Layang-layang Mengancam Pasokan Listrik di Sistem Khatulistiwa

Layang-layang Mengancam Pasokan Listrik di Sistem Khatulistiwa

  Kamis, 7 February 2019 11:59

Berita Terkait

Pasokan listrik di sistem Khatulistiwa yang  menyalurkan energi listrik  di kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Landak dan Tayan nyaris terputus dengan menyangkutnya layang-layang di Disconecting Switch (DS)  instalasi Gardu Induk Parit Baru. Selasa (5/2) sore kemaren. 

Kejadian ini termasuk luar biasa karena berpotensi menyebabkan terputusnya pasokan listrik hingga terjadinya padam secara meluas dan dalam durasi yang cukup lama.

Menurut Manajer Unit Pelaksana Pengaturan dan Penyaluran Beban (UP3B) Kalbar, Ricky Faisal, menyangkutnya layang-layang di DS Gardu Induk Parit Baru dapat memutus pasokan listrik sebesar 30 MW. 

"Jika instalasi GI terganggu maka masyarakat akan mengalami padam secara meluas dan dalam durasi yang cukup lama karena GI Parit Baru berfungsi mengatur penyaluran beban kearah luar kota. Karena sistem kelistrikan khatulistiwa sudah menginterkoneksi pasokan listrik di 7 kota dan kabupaten maka pastinya layang-layang tersebut akan mengganggu semua wilayah," ungkap Ricky.

Menurutnya selama ini GI Parit Baru termasuk lokasi yang jarang sekali terganggu dengan keberadaan layang-layang, namun kejadian kemaren itu sangat luar biasa, layang-layang langsung menyentuh instalasi DS.

"GI Parit Baru memang belum kita protect dengan sistem jaring laba-laba seperti GI dilokasi lainnya karena selama ini instalasi GI nyaris tidak pernah tersentuh oleh layang-layang. Kita masih beruntung karena layang-layang yang menyangkut di DS tidak bertali kawat, sehingga kejadian kemaren tidak langsung menyebabkan korlseting  atau hubungan singkat, namun jika terjadi hujan pastinya layang-layang yang semula bersifat isolator akan menjadi konduktor dan siap menghantarkan listrik hingga terjadi hubungan singkat," jelas Ricky.

Lebih lanjut Ricky menghimbau agar  masyarakat tidak bermain layang-layang terutama yang bertali kawat di dekat jaringan listrik karena akan mengancam keberlangsungan pasokan listrik.

Sementara itu menurut Saliman (48), warga Parwasal Siantan, sekarang  banyak warga yang bermain layang-layang terutama saat cuaca cerah disore hari, keberadaannya sungguh sangat mengganggu.

"Di Siantan ini banyak sekali warga yang bermain layang-layang, bukan hanya anak-anak tapi banyak pula orang dewasa yang ikut main. Kadang kita mau tegur khawatir malah jadi ribut padahal keberadaannya sangat mengganggu bahkan mengancam keselamatan kita bersama. Perlu perhatian aparat terkait untuk menangkap dan menertibkan mereka karena sudah sangat meresahkan, bila perlu dihukum berat agar mereka jera," tegas Saliman.

Berita Terkait