Libur Lebaran, Gunung Merbabu Dipadati Pendaki

Libur Lebaran, Gunung Merbabu Dipadati Pendaki

  Kamis, 21 June 2018 16:19
DIPADATI PENDAKI: Ratusan tenda pemdaki terlihat memadati Pos III Gunung Merbabu. Mereka memilih untuk mendirikan tenda di pos ini sebelim melanjutkan pendakian ke puncak. Selain pemandangannya indah, pemdaki juga bis melihat kemegahan Gunung Merapi dari jarak dekat. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Berita Terkait

MENDAKI Gunung menjadi alternatif untuk mengisi waktu libur lebaran kali ini. Gunung Merbabu salah satunya. Sejak Sabtu (16/6), gunung ini dipadati pendaki. Bahkan sejak Rabu (20/6), pendaki yang naik dari jalur Selo, Boyolali sudah mencapai lebih dari 3000 pendaki.

"Sampai dengan hari ini Rabu (20/6) yang tercatat masuk dari jalur Selo sudah lebih dari 3000 pendaki," ujar Astek, petugas TN Gunung Merbabu kepada Pontianak Post, Rabu (20/6).Menurutnya, para pendaki ini mulai terlihat memadati Gunung Merbabu sejak hari Sabtu (16/6) dengan jumlah pendaki 171 pendaki. Disusul pada hari Minggu (17/6) yang jumlahnya semakin meningkat, mencapai 603 pendaki. Hari berikutnya, Senin (18/6), mencapai 842 pendaki. Kemudian pada Selasa (19/6), mencapai 886 pendaki, dan Rabu (20/6) jumlahnya terus meningkat, diatas 800 pendaki.

Pendaki yang datang ke Gunung Merbabu terdiri dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia, diantaranya Semarang, Solo, Jepara, Indramayu, Pekalongan, Tegal, Bekasi, Bogor dan beberapa pendaki dari luar negeri. Salah satunya Tekno. Pria yang sehari-hari bekerja di pabrik tekstil di kawasan Jepara ini mengatakan, dirinya sudah hobi mendaki gunung sejak masa sekolah. Bahkan setiap ada waktu libur ia memilih untuk mendaki gunung atau camping. "Mumpung liburnya panjang, jadi saya pilih naik gunung," katanya saat ditemui Pontianak Post di Pos III Gunung Merbabu.

Selain Tekno ada Ratno, pendaki dari Indramayu, Jawa Barat. Dalam pendakian kali ini, Ratno mengikutsertakan anak laki-lakinya, Devan, yang masih berusia 3 tahun.
Menurutnya, sejak umur 1 tahun, Devan sudah sering diajak mendaki gunung. Bahkan, balita itu sudah pernah diajak mendaki Gunung Cermai di Jawa Barat dan beberapa gunung lainnya.
"Kami ke sini sembilan orang. Rencananya kami mau ngecamp di sini selama tiga hari," kata Ratno.

Gunung Merbabu sendiri memiliki ketinggian 3.142 Mdpl, dengan lima jalur pendakian, yakni jalur Selo (Boyolali), jalur Tekelan (Kopeng, Salatiga), jalur Suwanting (Magelang), jalur Wekas (Magelang) dan jalur Chuntel (Magelang). Nah, dari kelima jalur diatas, jalur pendakian dari Kecamatan Selo yang menjadi favorit sebagian besar pendaki, selain jalurnya yang tidak terlalu sulit pemandangannya juga terbilang sangat indah, salah satunya gunung Merapi yang terlihat jelas didepan mata. Tak hanya itu, di gunung ini juga terdapat beberapa kawah, seperti kawah Condrodimuko, Kombang, Sumbernyowo, dan Rebab.

Sebelum melakukan pendakian, para pendaki wajib menyerahkan data di basecamp.  Untuk menuju ke basecamp Selo sendiri tidaklah sulit, bisa kita jangkau dari Magelang ataupun Boyolali.  Bagi yang menggunakan transportasi umum, bisa naik bus jurusan Magelang-Boyolali kemudian turun di pasar Selo, dari sini tidak ada transportasi umum untuk menuju basecamp, jadi pilihannya hanya menggunakan ojek atau jalan kaki, namun disarankan untuk menggunakan ojek karena basecamp masih cukup jauh dengan jalan yang naik turun.

Bagi kalian yang ingin menggunakan kendaraan pribadi, disarankan untuk memilih menggunakan motor karena jalurnya kecil, hanya cukup dilewati satu mobil saja.

Retribusi pendakian gunung Merbabu adalah Rp. 15.000/orang dengan parkir motor Rp. 5000. Estimasi pendakian Merbabu melalui jalur Selo sekitar 8-9 jam sampai puncak, gerbang pendakian terletak beberapa meter dari Basecamp, jalur yang kita lalui dari Basecamp sampai pos 1 merupakan jalur datar dengan sedikit menanjak, pemandangan hutan pinus diawal dan hutan hijau akan menemani para pendaki sampai di pos I dengan estimasi waktu kurang lebih 2,5 jam.

Dari Pos I menuju Pos II jalur masih terbilang landai dengan sedikit tanjakan. Pemandangan sepanjang jalur sedikit lebih terbuka daripada saat menuju ke Pos I. Para pendaki akan disuguhi pemandangan hutan hijau. Sebelum sampai di Pos I kita akan melewati sebuah tanjakan yang merupakan tanjakan terberat menuju ke Pos II. Di Pos II terdapat lahan yang cukup luas, sehingga bisa digunakan untuk mendirikan tenda.

Dari Pos II, jalur akan lebih banyak menanjak daripada landainya. Ditambah lagi jalur ini sedikit licin apalagi saat musim hujan.
Di Pos III sebuah puncak bukit yang sangat luas dan bisa digunakan untuk mendirikan banyak tenda, namun karena sangat terbuka jadi cukup bahaya saat terjadi badai. Dari sini pendaki sudah bisa melihat megahnya gunung Merapi.  Gunung Merapi akan terlihat sangat indah dengan dikelilingi awan, tentunya jika tidak ada kabut, estimasi waktu untuk sampai di Pos 3 sekitar 1 jam.

Setelah Pos III, pos berikutnya adalah Sabana I. Inilah jalur yang paling berat saat mendaki gunung Merbabu via Selo, dari Pos 3 kita harus melewati jalur yang sangat menanjak dengan kemiringan lebih dari 60 derajat. Banyak pendaki yang mengatakan jika jalur inilah yang paling berat saat mendaki Merbabu via Selo. Namun kita akan disuguhi pemdangan yang luar biasa hingga Sabana I. Deretan kebun bunga Edelweis akan menemani kita sampai di atas bukit tersebut, dari atas bukit itu biasanya para pendaki menyaksikan keindahan sunset di Merbabu dengan gunung Merapi yang dikelilingi awan, estimasi waktu untuk sampai di Sabana 1 sekitar 2 jam.


Dari Sabana 1 menuju Sabana II. Perjalanan menuju ke Sabana II, pendaki harus menuruni dan mendaki bukit lagi, tapi tenang walaupun jalurnya cukup licin namun tidak terlalu menanjak, estimasi waktu untuk sampai di Sabana I sekitar 1 jam. Sabana II menuju puncak. Gunung Merbabu memiliki tiga puncak, yaitu Puncak Kenteng Songo yang berada di ketinggian 3.142Mdpl, Puncak Trangulasi dengan ketinggian 3.142 Mdpl dan Puncak Syarif dengan ketinggian 3.119 Mdpl. (arf)

Berita Terkait