Lenggak-Lenggok Singa di Tanah Khatulistiwa

Lenggak-Lenggok Singa di Tanah Khatulistiwa

  Minggu, 23 June 2019 08:27

Berita Terkait

Semua bermula dari cerita sahabat yang tak kenal Pontianak. Keinginan untuk mengenalkan Kota Khatulistiwa pun muncul. Salah satunya melalui lenggak-lenggok singa dari berbagai negara. Atraksi ini pun dikemas menarik dalam Pontianak Lion Dance Internasional. 

Oleh: Mirza A Muin 

“Semua berawal dari kegelisahan hati saya tentang Kota Pontianak yang belum terlalu dikenal,” ujar Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalbar Sugioto, Sabtu (22/6).

Sugioto memiliki dua sahabat yang tak pernah singgah ke Pontianak. Alasannya, Pontianak belum terlalu dikenal. Miris hati Sugioto mendengar pernyataan itu. 

Dari kejadian itu, dia pun berpikir untuk menyelenggarakan satu kegiatan yang mampu jadi magnet untuk mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah ke Pontianak. Dia pun menyampaikan hal tersebut pada sahabat lainnya yang memiliki jejaring luas. Ada banyak even kebudayaan Kota Pontianak bisa dikemas menarik dapat mengundang wisatawan dari luar datang ke Pontianak. “Bakcan, Cap Go Meh, barongsai, kemudian sembahyang kubur beberapa diantaranya,” katanya.

Atas saran sahabat, kemudian terpikirlah membuat satu even melalui wadah FOBI yang membawahi olahraga barongsai ini. 

“Usai pertemuan itu saya bersama teman mulai mengkonsep acaranya berskala internasional,” katanya.

Setelah konsep tersusun, mereka  bertemu Wali Kota Pontianak untuk memaparkan konsep rencana acara tersebut. Sambutan Wali Kota Pontianak tentang kegiatan acara bertajuk Pontianak Lion Dance Internasional ini pun positif. Pemerintah mendukung penuh. Menurut Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, acara berlevel internasional dapat mendatangkan wisatawan. Dengan begitu, secara tidak langsung Pontianak akan lebih dikenal di mata dunia.

Namun, penyelenggaraan kegiatan ini bukan tanpa sandungan. Selain mengurus perizinan, Sugioto juga meminta saran pada pengurus olahraga barongsai dunia. 

“Hasilnya sangat baik. Kami didukung penuh. Kami juga dibantu untuk menghubungi peserta dari negara lain,” katanya.

Perwakilan dari delapan negara ikut serta. Koordinasi dengan pihak Imigrasi dan Angkasa Pura dilakukan agar acara ini melenggang tanpa kendala. Hasilnya, kedatangan peserta ke Pontianak berjalan dengan mudah. Promosi pra-acara dilakukan dengan kencang. Baliho terpasang di titik-titik strategis, video tron, media massa dan medsos tentang penyelenggaraan Pontianak Lion Dance Internasional ini.

Sugioto bersyukur acara berjalan sesuai harapan. Meski demikian tak ditutupi, beberapa masih memiliki kekurangan. 

“Tentunya akan diperbaiki sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaannya ke depan semakin menarik,” kata Sugioto.

Dia berharap Pontianak Lion Dance Internasional dapat dilaksanakan kembali dan ditetapkan menjadi agenda tahunan. Namun, tak sedikit biaya buat menyelenggarakan even internasional. Mudah-mudahan saja pemerintah dapat mensuport penuh kegiatan ini. 

“Dari hasil pertemuan bersama Pak Wali jika agenda pertama kali ini sukses, ke depan penyelenggarannya bisa dibantu oleh pemeirntah,” pungkasnya. **

Berita Terkait