariwisata sebagai komoditas untuk meningkatkan ekonomi daerah.

“Kedepan, gawai dayak kita harapkan setiap tahunnya bisa kita laksanakan. Saat ini kita sedang membangun rumah betang, di desa Pala Pulau. Kalau sudah tuntas bisa kita jadikan sebagai tempat melaksanakan kegiatan untuk mengangakat seni budaya dayak, karena akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, terang Kusnadi.

Sementara itu, Ketua Panitia Gawai Dayak Forum Ketemenggungan Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2018 Fabianus Kasim mengatakan, hampir tiga bulan pihaknya mempersiapkan kegiatan tersebut. 

“Selama kegiatan gawai berlangsung, kita telah disuguhkan dengan beragam penampilan seni budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Kiranya ini menjadikan seni budaya sebagai perekat kesatuan bangsa, meningkatkan ekonomi kerakyatan, harapnya.

Lebih lanjut Kasim yang juga Anggota DPRD Kapuas Hulu ini menambahkan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama gawai dayak diantaranya, seminar budaya, displai budaya partisipasi puluhan stand pameran yang menyajikan beragam kuliner dan kesenian, bujang dara gawai, Pop singer, tari dayak kreasi.

Kemudian ada sastra lisan, melukis perisai, pahat kayu, menganyam manik, peerupuk, masak khas tradisional ,sumpit dan lainnya, papar Kasim.

Kasim menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan. Terimakasih pula ia sampaikan kepada Pemkab Kapuas Hulu dan semua sponsor kegiatan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.

“Terimakasih kepada panitia yang telah bekerja keras, dan partisipasi para sanggar. Semoga kegiatan ini berarti untuk berikutnya dan berguna untuk melestarikan seni budaya .Ini diharapkan bisa menjadi ikon yang bisa terus kita dukung bersama, ajak Kasim.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas Hulu Ambrosius Sadau sekaligus mewakili Ketua DAD Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero mengatakan, DAD merupakan wadah yang sangat strategis dalam memelihara dan melestarikan budaya dayak, khususnya di Kapuas Hulu. 

Maka DAD mendukung terselenggaranya kegiatan gawai ini, dengan memberikan rekomendasi kepada Forum Ketemenggungan untuk melaksanakan gawai dayak, kata Sadau.

Sesuai esensinya lanjut Sadau, Gawai Dayak tersebut menampilkan seni budaya dalam berbagai bentuk atraksi dan perlombaan. Dengan perhelatan tersebut sambung Sadau, kiranya budaya dayak di Kapuas Hulu terus dikembangkan serta di pupuk agar berguna bagi kemajuan budaya daerah dan nasional. 

Sadau berharap untuk event gawai dayak selanjutnya agar bisa dikemas dan ditata secara baik, sehingga bisa menjadi event pariwisata daerah yang akan diselenggarakan setiap tahun. Atas nama DAD Sadau menyampaikan terimakasih kepada Pemda Kapuas Hulu yang sudah memberikan tempat ruang dan waktu untuk gawai dayak Forum Ketemenggungan ini. 

“Kepada pihak keamanan, temenggung, DPRD, para sanggar serta pihak lainnya, kami DAD menyampaikan terimakasih yang sebesar  besarnya. Kemudian panitia yang telah bekerja secara tulus untuk suksesnya kegiatan ini, ucapnya.

Mewakili DAD Provinsi Kalbat Tarsisius menyampaikan, membangun seni budaya dayak tersebut perlu sinergitas. Ia berharap tahun depan gawai tersebut bisa dilaksanakan. “Kami DAD provinsi menghaturkan terimakasih kepada panitia yang sudah sukses melaksanakan gawai dayak ini, tuturnya. 

Tarsisius menegaskan, event gawai bukanlah untuk lelucon, karena ini menyangkut ritual, sebagai ungkapan syukur atas kehidupan selama satu tahun yang sudah dilewati. 

Malam puncak penutupan gawai dayak tersebut dihadiri ribuan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru. Sejumlah penampilan memukau penonton, diantaranya masyarakat di hibur sanggar Binua Garantunk dan konser seratus sape asal Kapuas Hulu.(*)

Berita Terkait