Lima Bulan Tersangka, Bupati Jepara Ditahan

Lima Bulan Tersangka, Bupati Jepara Ditahan

  Selasa, 14 May 2019 09:14
DITAHAN: Bupati Jepara Ahmad Marzuqi ditahan KPK sebagai tersangka kasus suap terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang terkait gugatan praperadilan yang diajukannya di PN Semarang. FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Berita Terkait

Suap Hakim Rp700 Juta

JAKARTA – Tidak banyak kalimat yang meluncur dari mulut Bupati Jepara Ahmad Marzuqi setelah menjalani pemeriksaan kemarin (13/5). Dia keluar dari Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi oranye.

Sejak kemarin, Marzuki tidak hanya berstatus tersangka. Dia juga resmi menjadi tahanan lembaga antirasuah tersebut. Sebelumnya, Marzuqi beberapa kali diperiksa penyidik KPK terkait dengan dugaan suap gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah. ’’Sebagai warga negara yang taat peraturan perundang-undangan, ya kita mengikuti proses,’’ katanya setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar lima jam kemarin.

Dalam kasus tersebut, KPK menduga Marzuqi memberikan suap kepada hakim PN Semarang bernama Lasito. Jumlahnya mencapai Rp700 juta. Uang itu diberikan dalam dua tahap, yakni Rp 500 juta dalam pecahan rupiah dan uang senilai Rp200 juta dalam bentuk USD.

Marzuqi memberikan uang kepada Lasito agar menang gugatan praperadilan di PN Semarang. Yang lebih parah, gugatan praperadilan itu juga terkait dengan kasus dugaan korupsi. Yakni, dugaan korupsi dana hibah atau dana bantuan untuk DPC PPP Jepara 2011–2014. Kasus tersebut ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng).

Namun, praktik culas itu dapat diungkap KPK. Awal Desember tahun lalu, Marzuqi dan Lasito sama-sama ditetapkan sebagai tersangka. Setelah lima bulan, KPK akhirnya menahan Marzuqi. Dari Gedung Merah Putih, dia dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, penahanan Marzuqi dilakukan sesuai dengan pertimbangan penyidik. ’’Ada alasan objektif, ada alasan subjektif. Selain itu, dilihat strategi penahanan perkaranya,’’ terang dia.

Berdasar pertimbangan tersebut, penyidik memutuskan bahwa Marzuqi sudah memenuhi syarat untuk ditahan mulai kemarin. Penahanan itu berlaku hingga 20 hari mendatang. (syn/c14/fal)

Berita Terkait