Liburan Sekolah, Jual Bunga bagi Peziarah

Liburan Sekolah, Jual Bunga bagi Peziarah

  Sabtu, 4 June 2016 10:56
AGUS PUJIANTO/PONTIANAKPOST BUNGA: Liburan sekolah dimanfaatkan anak-anak berjualan bunga bagi peziarah di TPU Sungai Bangkong.

Berita Terkait

Mendekati Ramadan, peziarah mulai memadati sejumlah tempat pemakaman umum (TPU). Kunjungan ke makam oleh keluarga almarhum yang masih hidup seperti membersihkan taman sekaligus mendoakan ini, seperti menjadi berkah tahunan bagi para penjual bunga.

SELALU ada yang berbeda menjelang Ramadan di TPU Sungai Bangkong, Jalan Putri Dara Nante, Pontianak. Hari biasa, ruas jalan ini cukup lengan. Hanya bising suara kenalpot motor berlalu lalang.

Namun tidak saat mendekati Ramadan. Akan banyak dijumpai di pinggiran jalan, masyarakat menyodorkan sekantong plastik putih berisi dan sebotol air setiap ada pengguna jalan melintas. Mereka adalah pejual bunga tabur. 

Kunjungan ke makam oleh keluarga almarhum untuk membersihkan makam sekaligus mendoakan ini jadi berkah tersendiri bagi warga penjual bunga. Bukan hanya dari ibu rumah tangga, tapi juga bagi anak-anak yang mengisi liburan sekolah.

“Masih sepi Bang, baru dua hari ini jualan,” kata Lisa, sesekali membenahi arah posisi duduknya.

Lapak dagangan Lisa sederhana, hanya menempatkan sebuah meja plastic dan satu buah ban mobil bekas yang dia pinjam dari tetangga sebelah, untuk alas duduknya. Di atas mejanya, penuh dengan plastik putih berisi jenis bunga yang didominasi kuntum warna bunga putih dan merah.

Jenis bunga Kamboja, Asoka dan potongan daun pandan sebagai pengharum ini, dibandrol Rp3.000. Sementara sebotol air, dijualnya Rp2.000.

Pelajar SDN 09 Pontianak ini mengatakan, dalam beberapa hari ini belum banyak yang membeli dagangan bunga taburnya. Lisa memprediksi, H-2 pengunjung akan lebih banyak yang datang.

“Belum banyak. Kami baru dua hari jualan,” ujar Lisa.

Diakui Lisa, memanfaatkan liburan sekolah, dia ikut menjajakan bunga bersama Nawara, bibinya. “ Mumpung libur. Bantu jualan cari uang jajan,” katanya polos.

Nawara, Bibi Lisa mengatakan, bunga yang dijual didapatkan dari sejumlah rumah warga. Sementara daun pandang, ditanamnya sendiri.

“Ini bawa satu karung daun pandang. Belum banyak yang laku,” sebut warga Sungai Jawi ini.

Diakui Nawara, untuk menjual bunga tabur, tidak banyak modal yang diperlukan. Hanya perlu membeli plastik putih untuk menyatukan potongan bunga. Sementara botol air, didapatnya dari barang bekas.

“Mumpung lagi laris manis, kami penuhi kebutuhan pengunjung makam, yah juga yang untung. Modalnya cuma Rp50 ribu beli plastik" ungkapnya.

Untungnya, bisa berkali-kali lipat. Tahun lalu, dalam empat hari saja, bisa mengumpulkan satu juta rupiah dari penjualan bunga. Dia juga memprediksi, dua hari menjelang puasa, penjualan akan semakin meningkat.

“Minggu, mungkin ramai, sekarang masih sepi. Penjual juga banyak. Lumayan, cari rejeki untuk sambut Ramadan,” tukasnya. (gus)

 

 

Berita Terkait