Lebih 20 Naga Meriahkan CGM di Pontianak, Yang Terpanjang Capai 118 Meter

Lebih 20 Naga Meriahkan CGM di Pontianak, Yang Terpanjang Capai 118 Meter

  Senin, 12 February 2018 11:00
PERSIAPAN: Salah satu replika naga yang akan ikut parade Cap Go Meh pada Jumat (2/3) mendatang. Lebih dari 20 naga akan ikut pada perayaan tersebut, yang dibarengi dengan pawai budaya dan pertunjukan seni. ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK – Perayaan Cap Go Meh di Pontianak tahun ini akan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya parade naga atau liong diikuti oleh lebih dari 20 naga yang akan beratraksi pada Jumat (2/3) mendatang. 

Ketua Panitia CGM Pontianak Sugioto mengatakan, tahun ini antusiasme masyarakat sangat tinggi. “Tahun ini sepertinya akan lebih ramai, karena parade naga saja diikuti dua puluhan ekor,” ujarnya usai rapat persiapan CGM di Yayasan Bhakti Suci, kemarin (11/2).

Kebanyakan naga-naga tersebut berasal dari yayasan pemadam kebakaran yang ada di Pontianak. Namun ada pula peserta dari luar kota. Ukuran naga sendiri bervariasi. Namun naga terbesar berasal dari grup Sungai Pinyuh yang panjangnya saja 118 meter. Selain itu kepala naga yang diberi nama Naga Langit ini hampir seukuran bagian depan sebuah mobil. Selain naga aka nada juga parade replica kupu-kupu, ikan dan hewan lain. Tidak hanya itu, parade naga tersebut juga akan dibarengi dengan pawai budaya dan pertunjukan seni lainnya.

Parade sendiri akan dimulai pada jam 1 siang hingga sore hari. Rutenya adalah Jalan Patimura (depan Lapangan PSP), Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan dan Jalan Tanjungpura. Sementara panggung kehormatan akan ditempatkan di halaman Yayasan Bhakti Suci, Jl Gajah Mada. Naga-naga tersebut juga akan beratraksi kembali pada malam hari untuk pertunjukan naga bersinar. Dimana naga-naga itu akan dihiasi dengan lampu neon warna-warni yang aktraktif di sekitaran Jl Gajah Mada.

Kendati acara puncak dilaksanakan pada 2 Maret, rangkaian kegiatan sudah dilakukan sejak bulan Januari lalu. Lampu-lampu lampion misalnya, sudah dipasang panitia sejak bulan lalu di sejumlah titik keramaian Pontianak. Pada 24-25 Februari akan digelar kompetisi dragon boat di Sungai Kapuas. Sementara pada 25-25 Februari di Jalan Diponegoro akan digelar Festival Kuliner Vaganza dan panggung hiburan yang bisa disaksikan warga hingga malam hari.

Adapun pada 28 Februari akan dimulai ritual naga buka mata di klenteng Jl Diponegoro. Selepas upacara sakral itu, naga-naga itu akan berkunjung ke instansi pemerintahan dan para donatur, sebelum tampil penuh pada 2 Maret. Keesokan harinya, tanggal 3 Maret akan diadakan final lomba Barongsai Mandiri Cup 2018. Pada hari itu juga diadakan ritual tutup mata naga dan pembakaran naga di komplek pemakanan Yayasan Bhakti Suci.

Sugioto  menjelaskan pihaknya sudah mendapat lampu hijau dari Wali Kota Pontianak dan pihak keamanan. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan aparat Polresta Pontianak dan pihak terkait lainnya terutama dalam menjaga ketertiban umum, kebersihan lokasi kegiatan, menjaga taman, keamanan dan kenyamanan pengunjung. Apalagi pada hari pelaksanaan parade naga bertepatan dengan sembahyang Jumat umat Islam. “Kami meminta kepada para peserta untuk memulai kegiatan jam 1 siang, setelah saudara kita umat Islam beribadah,” imbuh dia.

Sementara itu, menjelang perayaan tahun baru Imlek pada Jumat (16/2) ini, masyarakat Tionghoa di Pontianak mulai berbenah. Mereka mulai menghiasi rumahnya dengan pernak-pernik dan ornamen khas Imlek. Begitu juga dengan sejumlah pusat perbelanjaan dan keramaian di Kota Pontianak. Masing-masing mendandani eksterior dan interiornya dengan dekorasi bernuansa Imlek. Nuansa merah dan emas menjadi yang paling dominan. (ars)

Berita Terkait