Lee Chong Wei Setara Taufik, Ardy dan Susy

Lee Chong Wei Setara Taufik, Ardy dan Susy

  Senin, 6 June 2016 09:30
JUARA: Lee Chong Wei dari Malaysia keluar menjadi juara Indonesia Open Men Single saat berhadapan dengan Jan Jorgensen dari Denmark di Istora Senayan, Jakarta, (05/06). WAHYUDIN/JAWA POS

Berita Terkait

JAKARTA – Gelaran BCA Indonesia Open Superseries Premier (BIOSSP) 2016 rampung seiring babak final kemarin (5/6). Rekor baru ditorehkan Lee Chong Wei, pebulu tangkis senior Malaysia di edisi kali ini. Di final, dia berhasil mengunci gelar tunggal putra via pertarungan sengit tiga game, 17-21, 21-19, 21-17. menghadapi Jan O Jorgensen, dari Denmark.

Pengalaman dan daya juang yang dimiliki Chong Wei terlihat jelas dalam final yang berlangsung di Istora, Senayan kemarin. Sempat tertinggal di game pertama dan berlanjut di game kedua, pebulu tangkis 33 tahun itu bisa bangkit dan membalikkan kedudukan. Dia paham betul usianya sudah tidak lagi muda, dia satu angkatan bersama Taufik Hidayat, legenda bulu tangkis Indonesia dan Lin Dan (Tiongkok).

Tetapi kemenangan yang dia raih kemarin sekaligus membuat raihan gelar dia di Indonesia Open menjadi enam kali juara. Catatan itu setara dengan apa yang dicapai Taufik (1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006), Ardy Bernis Wiranata (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, 1997) dan Susy Susanti (1989, 1991, 1994, 1995, 1996, 1997).

Sebelum tahun ini, Chong Wei sudah lebih dahulu mengantongi lima gelar di Indonesia Open. Diantaranya yakni 2007, 2009, 2010, 2011, dan 2013. Di awal turnamen pebulu tangkis peraih dua medali perak Olimpiade itu menyebutkan tahun ini akan menjadi edisi terakhir keikutsertaanya di Indonesia Open. Tetapi dengan melihat prestasi dia di final kemarin, rupanya dia akan kembali lagi tahun depan. 

Meski berpengalaman, performa Chong Wei berbeda ketimbang tiga tahun lalu. Setidaknya dari aspek fisik yang mulai tergerus dimakan usia. Buktinya, Ihsan Maulana Mustofa, pebulu tangkis muda Indonesia sanggup membuat andalan Malaysia itu susah payah meraih kemenangan di babak semifinal.            

Chong Wei kemarin memang tidak sempat melakukan sesi jumpa pers selesai pertandingan. Ini disebabkan karena dia dijadwalkan berangkat ke Australia pukul 18.00 WIB. Sedangkan pertandingan rampung pada pukul 16.10 WIB. Hendrawan, pelatih Chong Wei melihat capaian anak didiknya sangat positif untuk menyongsong Olimpiade 2016. 

”Dia memang mendapatkan tekanan cukup jelas dari publik Malaysia jelang Olimpiade, karena kans medali emas memang hanya dari Chong Wei,” sebutnya. Namun, secara teknis Hendrawan yang merupakan bintang kemenangan Indonesia di Piala Thomas Uber 2002 lalu melihat fisik pemainnya masih prima.

”Sekarang yang paling penting adalah fokus di sisi non teknis, termasuk pressure itu,” lanjutnya. Meski belum sempat menjalani jumpa pers, Chong Wei sempat menyebutkan kalau prestasi dia kali ini memang menjadi modal menuju Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil.

”Sekarang saya akan berangkat ke Australia, tahun depan semoga bisa kembali ke Indonesia dan mempertahankan penampilan saya,” timpal Chong Wei. Sementara itu, di final empat nomor event lainnya, terbagi rata diantara empat negara berbeda.

Di tunggal putri, Tai Tzu Ying (Taiwan) tampil hebat saat mengalahkan unggulan keempat dari Tiongkok Wang Yihan, 21-17, 21-8. Sedangkan Korea Selatan diwakili Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong sebagai juara ganda putra. Demikian pula dengan Jepang, yang mengatarkan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi menjadi yang terbaik tahun ini.

Sedangkan Tiongkok beruntung punya Xu Chen/Ma Jin yang sukses mempertahankan gelar yang mereka raih tahun lalu. ”Hasil ini akan membuat kami semakin siap menuju Olimpiade,” kata Xu Chen selepas pertandingan. (nap)

Berita Terkait