Lebih Dekat dengan Brigadir Juniardi

Lebih Dekat dengan Brigadir Juniardi

  Sabtu, 21 July 2018 10:29
BIAYAI: Brigadir Juniardi diabadikan ketika membelikan Imam perlengkapan sekolah. FOTO DINA MARIANA

Berita Terkait

Rogoh Kocek Sendiri, Demi Biayai Anak Putus Sekolah

Putus sekolah adalah momok bagi anak-anak indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Sekadau. Seperti halnya Imam Rohim Akbar yang putus sekolah dari SMP Negeri 1 Mahap karena tidak memiliki biaya dan memilih merawat ibunya yang sedang sakit. 

SUGENG RHD & DINA, Kabupaten Sekadau

Republik Indonesia yang bertugas di Polres Sekadau. Melalui dia, kini Imam bisa kembali melanjutkan sekolahnya.

Sosok Brigadir Juniardi adalah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sekadau Hulu. Kemurahan hatinya, meski harus merelakan sebagian uang gajinya, telah membantu Imam untuk tetap bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Rawak, Kecamatan Sekadau Hulu.

Dia (Brigadir Juniardi) membawa serta Imam untuk membelikan perlengkapan sekolahnya. Dari beberapa sumber yang dihimpun harian ini, kerelaan tersebut bukan pertama kalinya dia membantu anak yang putus sekolah. 

Sebelumnya, ia juga membantu anak kurang yang kurang mampu putus sekolah. Hingga, akhirnya anak tersebut bisa kembali melanjutkan pendidikannya di SDN 1 Rawak.

“Saya dapat info ada anak yang putus sekolah. Alhamdulillah, saya ada rejeki lebih jadi saya bantu mereka supaya tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya, Kamis (19/7) kemarin.

Imam diketahui memilih putus sekolah karena merawat ibunya yang sakit sejak setahun lalu. Setelah rela tak sekolah demi bisa merawat sang ibu, Imam mengalami kondisi semakin sulit. Sang ibu, Rumiyati (53) meninggal dunia Februari lalu karena diabetes. Sementara ayahnya juga sakit-sakitan dan tinggal di Mahap, Kecamatan Nanga Mahap. Orang tuanya petani,” ungkapnya.

Imam yang merupakan bungsu dari lima bersaudara. Kini, ia tinggal bersama sang bibi di Dusun Rawak Hulu, Desa Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu.

Kondisi yang begitu sulit dilalui Imam membuatnya sempat tidak berpikir untuk kembali bersekolah. Bahkan, sudah putus asa. Sang bibi yang juga seorang janda dan hidup dengan ekonomi yang terbatas, juga tidak memungkinkan untuk menyekolahkan Imam kembali.

“Saya lantas mendatangi Imam. Memberi motivasi agar dia bisa terus bersekolah hingga selesai agar kelak bisa menjadi orang yang sukses dan berguna. Saya juga membantu sebisa saya agar dia dapat melanjutkan sekolah dan meringankan beban bibinya,” katanya menceritakan.

“Saya berkoordiasi dengan pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Rawak Hulu dan mereka (pihak sekolah) mau menerimanya. Sekarang dia sudah masuk sekolah dan belajar bersama teman-temannya yang lain,” ungkapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Imam ketika ditemui harian ini. Dia begitu terharu bisa kembali bersekolah. Terlebih, pada awalnya dia juga tak berpikir bisa kembali bersekolah dengan dibantu Brigadir Juniardi.

“Alhamdulillah, saya bersyukur ada om polisi yang mau bantu saya tetap sekolah. Saya berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh, agar ibu saya bangga. Meskipun saat ini ibu sudah tidak ada lagi,” katanya dengan perasaan pilu. (*)

Berita Terkait